Gaming dengan Notebook Sandy Bridge: Axioo Neon HNM

Reading time:
February 21, 2011

Simulasi

The Sims 3: Late Night

Mana mungkin kami melupakan game ini? Game yang telah memesona jutaan wanita di seluruh dunia dan menelantarkan banyak lelaki ini harus ada dalam daftar game kami! Anda tentu ingin tahu kemampuan notebook ini dalam memainkan game ini, bukan? Jadi, sekarang Anda dapat membawa The Sims 3 ke mana pun dan dapat dimainkan kapan pun Anda mau! Seperti game yang lain, kami mencoba memainkan game ini dengan menggunakan setting terendah terlebih dahulu. Setting yang digunakan adalah resolusi 1366×768 dengan semua efek dimatikan serta setting graphics Low. Berita baik untuk Anda; notebook ini dapat berjalan dengan sangat baik pada setting ini! Game berjalan dengan sangat lancar dengan tingkat frame rate 85 fps.

Langkah selanjutnya kami meningkatkan setting ke Medium guna mendapatkan gambar yang lebih menarik. Pada setting ini, notebook juga dapat menjalankan game dengan baik dan frame rate berkisar 75 – 40 fps. Lalu bagaimana dengan setting tertinggi? Apakah notebook ini masih mampu menjalankan tugasnya dengan baik? Ternyata, game ini juga masih dapat berjalan dengan baik di setting tertinggi. Dengan catatan Anda tidak menghidupkan setting Advance Rendering.

Kesimpulan: Para pecinta The Sims 3, bergembiralah! Anda dapat memainkan game kesayangan Anda ini di mana pun dengan menggunakan notebook ini. Kini Anda dapat pergi ke cafe dan bermain The Sims 3 sepuasnya; tanpa gangguan pacar, suami, anak, pembantu, orang tua, dan cucian yang menumpuk!

Role Playing Game

Dragon Age Origins

Anda telah melihat kemampuan notebook ini dalam memainkan game action dan simulasi. Bagaimana dengan game RPG? Apakah notebook ini masih dapat mempertahankan pamornya sebagai notebook berkinerja tinggi yang murah? Apalagi game ini memiliki cukup banyak hal yang dapat membuat komputer terbatuk-batuk ketika menjalankannya, seperti kualitas tampilan yang bagus, detail yang tinggi, dan efek cahaya lingkungan yang cukup baik.

Untuk melihat kemampuannya, kami kembali mencoba setting terendah dari game ini, yaitu resolusi 1024×768, graphics detail Low, texture detail Low, Anti-aliasing Off, dan V-sync Off. Kami mencoba memainkannya melalui beberapa jam pertama dan hasilnya cukup memuaskan! Kami merasakan permainan yang mulus dengan tingkat frame rate 70 – 40 fps. Pertarungan dengan banyak musuh berjalan dengan lancar dan tidak ada penurunan kinerja yang berarti.

Kemudian, kami mencoba menggunakan setting Medium dengan tetap mempertahankan Anti-aliasing Off dan V-sync Off. Karena, kedua opsi graphics tersebut sebenarnya tidak terlalu Anda butuhkan bila Anda bukan pemerhati tampilan yang sangat perfeksionis. Pada setting Medium tersebut, game masih berjalan dengan baik dan tingkat frame rate yang kami temui berkisar 50 – 35 fps. Kisaran yang sangat dapat diterima untuk game yang dimainkan dari jarak kamera yang cukup jauh di atas karakter yang dimainkan.

Bagaimana dengan setting High? Apakah masih dapat dimainkan dengan cukup nyaman? Ya, kami masih dapat memainkan game ini dengan baik! Walaupun kisaran frame rate berada pada 40 – 25 fps, kami tidak merasakan penurunan performa yang sangat jauh.

Kesimpulan: Bisakah notebook ini memainkan Dragon Age Origins? Jelas bisa! Performanya juga masih terjaga di batas yang aman dan dapat dimainkan dengan nyaman.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Bodi Axioo Hype AI 5 Form Factor Clamshell atau Laptop…
April 10, 2026 - 0

Review ADVAN Workplus AI: Makin “Plus” Buat Kerja Berat dan Main Game

Bodi ADVAN Workplus AI Form Factor Clamshell atau Laptop Klasik…
March 28, 2026 - 0

Review ASUS ROG Flow Z13-KJP (2026): Tablet dengan RAM 128 GB untuk AI & Gaming Berat

Bodi ASUS ROG Flow Z13-KJP Form Factor Detachable Laptop Jadi…
March 26, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook S16 OLED (UM5606GA): Tipis dan Ringan tapi Kencang dan Kekinian!

Bodi ASUS Zenbook S16 OLED Form Factor Clamshell Material Ceraluminum…

Gaming

April 20, 2026 - 0

ARC Raiders Ubah Sistem Expedition, Timbulkan Pro Kontra di Komunitas

Embark Studios ubah sistem Expedition di ARC Raiders, menggantinya dengan…
April 20, 2026 - 0

Eks Karyawan Ubisoft Halifax Sepakati Deal Kompensasi Dari Serikat Pekerja

Setelah penutupan Ubisoft Halifax yang kontroversial, serikat pekerja CWA Canada…
April 19, 2026 - 0

Chief People Officer Epic Games, Monika Fahlbusch, Resmi Tinggalkan Perusahaan

Executive Officer HR di Epic Games, Monika Fahlbusch, resmi hengkang…
April 19, 2026 - 0

Iron Galaxy Kembali Lakukan PHK Demi Sesuaikan Perubahan Iklim Industri

Iron Galaxy kembali melakukan pemangkasan karyawan di tengah perubahan besar…