Buffalo USB 2.0 to HDMI converter: Satu Notebook, Tiga Monitor!

Reading time:
January 5, 2012

Penggunaan

Buffalo USB 2.0 to HDMI Converter sangat mudah dipasang dan digunakan. Setelah meng-install driver, Anda dapat langsung menancapkan perangkat ini ke komputer Anda. Beberapa detik kemudian, setelah proses inisiasi yang singkat, display HDMI eskternal pun langsung terdeteksi dan siap digunakan. Anda bisa menyetel konfigurasi layar seperti biasa lewat display properties.

buffalo usb20 to hdmi setup
Setelah instalasi driver, Buffalo USB 2.0 to HDMI Converter dapat langsung disambungkan ke komputer. Konfigurasi display dapat dilakukan seperti biasa lewat display properties.

Hingga dua buah Buffalo USB 2.0 to HDMI Converter bisa ditancapkan ke komputer sehingga Anda dapat memiliki dua display tambahan disamping keluaran display standar bawaan komputer. Untuk kebanyakan notebook yang hanya memiliki satu buah output display (D-SUB/VGA atau HDMI), ini berarti Anda bisa menggunakan hingga empat layar sekaligus. Praktis, bukan?

buffalo usb20 to hdmi monitor2
Anda bisa menggunakan tiga layar sekaligus dengan Buffalo USB 2.0 to HDMI Converter. Dalam gambar ini, monitor eksternal di sebelah kanan dikoneksikan ke output D-SUB/ HDMI notebook, sementara monitor di sebelah kiri dipasangkan ke unit konverter. Tambahkan satu unit Buffalo USB 2.0 to HDMI Converter lagi, dan Anda bisa menggunakan empat monitor sekaligus.

Multi-display output mungkin tidak terdengar luar biasa bagi pengguna desktop karena rata-rata video card keluaran terbaru sudah mendukung dua atau lebih output display. Akan tetapi, bagi pengguna notebook yang memerlukan lebih dari dua layar (pada notebook ditambah satu buah display eksternal), memiliki pilihan untuk memakai banyak monitor bisa sangat membantu. Lagipula, proses pemasangan Buffalo USB 2.0 to HDMI Converter sangat mudah dilakukan.

Buffalo USB 2.0 to HDMI Converter bisa menampilkan desktop (still picture) hingga resolusi full-HD 1920×1080. Sayangnya, saat dipakai untuk memutar video, terdapat beberapa anomali seperti playback yang terpatah-patah dan artifak. Ini terutama terlihat saat playback video ber-resolusi tinggi (HD 720p dan full-HD 1080p). Hal tersebut mungkin disebabkan oleh kecepatan interface USB 2.0 yang terbatas sehingga tidak mampu menangani arus data dalam jumlah besar seperti dalam kasus pemutaran video HD. Karena itu, Buffalo USB 2.0 to HDMI Converter lebih cocok dipakai untuk menampilkan gambar statis atau video ber-resolusi standard definition.

buffalo usb20 to hdmi monitor
Buffalo USB 2.0 to HDMI Converter mampu menampilkan keluaran video, tapi dengan beberapa batasan.

Kelemahan lainnya mungkin terletak di segi harga. Buffalo USB 2.0 to HDMI Converter dibanderol seharga US$65 (per 5 Januari 2012). Harga tersebut mungkin terasa cukup mahal bagi sebagian orang yang membutuhkan display tambahan.

Kesimpulan

Buffalo USB 2.0 to HDMI Converter adalah perangkat inovatif yang memungkinkan Anda menambah jumlah display dengan sangat mudah. Bentuknya pun kecil dan ringkas sehingga dapat dibawa ke manapun Anda pergi. Perangkat ini terutama cocok untuk pengguna mobile yang membutuhkan lebih dari dua buah perangkat monitor/proyektor yang harus dioperasikan sekaligus dari satu komputer.

Buffalo USB 2.0 to HDMI Converter hanya mendukung output HDMI, namun dengan semakin banyaknya perangkat display yang mendukung interface tersebut, hal tersebut rasanya bukan masalah berarti. Kekurangan yang agak membatasi fungsionalitasnya adalah kemampuan playback video yang minim (mungkin karena limitasi ketersediaan bandwidth) dan harga yang agak mahal. Apabila Anda tidak bermasalah dengan dua keterbatasan ini, Buffalo USB 2.0 to HDMI Converter dapat menjadi pilihan sarana menambah display eksternal yang praktis.

Buffalo USB 2.0 to HDMI Converter

Distributor: ECS Indo Jaya

Harga: US$65 (per 5 Januari 2012)

Kelebihan:

  • Mudah digunakan.
  • Berukuran kecil dan praktis.

Kekurangan:

  • Kemampuan playback video terbatas.
  • Harga agak mahal.
Share

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 29, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5i Gen 10: Laptop Gaming Premium dengan RAM 32 GB Paling Worth It?

Bodi Lenovo Legion Pro 5i Gen 10 Form Factor Clamshell…
October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Bodi Form Factor Clamshell atau laptop klasik Material Full Aluminum…
October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Bodi Infinix XBOOK 14 Neo Form Factor Clamshell Material Aluminium…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Bodi Form Factor Clamshell, atau laptop klasik Material Polikarbonat Warna…

Gaming

November 2, 2026 - 0

ATTACK SHARK Umumkan X60 Gaming Headset dengan Dock Charger RGB

ATTACK SHARK merilis headset gaming X60 yang dilengkapi dengan Dock…
November 2, 2026 - 0

Petit Planet Umumkan Tanggal Rilis & Versi Switch 2

Petit Planet akhirnya mengumumkan tanggal rilis resmi untuk PC dan…
November 2, 2026 - 0

EPOMAKER EM3 Hadirkan Mouse Gaming Carbon Composite nan Ringan

EPOMAKER M3 tawarkan mouse ringan yang menggabungkan material komposit serat…
November 2, 2026 - 0

EA Diklaim Tutup BioWare Demi Modal Membuat Star Wars Battlefront 3

Rumor terbaru mengklaim alasan utama di balik keputusan EA untuk…