DVD Recordable: Dahulu dan Kini

Author
Patrick
Reading time:
April 28, 2010

Dual Layer

Ternyata dengan berkembangnya kebutuhan, industri film mengeluarkan video yang berdurasi panjang, sehingga membutuhkan beberapa keping DVD. Standar DVD Forum  untuk DVD-9 yang memiliki kapasitas hampir dua kali lipat DVD belum dapat diimplementasikan pada keping DVD-R maupun DVD+R. Pada tahun 2003, Philips dari DVD+RW Alliance mendemonstrasikan untuk pertama kali sebuah keping yang dapat menulis data hingga 8 GB, mendahului standar dari DVD Forum untuk sebuah keping recordable. DVD+RW Alliance menyebut keping ini dengan nama DVD Double Layer. Setelah itu, DVD Forum mengeluarkan standar serupa yang dinamakan dengan DVD-R Dual Layer. Bedakan penamaan kedua standar tersebut.

Hingga saat ini, keping DVD DL ini tidak sepopuler keping DVD single layer. Hal ini disebabkan karena harga sebuah DVD DL cenderung melebihi harga empat buah DVD DL. Pada iklim Indonesia, pemakaian DVD DL ini tidak sebanyak pemakaian DVD single layer. Sebagai contoh saja, sebuah DVD DL bisa kita dapatkan dengan harga di atas Rp. 20000. Sedangkan Kita bisa mendapatkan sebuah DVD Single Layer dengan harga di bawah Rp. 3000. Jaraknya cukup jauh bukan?

VS Blu-ray

Saat ini, Blu-ray dikukuhkan sebagai pengganti DVD. Pasalnya, peperangan antara Blu-ray dengan HD DVD keluaran Toshiba untuk menggantikan tempat DVD dimenangkan oleh Blu-ray setelah industri film lebih memilih untuk mendukung format temuan Sony ini. Akan tetapi apakah Blu-ray sudah dapat menggantikan DVD?

Pernyataan ini sepertinya masih akan dijawab tidak pada masa sekarang. Setidaknya, hal ini berlaku di Indonesia. Alasannya bisa dijabarkan sebagai berikut:

  1. Harga. Harga bermain sangat penting pada pasar Indonesia. Bayangkan saja, sebuah keping blu-ray recordable bisa didapat dengan harga lebih dari Rp. 100.000 dengan kapasitas 22.5 GB. Hal ini digabungkan dengan penulisan pada sebuah drive Blu-ray writer yang masih di atas Rp. 1 juta.
  2. Distribusi reader. Blu-ray player dan Blu-ray ROM saat ini belum diadaptasi oleh banyak pengguna di dunia, khususnya di Indonesia.

Komunitas

Tanpa bermaksud mendukung pembajakan, sekarang ini banyak sekali komunitas yang sering berkumpul dan saling bertukar video. Video yang ditukar biasanya di convert dalam bentuk file kompresi, seperti AVI, MP4 atau MKV. Sampai saat ini, bagi yang tidak memiliki cukup dana untuk membeli sebuah hard disk eksternal, pasti akan menggunakan DVD sebagai media penyimpanan file video tersebut. Selain karena file tersebut dapat diputar kembali pada DVD-ROM, beberapa DVD Player juga sudah mendukung pemutaran video dengan file-file terkompres tersebut. Di sinilah  popularitas DVD masih bertahan.

Kesimpulan

Walaupun sudah menjadi sebuah standar lama, DVD belum bisa ditumbangkan sebagai media optic yang banyak dipakai orang.  Tentunya sebagian besar pembaca Jagatmedia saat ini lebih sering menggunakan DVD dibandingkan dengan CD dan Bluray bukan? Entah itu sebagai pemutar video, bermain game, maupun untuk menyimpan data-data penting.

Blu-ray memang sangat menjanjikan. Kapasitasnya yang besar membuatnya dapat menyimpan data lebih banyak lagi. Akan tetapi, karena harganya yang masih mahal membuatnya sulit diadaptasi oleh pengguna rumahan. Untuk pasar Indonesia, pada saat Blu-ray menyamai harga DVD, pada saat itu pula orang akan berpindah hati ke Blu-ray.

Share
Tags:

Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Bodi Form Factor Clamshell atau Laptop Klasik Material Metal untuk…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Bodi Acer Predator Helios 16 AI Nah untuk desain, ini…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Bodi ASUS ROG Strix G16 (G615) Form Factor Clamshell atau…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Bodi Axioo Hype AI 5 Form Factor Clamshell atau Laptop…

Gaming

April 30, 2026 - 0

Film Nintendo Berikutnya Garapan Illumination Dikabarkan Rilis April 2028

Sebuah film Nintendo baru garapan Illumination dilaporkan muncul di jadwal…
April 30, 2026 - 0

Nama WUCHANG: Fallen Feathers Dibeli Digital Bros

Digital Bros resmi membeli IP WUCHANG: Fallen Feathers dari Chengdu…
April 30, 2026 - 0

Windrose Janjikan Daerah Baru Bernama Ashlands via Roadmap

Windrose bagikan roadmap terbarunya dengan janji akan bawakan daerah baru…
April 29, 2026 - 0

EA Sebut 85 Persen Proses QA Mereka Kini Sudah Gunakan AI

EA mengungkap sekitar 85 persen proses quality assurance mereka kini…