Gempa Jepang Mempercepat Rotasi Bumi?

Reading time:
March 14, 2011

Hingga saat ini, Jepang masih belum pulih dari pukulan besar yang dialaminya: gempa dan terjangan tsunami yang menghancurkan sebagian besar wilayah di pesisir timur laut Jepang. Dampaknya, reaktor nuklir yang menjadi pusat pembangkit listrik negara tersebut mengalami kebocoran dan mengancam ratusan ribu warga yang tinggal di sekitarnya. Dampak lebih luasnya, Jepang mengalami krisis listrik.

Selain dampak-dampak di atas, ada dampak yang sifatnya lebih global. Kabarnya, gempa yang terjadi beberapa hari yang lalu tersebut berdampak bagi perputaran bumi (rotasi). Ahli geofisika NASA, Richard Gross menyatakan bahwa pihak NASA telah melakukan penghitungan waktu di bumi pascagempa lalu dan menemukan fakta bahwa bumi tidak lagi berputar selama 24 jam atau 86.400 detik. Gross menyatakan bahwa rotasi bumi berkurang sebanyak 1,6 mikrodetik. “Gempa di Jepang telah menyebabkan bumi berputar lebih cepat menjadi 1.064 km/jam sehingga memperpendek hari sebanyak 1,6 mikrodetik,”  ungkap Gross seperti yang dikutip SPACE.com, Minggu (13/3). Kejadian serupa juga terjadi saat gempa dan tsunami di Aceh pada 2004 dan gempa Chile pada 2010.

earth rotation

Pendapat mengenai perpendekan waktu tersebut dibantah oleh Johny Setiawan, ahli astrofisika Indonesia yang bekerja di Max Planck Institute for Astronomy, Jerman. Menurutnya, perubahan rotasi bumi hanya dapat dipengaruhi oleh sesuatu yang berasal dari luar bumi. Johny memberikan contoh jika bumi kejatuhan asteroid hingga massanya bertambah, itu baru akan mempengaruhi pergerakan rotasi bumi. Namun, jika massa bumi tetap sama, seharusnya kecepatan rotasi tidak akan pernah berubah.

Sebelumnya, perisiwa gempa dan tsunami yang terjadi di Jepang juga sempat dihubungkan dengan fenomena Supermoon, posisi terdekat bumi dan bulan yang kabarnya mencapai jarak terdekat dalam 18 tahun terakhir. Namun, pendapat ini dengan cepat dibantah karena fenomena tersebut baru akan terjadi 19 Maret nanti.

*Dari berbagai sumber

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Ini dia Laptop pertama Polytron dengan prosesor AMD Ryzen. Harganya?…
May 25, 2026 - 0

Review Acer TravelMate X4 14 AI: Laptop Bisnis AI Cepat, Ringan & Produktif

Kata siapa bisnis UMKM ga butuh Laptop canggih?! Apalagi sekarang…
May 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook DUO 2026 (UX8407AA): Desain Baru, Makin Kokoh, Makin Kenceng!

Kerja serius pakai laptop thin and light biasa? Kurang mantap…

Gaming

June 5, 2026 - 0

Helldivers 2 Akhirnya Ungkap Mode Roguelite “Planet Warfronts”

Arrowhead akhirnya bagikan detail mengenai Planet Warfronts, mode roguelite yang…
June 5, 2026 - 0

Control Resonant Picu Kontroversi Terkait Early Access Eksklusif PS5

Remedy benarkan pemain PS5 dapat memainkan Control Resonant dua hari…
June 5, 2026 - 0

Bug Parah Escape from Tarkov Sempat Hapus Progress Pemain PVE

Bug serius sempat membuat progress pemain PVE Escape from Tarkov…
June 5, 2026 - 0

Crimson Desert Resmi Memulai Pengembangan DLC Pertama

Dunia Crimson Desert tampaknya akan terus berkembang. Pearl Abyss resmi…