Ketika Game Berkualitas Hanya Berbahasa Jepang

Reading time:
June 30, 2011
japan war

Jika kita harus menurut jawaban hal apa saja yang rentan membuat seorang gamer menjadi frustrasi, maka tidak sedikit dari kita yang pernah merasakan pengalaman yang sama. Gameplay yang terlalu sulit, bug yang membuat permainan terhenti, atau kesan monoton yang dihadirkan membuat sebuah game sulit untuk dinikmati. Namun ada satu hal yang melebihi itu semua. Menghadapi fakta bahwa game yang terbaik, yang paling ingin kita mainkan ternyata tidak ditranslasikan ke bahasa yang dapat kita mengerti. Inilah yang seringkali terjadi di game Jepang.

Jepang memang merupakan salah satu produsen game dalam kualitas dan kuantitas terbaik di dunia. Namun sebagian besar game yang dihasilkan di negara matahari terbit tersebut ditujukan hanya untuk pasar lokal, membuat bahasa utama yang digunakan adalah Jepang. Hal yang paling menyebalkan adalah ketika menemukan fakta bahwa sang developer sama sekali tidak tertarik untuk merilis versi bahasa yang lebih universal, Inggris. Keinginan untuk memainkan game tersebut melawan fakta bahwa plot dan sistem akan sulit dimengerti membuat dilema ini terus terjadi. Para gamer Nintendo Wii Amerika baru saja mengalaminya.

nintendo no translation

Tiga game yang paling ditunggu gamer Nintendo Wii Amerika karena kualitas yang dihadirkannya: Xenoblade, The Last Story, dan Pandora’s Tower menjadi mimpi yang sulit dicapai. Walaupun petisi online telah dikirimkan untuk memaksa versi translasi dihadirkan, Nintendo Jepang dan Amerika tetap tidak bergeming. Melalui situs jejaring sosial, Nintendo menyatakan bahwa mereka belum tertarik untuk membawa tiga game ini untuk pasar Amerika, walaupun mereka juga menegaskan “mungkin” akan melakukannya di masa yang akan datang. Bagaimana respon para gamer Amerika ketika mendengarnya? Marah, kecewa, namun sebagian besar masih ingin berjuang dan pantang menyerah untuk memaksa Nintendo.

Konflik seperti ini memang bukanlah sesuatu yang baru. Hampir sebagian game Jepang yang dirilis di tanah kelahirannya tidak mendapatkan translasi walaupun permintaan pasar di luar cukup besar. Saya sendiri pernah mengalaminya ketika Namco Bandai memutuskan untuk lebih banyak merilis seri “Tales of..” eksklusif untuk pasar Jepang saja. Bagaimana mungkin kita memainkan game RPG tanpa mengerti ceritanya? Mengapa para developer tidak bisa melihat ini sebagai peluang? Ini membuat frustrasi.

Bagaimana dengan Anda? Pernahkah Anda menemukan game yang sangat ingin Anda mainkan namun tidak ditranslasikan? (please don’t say hentai).

みましょう日本語を話す!

lisa cry

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

July 22, 2026 - 0

Review Zyrex D-Tech: Rp 6 Jutaan, AMD Ryzen Quad-Core, Bisa Upgrade, Tapi…

Harga RAM naik, harga SSD naik, harga Laptop ikut naik.…
July 20, 2026 - 0

Review Axioo Hype AMD X1: Terjangkau, Kencang, & Aman Kalau Dimaling

“Kalau punya duit 5 jutaan, dapat Laptop seperti apa?” “Bisa…
July 16, 2026 - 0

Review Dell Pro 14 Essential: Dell Bikin Laptop Bisnis Terjangkau? Performanya Gimana?

Dell jualan laptop bisnis terjangkau di Indonesia? Iya, kalian gak…
July 14, 2026 - 0

Review Lenovo IdeaPad Pro 5a (14AGP11): Desain Makin Mewah, Bodi Kokoh, Performa Mantap!

Kalau denger laptop dengan nama “Pro”, apa yang ada di…

Gaming

July 24, 2026 - 0

Philips Perkenalkan Monitor Gaming 4K QD-OLED 165 Hz

Philips meluncurkan monitor gaming Evnia 32M2N6901A dengan panel 4K QD-OLED…
July 24, 2026 - 0

Acer Predator Atlas 8 Ungkapkan Harga yang Sulit Dijangkau

Acer mengungkap harga Predator Atlas 8 mulai US$1.340 hingga hampir…
July 24, 2026 - 0

Valve Perbarui Wishlist & Gift Steam Menjadi Lebih Pintar

Valve memperbarui Steam dengan Wishlist yang lebih pintar serta sistem…
July 24, 2026 - 0

CEO SK Hynix Beri Peringatan, Krisis Memori Terburuk Diprediksi Terjadi di 2027

CEO SK Hynix memprediksi 2027 menjadi tahun terburuk bagi pasokan…