Review Duke Nukem Forever: Penantian 14 Tahun yang Sia-sia!

Reading time:
June 21, 2011

Kesimpulan

Duke Nukem Forever 851
King Nothing!

Empat belas tahun. Empat belas tahun! Waktu yang teramat lama untuk mengembangkan sebuah game yang didasarkan kepada satu franchise besar. Memang game ini lahir setelah melewati berbagai konflik ketidakpastian yang membelenggu, namun tentu saja tidak dapat dijadikan alasan pembenaran berbagai kelemahan yang dihadirkan Duke Nukem Forever di masa perilisannya. Gearbox tampak seperti memaksakan diri untuk menjual dan mengeluarkan sebuah game yang bahkan belum selesai dikerjakan. Visualisasi yang buruk, setting yang “hampa”, detais yang terkesan dua dimensi,  hingga waktu loading yang membuat frustrasi menjadi catatan buruk lahirnya kembali Duke Nukem ke industri game. Penebusan yang dilakukan Gearbox dengan menghadirkan karakter Duke yang memorable dan wanita-wanita seksi yang menemaninya tidak akan mampu mengobati kekecewaan para gamer. Duke Nukem Forever adalah sebuah cermin kegagalan dan ketidakseriusan dalam masa penggarapan.

Apakah gamer akan mampu mencintai game ini? Jika Anda merupakan penggemar berat Duke Nukem sejak dahulu, Duke Nukem Forever akan memberikan sedikit nuansa nostalgia lewat banyolan Duke yang “nakal”. Anda mungkin tidak akan banyak peduli dengan hal teknis yang dihadirkan. Namun jika Anda adalah gamer yang baru mengenal Duke Nukem dan semata-mata mencari Duke Nukem Forever untuk sebuah game FPS berkualitas, maka Anda akan mendapatkan kekecewaan yang mendalam. Saya tidak merekomendasikan game ini.

Kelebihan

Duke Nukem Forever 36
Berbagai lelucon lah yang "menyelamatkan" game ini.
  • Karakter Duke yang lahir kembali
  • Babes.

Kelemahan

Duke Nukem Forever 691
Bahkan desain Duke sebagai karakter utama, tidak dapat dikatakan baik
  • Visualisasi yang buruk.
  • Waktu Loading yang sangat lama.
  • Permainan yang monoton.
  • Setting yang kosong dan hampa.
  • Detail yang lemah.
  • Plot yang miskin dramatisasi.

Cocok untuk gamer:  yang jatuh cinta buta dengan Duke Nukem, gamer pria yang butuh sedikit memanjakan mata.

Tidak cocok untuk gamer: yang membutuhkan game FPS berkualitas, gamer pria yang tidak tertarik wanita.

Duke Nukem Forever 35
Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

July 8, 2026 - 0

Review ASUS Vivobook S14 OLED (S5406SAL): Baterai Awet, Bodi Ringkas, Multitasking Lancar

Bodi ASUS Vivobook S14 OLED Form Factor Clamshell Material Logam…
July 7, 2026 - 0

2 Tahun Laptop Snapdragon: Makin Kencang atau Makin Mengecewakan?

Eh, kalian sadar tidak? Laptop Snapdragon X Series itu udah…
July 4, 2026 - 0

Laptop Windows RAM Cuma 8 GB? Bisa Buat Apa? feat. Infinix XBOOK 15

Harga RAM naik tinggi banget dan sepertinya susah turun dalam…

Gaming

July 10, 2026 - 0

Valve Rilis Driver Sistem Operasi Windows untuk Steam Machine

Valve resmi merilis driver Windows untuk Steam Machine, memungkinkan instalasi…
July 10, 2026 - 0

Sony Tawarkan Diskon Ketika Pengguna Batalkan PlayStation Plus

Sony dikabarkan menawarkan diskon kepada pengguna yang hendak membatalkan PlayStation…
July 10, 2026 - 0

Roblox Update Sistem Pelaporan Supaya Lebih Informatif

Roblox memperbarui sistem pelaporan mereka dengan proses yang lebih sederhana,…
July 9, 2026 - 0

Petisi Menentang Kebijakan Sony Terus Mendapatkan Dukungan Besar

Petisi "Don't Kill the Disc" terus mendapatkan dukungan besar sebagai…