VGA Baru, Murah Meriah, Berkualitas

Reading time:
April 25, 2010

Kesimpulan

Sebelum kita beralih ke bagian kesimpulan, perlu kami tekankan di sini bahwa setiap VGA peserta berada dalam kelasnya masing-masing. Radeon HD 5670, misalnya, tidak bisa dibandingkan head-to-head dengan GeForce GT 220 karena harganya memang berbeda jauh. Untuk memudahkan Anda memilih, kami mengelompokkan kemungkinan pilihan dalam beberapa kategori, yang disusun berdasarkan harga dan kemungkinan tujuan penggunaan.

WHAT FOR WHO, WHY
(YANG MANA UNTUK SIAPA DAN MENGAPA)

  1. Kelas VGA Low-end (kurang dari atau sama dengan Rp 700 ribu)
    Geforce GT 220 adalah satu-satunya kontestan yang berada dalam kelas harga ini. Apabila dilihat dari diagram-diagram pengujian di atas, alasannya tentu sudah terang benderang. Harga terjangkau GT 220 harus ditebus dengan performa yang terbatas. Akan tetapi, apakah itu berarti si juru kunci ini tak pantas dipilih? Sama sekali tidak! Walaupun kemampuan gamingnya pas-pasan, GT 220 mampu menjalankan konten multimedia apapun dengan lancar, termasuk film Full-HD, tanpa masalah. Karena itu, VGA ini cocok buat Anda yang ingin membangun PC multimedia, atau komputer yang akan digunakan untuk general tasks sehari-hari seperti mengetik dan browsing. Untuk PC dengan tujuan penggunaan seperti ini, tentu VGA yang lebih mahal atau kencang akan terasa mubazir dan memang percuma saja karena kemampuannya tak akan terpakai.
  2. Kelas VGA Mainstream-Lower end (Rp 700 ribu –Rp 1 juta)
    Setingkat di atas, kita menjumpai Radeon HD 4670 dan GeForce GT 240 GDDR3. Kedua VGA ini sebenarya hanya berbeda tipis, baik dalam hal kinerja maupun harga. Dari sisi kinerja, keduanya boleh dibilang sebanding, dengan sedikit perbedaan di sana-sini. Dari sisi harga, HD 4670 tampak lebih menarik dengan selisih harga rata-rata Rp 100 ribu lebih murah dibanding GT 240 GDDR3. Apalagi GeForce GT 240 GDDR3 juga hanya berbeda sedikit dari saudaranya yang jauh lebih kencang, GT 240 dengan memori GDDR5. Namun, jangan lupakan dukungan feature PhysX dan CUDA yang dimiliki GeForce GT 240 GDDR3. Keduanya boleh jadi akan sangat membantu Anda dalam aktivitas sehari-hari, seperti ketika mengedit gambar atau video misalnya (dengan akselerasi CUDA). HD 4670 memang memiliki feature Stream dari ATI, tetapi implementasinya masih belum seluas CUDA, terlebih lagi aplikasi yang memanfaatkan Open CL juga belum banyak dirilis. Secara umum, kedua VGA ini cocok untuk aplikasi multimedia yang lebih berat, seperti editing video atau foto yang tersebut di atas. Mereka juga sudah memadai untuk bermain game yang tidak terlalu berat seperti game online yang banyak beredar di Indoenesia.
  3. Kelas VGA Lower Mainstream (Rp 900 ribu -sama dengan atau kurang dari Rp 1,2 juta)
    Dua peserta di peringkat teratas, Radeon HD 5670 dan GeForce GT 240 GDDR5, berada dalam kategori ini. Kecuali beberapa judul yang sangat menuntut, keduanya mampu menjalankan game-game terbaru dengan frame rate memuaskan. Cocok untuk pemain game yang mencari solusi VGA terjangkau. GT 240 GDDR5 juga cukup bertenaga untuk digunakan sebagai unit PhysX tandeman VGA utama Anda yang juga berasal dari NVIDIA.

Harga yang harus Anda bayar akan dikembalikan dalam bentuk kinerja ekstra. Dalam beberapa kasus, harga ekstra yang harus dibayar tidak seberapa dibanding besarnya keuntungan yang bisa diperoleh. GeForce GT 240 GDDR, sebagai contoh, cukup dibayar sekitar Rp 100 ribu lebih mahal dari GeForce GT 240 GDDR5, dan Anda akan mendapatkan performa yang kurang lebih 40% lebih tinggi daripada saudaranya tersebut. Jangan terkecoh dengan kapasitas memori varian GDDR3 yang lebih besar dibandingkan versi GDDR5 (1GB versus 512MB), karena seperti yang bisa Anda lihat di hasil pengujian, kapasitas memori tidak berpengaruh pada kinerja VGA di kelas ini, di resolusi tinggi dan setting maksimal sekalipun. Memadukan GT 240 dengan GDDR5 rupanya sama efektifnya dengan memasang baling-baling bermotor pada perahu dayung.

Ditambah dukungan PhysX dan CUDA, makin lengkaplah pesona GT 240 GDDR5. Tertarik? Tunggu dulu, cukup menambah sekitar Rp 100 ribu lagi, Anda bisa memperoleh HD 5670 yang lebih bertenaga dan dilengkapi dengan dukungan DirectX 11! Berdasarkan pemantauan kami, di pasaran juga tersedia varian Radeon HD 5670 dengan memori 512MB GDDR5 yang bahkan lebih terjangkau dari GeForce GT 240 GDDR5.

***

Akhir kata, keputusan akhir tetap berada di tangan Anda sebagai konsumen. Walaupun kami membagi-bagi kemungkinan pilihan dalam beberapa kategori, tidak berarti semua golongan konsumen harus terkotak-kotak pula dalam kategori-kategori tersebut. Kebutuhan tiap orang pastilah berbeda-beda. Gunakan informasi pada artikel ini sebagai acuan dalam memilih. Ingatlah selalu, Anda lah yang paling mengetahui keadaan dan kebutuhan Anda sendiri. Kunjungi selalu JAGAT REVIEW untuk memperoleh sumber referensi hardware terbaik di Indonesia!

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Bodi Form Factor Clamshell atau Laptop Klasik. Material Polikarbonat dengan…
May 25, 2026 - 0

Review Acer TravelMate X4 14 AI: Laptop Bisnis AI Cepat, Ringan & Produktif

Bodi Acer TravelMate X4 14 AI Form Factor Clamshell atau…
May 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook DUO 2026 (UX8407AA): Desain Baru, Makin Kokoh, Makin Kenceng!

Bodi ASUS Zenbook DUO 2026 Form Factor Clamshell atau Laptop…

Gaming

June 17, 2026 - 0

Devil May Cry 5 Catat Penjualan Terbaiknya Setelah 7 Tahun Rilis

Fenomena menarik terjadi pada Devil May Cry 5, yang catat…
June 17, 2026 - 0

PUBG Uji Mode Baru Berbasis AI Pendamping, Ally Duo

Menjelang usia ke-10, PUBG memperkenalkan Ally Duo, memungkinkan pemain bertarung…
June 17, 2026 - 0

Studio Double Fine Ikut Terancam Restrukturisasi Xbox

Restrukturisasi Xbox dikabarkan mengancam Double Fine, kini tengah berupaya mencari…
June 17, 2026 - 0

Ninja Theory Dikabarkan Terancam Ditutup Oleh Restrukturisasi Xbox

Gelombang restrukturisasi Xbox dikabarkan mengancam masa depan Ninja Theory, kreator…