Street Dance: Menyatukan Dua Dunia Berbeda

Reading time:
August 8, 2010

Kebanyakan dari Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan street dance, salah satu jenis tarian yang biasa dilakukan di luar studio tari (taman, halaman sekolah, jalanan, dan semua tempat terbuka). Mungkin jenis tarian yang satu ini sangat identik dengan Amerika. Namun, ternyata Inggris memiliki banyak penari street dance profesional. Maka, Richardson dengan mantap memulai proyek ini dengan menggandeng para penari terbaik Inggris.

StreetDance3D Quad

Street Dance berkisah tentang perjuangan sebuah grup street dance untuk menghadapi kompetisi Street Dance se-Inggris. Setelah berhasil mencapai final, secara mendadak mereka ditinggalkan oleh ketua mereka, Jay (Ukweli Roach). Mau tidak mau Carly (Nichola Burley)—pacar Jay yang juga salah satu penari terbaik di grup tersebut—harus mengambil alih kepemimpinan.

Tantangan pertama Carly adalah mencari tempat berlatih. Tanpa uang, tentu saja mereka tidak bisa menyewa sebuah studio. Lalu, Carly bertemu Helena (Charlotte Rampling), direktur sebuah akademi balet. Helena setuju membantu Carly untuk menyediakan satu ruangan di akademinya untuk berlatih dengan syarat Carly memasukkan lima penari baletnya di grup street dance tersebut. Penari balet menari street dance? Hhmm.. itu sesuatu yang baru. Apalagi, jika dua jenis tari tersebut dipadukan. Apakah Carly berhasil membawa timnya menjadi juara street dance se-Inggris? We’ll see!

streetdance3d

Film ini memang tidak bertebaran bintang papan atas Inggris, hanya Nichola Burley dan Charlotte Rampling yang sering terlihat wara-wiri di layar kaca dan layar lebar Inggris. Sebuah kebetulan yang sangat menguntungkan saat Richardson mengetahui bahwa Burley juga seorang penari. Alhasil, Burley tampil memuaskan, baik dari segi akting dan tariannya. Bahkan, penampilan Burley saat menari sama primanya dengan para penari profesional lainnya.

Satu hal yang saya perhatikan dari film ini: penuh dengan penari profesional. Juara British Got Talent 2008, George Sampson, mendapatkan peran kecilnya di film ini sebagai Eddie, remaja yang memiliki ambisi besar untuk belajar street dance. Film ini juga “menggandeng” dua tim street dance kenamaan Inggris, Diversity (pemenang British Got Talent 2009) dan Flawless (World Dance Champions 2006).

StreetDance 3D 3

Penghargaan, toleransi akan perbedaan, dan kebersamaan. Mungkin tiga hal tersebut yang ingin disampaikan Richardson melalui film ini. Membidik target kalangan remaja, diharapkan film ini bisa memunculkan pemikiran bahwa mimpi dapat diraih dengan perjuangan panjang yang tak kenal lelah. Di Inggris, film ini dirilis dalam format 3D. Di Indonesia, Anda hanya dapat menyaksikannya dalam format 2D.

Secara keseluruhan, film ini cukup menghibur dan membuat saya mengingat film yang pernah saya tonton saat remaja, Bring it On.

Tidak istimewa, tapi cukup spesial. Enjoy…

Tanggal rilis: 21 Mei 2010 (Inggris)
Genre: drama
Durasi: 98 menit
Produser: James Richardson
Sutradara: Max Giwa, Dania Pasquini
Pemain : Diversity, Flawless, George Sampson, Charlotte Rampling, Eleanor Bron, Nichola Burley, Patrick Baladi, Jocelyn Jee Esien, Richard Winsor, Jeremy Sheffield
Studio:Vertigo Films

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

June 18, 2026 - 0

Review ASUS ROG Zephyrus Duo (2026): Kencang “Pol” Buat Multitasking & Gaming AAA

Laptop Gaming kekinian tuh harusnya kayak gini. Ini adalah “ASUS…
May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Ini dia Laptop pertama Polytron dengan prosesor AMD Ryzen. Harganya?…
May 25, 2026 - 0

Review Acer TravelMate X4 14 AI: Laptop Bisnis AI Cepat, Ringan & Produktif

Kata siapa bisnis UMKM ga butuh Laptop canggih?! Apalagi sekarang…
May 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook DUO 2026 (UX8407AA): Desain Baru, Makin Kokoh, Makin Kenceng!

Kerja serius pakai laptop thin and light biasa? Kurang mantap…

Gaming

June 22, 2026 - 0

Bocoran Steam Frame Ungkap Arsitektur Baterai Yang Digunakan

Bocoran dokumentasi FCC ungkap Steam Frame VR gunakan baterai AA…
June 22, 2026 - 0

Unreal Engine 5.8 Hadirkan Lompatan Performa Besar untuk Nintendo Switch 2

Fitur baru yang dibawa oleh Unreal Engine 5.8 disebutkan mampu…
June 22, 2026 - 0

MSI Claw 8 EX AI+ Akan Dibanderol Dengan Harga Fantastis

Handheld baru MSI Claw 8 EX AI+ dipastikan akan miliki…
June 22, 2026 - 0

Alasan Utama Sony Kembali Rangkul Eksklusivitas Kini Terungkap

Ketika Sony mendadak putar balik dari kebijakan multiplatform, tidak sedikit…