Toolkit Pembuat Serangan Cyber Semakin Mudah Digunakan

Author
Deliusno
Reading time:
February 8, 2011

symantec big

Saat ini, toolkit sudah lebih mudah digunakan dan semakin cepat menyebar. Toolkit adalah sebuah software yang dapat digunakan baik oleh pemula dan juga ahli untuk meluncurkan serangan secara luas ke jaringan komputer. Dengan menggunakan toolkit tersebut, pengguna juga dapat membuat sebuah ancaman untuk menghindari deteksi dan mengotomisasi proses serangan. Fakta ini didapat dari laporan Symantec yang berjudul .

Toolkit yang beredar ini didesain sedemikian rupa oleh si pembuat agar dapat mudah digunakan, tetapi efektif untuk menyerang. Kelebihan dari toolkit ini membuat program jahat tersebut laku di pasaran. Contoh penggunaan toolkit sudah terjadi beberapa waktu lalu. Sebuah toolkit bernama Zeus mengancam usaha skala kecil. Tujuan utama Zeus adalah mencuri kredensial rekening bank. Sayangnya, usaha skala kecil  kurang memiliki perlindungan untuk menjaga transaksi finansial mereka, sehingga mereka menjadi target utama Zeus.

Ingin tahu seberapa besar keuntungan yang diperoleh penjahat cyber dari Zeus? Pada bulan September 2010 lalu, komplotan penjahat cyber yang mengandalkan Zeus telah tertangkap. Para penjahat cyber tersebut menggunakan botnet Zeus untuk mencuri lebih dari US$70 juta (Rp630 miliar) dari rekening perbankan dan perdagangan online selama lebih dari 18 bulan! Jumlah yang tidak sedikit, bukan?

Bagaimana sebenarnya cara penyebaran toolkit ini? Keuntungan dari kegiatan ini menggiurkan untuk sebagian orang. Toolkit ini sering dijual dengan model berlangganan dengan update berkala, berserta komponen-komponen yang memperluas kemampuan kit ini, dan layanan dukungan. Para penjahat cyber Para penjahat cyber secara rutin mengiklankan layanan-layanan instalasi, penyewaan akses terbatas ke konsol kit, dan menggunakan tool anti pembajakan komersial untuk mencegah penyerang menggunakan tool tanpa membayar.

Popularitas dan permintaan telah meningkatkan harga kit serangan. Pada tahun 2006, WebAttacker, sebuah toolkit serangan yang terkenal, dijual seharga US$15 di ekonomi bawah tanah. Pada tahun 2010, Zeus 2.0 diiklankan dengan harga hingga US$8,000.

Di masa lalu, hacker harus menciptakan sendiri ancaman mereka dari awal. Proses yang kompleks ini membatasi jumlah penyerang  sehingga hanya terdiri dari sekelompok kecil penjahat cyber yang sangat terampil,” kata Stephen Trilling, senior vice president, Symantec Security Technology and Response. “Toolkit serangan membuat para pemula sekalipun dapat dengan mudah memulai sebuah serangan cyber. Akibatnya, kami memperkirakan kegiatan kejahatan cyber akan meningkat dan peluang  orang-orang biasa yang mengakses Internet untuk menjadi korban menjadi lebih tinggi.”

Karena kit serangan semakin mudah digunakan, para penjahat cyber tidak lagi terbatas pada mereka yang memiliki keahlian pemrograman tingkat tinggi. Pelaku serangan cyber saat ini merupakan gabungan dari individu yang memiliki keterampilan komputer dan mereka yang ahli dalam kegiatan kejahatan tradisional seperti pencucian uang (money laundering). Symantec memperkirakan bahwa semakin meningkatnya jumlah kelompok penjahat yang masuk ke ranah kejahatan cyber akan meningkatkan jumlah serangan.

Untuk menanggulangi hal tersebut, Symantec menganjurkan beberapa tindakan pengamanan. Symantec menyarankan bagi Anda untuk terus mengupdate patch yang ada di software Anda. Antivirus yang secara teratur diupdate juga diperlukan untuk mengamankan komputer.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 8, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook Ultra (2026): Ultra Tipis, Ultra Kencang, Ultra Irit

ASUS ExpertBook Ultra ini bisa dikatakan sebagai Laptop Bisnis pertama…
April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…

Gaming

May 13, 2026 - 0

Kreator Lies of P Buka Lowongan Untuk Generative AI Creator

Kreator Lies of P membuka posisi baru untuk Generative AI…
May 13, 2026 - 0

Shift Up Janji Ungkap Stellar Blade 2 dan Project Spirits Pada 2026

Demi menjawab antusiasme fans mengenai game barunya, Shift Up janji…
May 12, 2026 - 0

Sega Resmi Batalkan Proyek Ambisius “Super Game”

Sega resmi membatalkan proyek ambisius Super Game yang telah berjalan…
May 12, 2026 - 0

Arena Breakout: Infinite Siapkan Mode PVE Permanen Mulai Juli 2026

Arena Breakout: Infinite akhirnya putuskan untuk hadirkan mode PVE permanen…