Catatan Harian Si Boy Akan Ramaikan Perfilman Indonesia

Reading time:
June 21, 2011

Catatan Si Boy (CSB) pernah menjadi tayangan fenomenal yang membuatnya dibuat empat sekuel sepanjang kurun waktu 1987—1991. Tahun ini, spirit Si Boy kembali dikibarkan oleh Tuta Media yang bekerja sama dengan Masima sebagai pemilik hak cipta merek Catatan Si Boy. Sebelumnya, tahun 2010, Tuta Media dan Masima telah meluncurkan buku storygraph Catatan Si Boy.

Catatan Harian Si Boy

Sebagai informasi, Catatan Harian Si Boy (CHSB) bukanlah remake dari CSB. “Dari awal, saya tidak pernah berpikir mengenai remake. Justru, saya sangat ingin mengangkat kembali cerita mengenai Si Boy-Si Boy lain yang hidup di zaman modern. Saya ingin menjabarkan lika-liku hidup mereka dan memberikan nilai tertentu kepada generasi muda masa kini. Itulah mengapa film ini seakan ingin menyampaikan pesan, ‘Finish What You Started,’” ujar Putrama Tuta, sutradara CHSB, saat konferensi pers preview film Catatan Harian Si Boy di XXI Epicentrum, Jakarta, Selasa (21/6).

Film ini mengangkat sebuah kisah baru mengenai kehidupan Satrio (Ariyo Bayu) dan teman-temannya yang mengalami permasalahan di hidup masing-masing. Pertemanan mereka juga diuji dengan munculnya masalah yang bertubi-tubi. “Boy yang satu ini mungkin memiliki hidup yang jauh lebih rumit dari Boy-nya Onky Alexander. Namun, kedua tokoh tersebut masih memiliki korelasi dan segi cara mereka dalam menyelesaikan masalahnya masing-masing,” tambah Tuta.

Putrama Tuta
Tuta menyatakan bahwa CHSB merupakan sebuah kisah yang berdiri sendiri, bukan remake dari CSB. "Walau begitu, korelasi dengan Si Boy dan masa lalunya masih sangat kental," ujarnya.

Walau mengangkat kisah yang sama sekali baru, bukan berarti CSB tidak “meninggalkan jejak” di film terbaru ini. Penampilan kejutan Onky Alexander, Didi Petet, dan Btari Karlinda menjadi bagian dari keseluruhan film yang tidak mungkin dilewatkan begitu saja.

Selain Ariyo Bayu, karakter-karakter di film ini diisi oleh Carrisa Puteri, Poppy Sovia, Abimana, Albert Halim, Tara Basro, dan Paul Foster.

Penasaran dengan filmnya? Tunggu review-nya, hanya di Jagat Review!

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…

Gaming

April 30, 2026 - 0

Film Nintendo Berikutnya Garapan Illumination Dikabarkan Rilis April 2028

Sebuah film Nintendo baru garapan Illumination dilaporkan muncul di jadwal…
April 30, 2026 - 0

Nama WUCHANG: Fallen Feathers Dibeli Digital Bros

Digital Bros resmi membeli IP WUCHANG: Fallen Feathers dari Chengdu…
April 30, 2026 - 0

Windrose Janjikan Daerah Baru Bernama Ashlands via Roadmap

Windrose bagikan roadmap terbarunya dengan janji akan bawakan daerah baru…
April 29, 2026 - 0

EA Sebut 85 Persen Proses QA Mereka Kini Sudah Gunakan AI

EA mengungkap sekitar 85 persen proses quality assurance mereka kini…