Contraband: Film Laga Konvensional dengan Bumbu yang Lengkap

Reading time:
January 24, 2012

Dengan banyaknya film yang diadaptasi dari komik, rasanya film laga konvensional sudah kehilangan daya tariknya. Aksi pahlawan super yang memerangi kejahatan dengan cara-cara yang spektakuler, beserta dengan segudang adegan yang dihiasi efek CGI yang memukau, telah meninggalkan rasa tawar ketika menyaksikan film laga yang hanya bersandar kepada aksi baku hantam dan baku tembak kuno. Namun, film yang satu ini membuktikan bahwa pemikiran tersebut salah.

Contraband, sebuah remake dari film asal Islandia berjudul Reykjavik-Rotterdam, bercerita mengenai Chris Farraday (Mark Wahlberg), seorang mantan penyelundup yang terpaksa kembali ke dunia kriminal demi membantu adik iparnya, Andy (Caleb Landry Jones), membayar hutang kepada kepala gangster bernama Tim Briggs (Giovanni Ribisi). Andy berhutang USD700 ribu karena telah membuang kokain selundupan Briggs ketika petugas pabean menghampiri kapal mereka. Chris hanya memiliki waktu dua minggu untuk mendapatkan uang tersebut sebelum keluarganya dihabisi. Ia pun berpaling kepada teman-teman lamanya, Danny Raymer (Lukas Haas) dan Sebastian Abney (Ben Foster), untuk membentuk tim yang akan membantunya menyelundupkan uang palsu sebesar USD10 juta dari Panama.

Selama proses penyelundupan berlangsung, beragam halangan pun harus dihadapi oleh Chris dan krunya. Dari barang selundupan yang tidak sesuai, ancaman dari gangster setempat, hingga nasib mereka yang dikejar-kejar oleh pihak berwajib. Di rumah pun istri Chris, Kate (Kate Beckinsale), dan kedua anaknya yang ditemani oleh Abney pun tidak bisa duduk santai. Briggs tak kunjung henti melancarkan sejumlah ancaman dan kekerasan fisik kepada mereka untuk mendorong Chris dalam menyelesaikan misinya.

Kombinasi Bumbu Laga yang Panas dan Menegangkan

Siapakah Baltasar Kormákur? Pertanyaan tersebut sempat terlintas di pikiran saya ketika melihat nama tersebut melintas di opening credit Contraband. Sutradara asal Islandia ini baru memiliki enam film di bawah namanya, tetapi empat di antaranya ditayangkan di festival film internasional dan beberapa di antaranya bahkan berhasil meraih penghargaan. Film pertamanya yang berjudul 101 Reykjavík (2000) berhasil mendapat Discovery Film Award di Toronto International Film Festival. Kesukesan itu berlanjut dengan film The Sea (2002) yang meraih FIPRESCI Prize di Istanbul Internatinal Film Festival 2003 dan terus berlanjut hingga Inhale (2010) yang ditayangkan di Hamptons International Film Festival.

Segudang prestasi, ditambah dengan pengalamannya memerankan tokoh utama dalam film Reykjavik-Rotterdam, menjadikan Kormákur sebagai orang yang tepat untuk menggarap film remake ini. Ia pun membuktikan kebolehannya dengan menghadirkan semua bumbu yang tepat untuk membuat penonton Contraband terus duduk di ujung kursi dengan penuh ketegangan selama film berlangsung. Adegan yang menempatkan para tokoh protagonis dalam kondisi yang mendesak, penuh stres, dan rasa panik kerap dihadirkan. Seperti ketika Chris dan Raymer terjebak di tengah baku tembak antar polisi dan gangster tanpa terlihat celah aman untuk melarikan diri, atau beragam adegan mengejar waktu yang mengancam kesuksesan aksi penyelundupan.

Bukan film kriminal jika tokoh utama dan teman-temannya tidak memiliki metode jitu dalam menyelesaikan misi mereka. Film Contraband pun dilengkapi dengan bumbu tersebut. Cara-cara yang dilakukan Chris untuk menyukseskan misinya mengundang sejumlah tanda tanya di benak penonton. Selain itu, Kormákur tidak lupa menambahkan bumbu darah, kekerasan, intimidasi, serta pengkhianatan dalam film ini. Setiap aktor yang berperan dalam film ini pun menunjukkan kemampuan aktingnya dengan baik dalam menciptakan adegan-adegan yang terasa natural. Kesimpulannya, Contraband menunjukkan bahwa film laga konvensional masih mampu menarik hati para penonton.

Tanggal rilis:
13 Januari 2012

Genre:
Action, Crime, Drama

Durasi:
109 menit

Sutradara:
Baltasar Kormákur

Pemeran:
Mark Wahlberg, Kate Beckinsale, Ben Foster, Giovanni Ribisi

Studio:
Universal Pictures

Load Comments

Gadget

January 4, 2021 - 0

Review Samsung Galaxy A12: Kamera Keren, RAM dan Storage Besar

Tidak semua smartphone dirancang untuk menjadi smartphone gaming, seperti yang…
December 7, 2020 - 0

Smartphone Terbaik 2020: Rp 3 – 4 Juta

Kalian sudah menyaksikan daftar smartphone terbaik 2020 versi kami? Setelah…
November 28, 2020 - 0

Review Vivo V20 SE: Desain Mewah, Produktivitas Lengkap

Setelah sebelumnya kami melakukan review untuk produk Vivo V20, kini…
November 26, 2020 - 0

Gaming Test Snapdragon 665: Masih Layakkah di 2020?

Snapdragon 665 adalah SoC kelas menengah yang cukup berjaya di…

Laptop

January 4, 2021 - 0

Review Samsung Galaxy A12: Kamera Keren, RAM dan Storage Besar

Tidak semua smartphone dirancang untuk menjadi smartphone gaming, seperti yang…
December 7, 2020 - 0

Smartphone Terbaik 2020: Rp 3 – 4 Juta

Kalian sudah menyaksikan daftar smartphone terbaik 2020 versi kami? Setelah…
November 28, 2020 - 0

Review Vivo V20 SE: Desain Mewah, Produktivitas Lengkap

Setelah sebelumnya kami melakukan review untuk produk Vivo V20, kini…
November 26, 2020 - 0

Gaming Test Snapdragon 665: Masih Layakkah di 2020?

Snapdragon 665 adalah SoC kelas menengah yang cukup berjaya di…

Gaming

January 14, 2021 - 0

Gamer Habiskan Total 31,3 Miliar Jam Waktu Bermain di Steam Sepanjang 2020

Jika ada satu industri yang meraih keuntungan besar dari situasi…
January 14, 2021 - 0

EA Akan Tetap Ikut Tangani Game Star Wars

Mengejutkan adalah kata yang tepat untuk menjelaskan berita yang keluar…
January 14, 2021 - 0

Demo Game Indonesia – BIWAR: The Legend of Dragon Slayer Kini Tersedia!

Menjadi salah satu game racikan lokal yang cukup diantisipasi, banyak…
January 14, 2021 - 0

CD Projekt Red Minta Maaf Secara Terbuka Terkait Cyberpunk 2077

Berangkat dari salah satu game yang paling diantisipasi di tahun…