NostalGame: Final Fantasy VII

Reading time:
March 29, 2011

Summon

FF7 mungkin bukan seri pertama yang memperkenalkan monster summon di dunia Final Fantasy, namun seri ini lah yang pertama kali memvisualisasikannya dalam model tiga dimensi. Ada cukup banyak summon yang menemani perjalanan kita untuk menyelamatkan GAIA, dan hampir kesemuanya berhasil didesain dengan sangat baik. Saya pribadi jatuh cinta pada dua summon, yakni Bahamut Zero dan Knights of Rounds. Ketika pertama kali mendapatkan Knights of Rounds dan mencobanya pada musuh yang kurang beruntung, saya benar-benar terkesima. Terkesima karena damage yang dihasilkan dan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan serangannya. Wow!

Theme Song


Salah satu yang menjadi favorit saya di game ini adalah kemampuan penyampaian theme song yang patut diacungi sepuluh jempol. Semua lagu tema di dalam game berhasil dibangun dengan apik dan membuat pengalaman bermain menjadi jauh lebih baik. Sebut saja One Winged Angel, Those Who Fight Further, Crazy Motorcyle, Jenova, dan masih banyak lagi. Selain One Winged Angel, saya juga jatuh cinta pada salah satu theme song kota di dalam FF7 ini, yakni Cosmo Canyon milik Red XIII. Entah kenapa, setiap kali saya mendengarkan lagu tersebut, saya merasakan ketenangan yang sulit dijelaskan. Honestly, saya bahkan seringkali bolak balik masuk ke kota tersebut hanya untuk mendengarkan lagu tema nya. No kidding!

Semua lagu orisinil FF7 untungnya berhasil diaransemen ulang menjadi jauh lebih baik ketika dihadirkan kembali di Final Fantasy Advent Children. Tapi sayangnya, tidak ada Cosmo Canyon di sana. Tapi One Winged Angelnya sendiri berhasil dimodifikasi sehingga tampil jauh lebih garang dan memesona.

Weapon


Weapon yang saya maksud di sini bukanlah senjata dalam pengertian yang harfiah. Tidak ada keistimewaan yang dapat diperhatikan dari desain equipment yang dihadirkan FF7. Yang saya bicarakan di sini adalah para makhluk super besar dan kuat yang dilahirkan oleh GAIA sebagai sebuah defence mechanism melawan materia Meteor milik Sephiroth. Raksasa-raksasa ini merupakan tantangan yang paling unik dari Final Fantasy 7.

Siapa yang bisa melupakan Ultima, Emerald, dan Ruby Weapon? Ketiga weapon ini memang memancing rasa penasaran setiap gamer yang pernah memainkan FF7 untuk mencoba kemampuan bertarung mereka. Dengan HP yang terhitung masif dan skill-skill yang mumpuni, ketiga weapon ini bukan sekedar monster biasa, mereka adalah “nyawa” dari FF7 itu sendiri, terlebih lagi Ruby Weapon.

Mengalahkan Ruby Weapon di masa ketika game ini masih hangat dibicarakan merupakan sebuah prestasi yang bisa saya bagi dengan teman-teman sekolah. Menyombongkan diri setelah berhasil menundukkan monster gila tersebut memang memberikan kepuasan yang luar biasa. Saya sendiri berhasil menundukkannya karena alasan keberuntungan semata. Berada pada HP 7777 membuat Cloud berada dalam mode “Lucky Seven”, dan menghasilkan damage yang konstan 7777 ke Ruby Weapon. Digabungkan dengan Omnislash yang terus hidup di kala itu? Sebuah kemenangan yang saya sendiri belum mengerti hingga saat ini.

Kisah Sedih Aerith


Jika kita membicarakan adegan yang paling menyayat hati dan mengejutkan selama sejarah game RPG di industri game, maka saya yakin sebagian besar dari kita akan setuju bahwa kematian Aerith adalah salah satunya. Ketika Masamune Sephiroth menembus tubuh Aerith, saya hanya bisa mengumpat keras, dan berharap bahwa skenario ini akan berujung pada Aerith yang kembali hidup entah bagaimana. Namun ternyata Squaresoft (sebelum menjadi Square Enix, perusahaan ini bernama Squaresoft) berpikiran lain, ia tetap membiarkan nyawa indah tersebut terenggut. Saya tidak menyukai event ini karena Aerith yang meninggal di sana, namun lebih kepada pengalaman yang memorable ketika pertama kali melihatnya.

Adegan ini memang sangat fenomenal. Saya masih ingat bagaimana majalah game pada masa itu dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimana mencegah insiden ini terjadi atau apakah ada cara lain yang dapat digunakan untuk menyelamatkan Aerith. Yang terburuk? Banyak yang berharap untuk dapat menghidupkannya kembali, termasuk saya. Namun sayang seribu sayang, cara untuk memenuhi itu hanyalah dengan menggunakan Gameshark.

Load Comments

Gadget

April 30, 2021 - 0

(VIDEO) Review Bose SleepBuds 2: Kualitas Tidur Jadi Lebih Baik

TWS tapi dipakainya untuk tidur? Ya, Bose Sleepbuds 2 yang…
April 22, 2021 - 0

Review Poco X3 Pro: Terlalu Murah & Kencang!

Poco baru saja mengumumkan jajaran produk terbarunya, di mana salah…
April 22, 2021 - 0

(VIDEO) Review Gaming Cooler, Trigger, dan Kabel Black Shark Terbaru 2021 untuk iPhone & Android

Ketika menggunakan sebuah smartphone, biasanya tidak akan lepas dari yang…
April 21, 2021 - 0

(VIDEO) 10+1 Fitur Keren pada Oppo A54

Oppo baru saja mengumumkan Oppo A54, sebuah smartphone kelas terjangkau…

Laptop

May 1, 2021 - 0

Review Huawei Matebook D 15 (2021): Laptop Layar Lebar yang Ringan dan Tipis

Uji Performa Cinebench R15 20X Loop (Dengan Power Adapter) Terlihat…
April 26, 2021 - 0

Review MSI GP66 Leopard: Performa Premium dengan RTX 3060!

Uji Performa Terdapat 5 preset pengaturan performa yang dapat diubah…
April 25, 2021 - 0

Review ASUS ROG Zephyrus Duo 15 SE (GX551QM): Laptop Gaming Dua Layar, Tipis dan Kencang!

Spesifikasi  Untuk spesifikasi dapur pacunya, ASUS ROG Zephyrus Duo 15…
April 15, 2021 - 0

Review HP Envy 15: Kencang, Elegan, Cocok utk Content Creator & Video Editor

Uji Performa Laptop HP Envy 15 menyediakan pengaturan Performance Profile…

Gaming

May 5, 2021 - 0

Band Low Roar Rilis OST Terbaru Arknights

Seringkali dipandang sebelah mata namun sebenarnya memainkan peran penting, musik…
May 5, 2021 - 0

Baru Demo, RE Village Sudah Kedatangan Mod “Nakal”!

Serahkan kepada internet dan pikiran kotor bercampur kreativitas para modder…
May 5, 2021 - 0

Fortnite Berencana Racik Mode Open-World ala GTA Online?

Popularitas memang sempat meroket namun sekadar menawarkan mode “battle-royale” sepertinya…
May 5, 2021 - 0

Capcom: Banyak Fans Sebut Resident Evil 7 Terlalu Seram

Proses desain game Resident Evil dari Capcom memang muncul bak…