[PR] XL Indonesia Berprestasi Award 2011
Inti Cassava Raih Hadiah Rp. 100 Juta
Jakarta, 30 Januari 2012, Melalui Indonesia Berprestasi Award (IB Award), PT XL Axiata Tbk (XL) terus mencoba membangun tradisi menghargai sekaligus mendukung kerja keras warga negara Indonesia yang mendedikasikan dirinya dalam perbaikan kualitas hidup masyarakat luas. Setelah melalui masa pendampingan selama 3 bulan untuk mengimplementasikan program yang dijalankannya masing-masing peraih IB Award 2011, akhirnya Inti Cassava terpilih sebagai Best of the Best Indonesia Berprestasi Award 2011 dan meraih hadiah Rp 100 juta. Selain Inti Cassava, Dewan Juri IB Award 2012 juga menetapkan Rukmini Paata Toheke sebagai The Most Inspiring Social and Culture Activist. Untuk itu, Rukmini menerima hadiah Rp 50 juta.
Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi mengatakan, “XL sangat berharap program IB Award tidak hanya sekadar wacana, tetapi juga berupa tindakan nyata. Karena itu, pada penyelenggaraan kali ini, XL memberikan dukungan pengembangan kapasitas kelembagaan kepada para peraih penghargaan agar mampu memaksimalkan manfaat kerja kerasnya bagi komunitas/masyarakat yang juga lebih luas. Hari ini, kita akan melihat sendiri sejauhmana teman-teman kita yang merupakan finalis IB Award 2011 mampu mengukir prestasi dan buah karya setelah 3 bulan mendapatkan bimbingan dari program IB Award.”
IB Award 2011 telah menyelesaikan babak paling akhir penentuan peraih hadiah Rp 100 juta. Ada 5 peserta yang merupakan peraih IB Award 2011, yaitu Rukmini Paata Toheke (Seni & Budaya), Credit Union Pancur Solidaritas (Lintas Kategori/Kelompok), Valencia Mayke Randa (Kewirausahaan Sosial). Sementara itu untuk Penghargaan Khusus (Special Recognition) terpilih pemenang yaitu Andi Arfan Sabran, serta Nata De Cassava. Sebelumnya, selain pendampingan, mereka juga telah mendapatkan dana insentif Rp 25 – 50 juta dari XL untuk bekal mengimplementasikan peningkatan program yang dikembangkannya.

Para peraih IB Award 2011 tersebut terpilih dari 9 finalis yang merupakan hasil seleksi dari 621 kandidat yang ikut serta IB Award 2011 ini. Mereka selanjutnya akan saling berkompetisi untuk meraih predikat Best of The Best dan memenangi hadiah Rp 100 juta,
Kepada setiap peraih IB Award XL memberikan, piagam penghargaan, dan dana insentif masing-masing sebesar Rp.50 juta. Selain itu, mereka juga mendapatkan pelatihan atau pembekalan berupa program pemberian “ilmu” tambahan yang meliputi: Manajemen Diri (antara lain motivasi, manajemen waktu, kreatifitas, komunikasi) dan berbagai tips untuk pengembangan diri. Tujuan utama pembekalan adalah agar mereka dapat mengembangkan prestasinya dengan memajukan sisi Performa, Keberlanjutan (sustainability), dan dampak sosial yang lebih baik.
IB Award 2011 terdiri dari 4 kategori, yaitu Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Kewirausahaan Sosial, Seni dan Budaya, serta lintas kategori (cross-category). Dewan Juri terdiri dari Prof. Dr.Umar Anggara Jenie (Ketua LIPI), DR. Ninok Leksono (wartawan senior dan akademisi), Adrie Subono (pengusaha), Dr. Imam B Prasodjo (Sosiolog dan penggiat masyarakat sipil), Atiqah Hasiholan (Artis), serta Dian Siswarini (Teknologi, Content & New Business XL).
Indonesia Berprestasi Award (IBA), merupakan sebuah penghargaan terhadap warga negara Indonesia yang terus berkarya dan memberikan kontribusi secara nyata bagi masyarakat Indonesia. Selain itu, program ini pada dasarnya juga merupakan persembahan XL memajukan Indonesia secara berkelanjutan dimana sudah diselenggarakan kali pertama pada tahun 2007 yang lalu, dan selama ini telah berhasil menjaring beberapa anak bangsa yang telah berprestasi demi kemajuan bangsa.
Penghargaan IBA antara lain telah diberikan kepada Frederik Sitaung – seorang guru di pelosok hutan Merauke Papua yang telah mengabdi selama sekitar 20 tahun, Sudiyanto – warga Banyumas yang berhasil membuat mesin pompa air tenaga air yang sangat berguna bagi masyarakat petani pedesaan yang kekurangan pengairan, Toto Sugito – inisiator gerakan Bike to Work, Gola Gong – pendiri tempat belajar dan berkarya Rumah Dunia bagi anak-anak di Banten, Susi Pudjiastuti – pengusaha sukses asal Pangandaran yang memberdayakan dan mengangkat perekonomian nelayan di berbagai pelosok Indonesia, serta Bambang Suwerda – pendiri Bank Sampah di Bantul yang berhasil mengubah pandangan masyarakat dalam mengelola sampah.
Tahun lalu, penerima IB Award antara lain adalah Masril Koto seorang petani Minangkabau yang mendirikan bank petani, Eko Suprianto penari kelas dunia yang tetap mengajarkan tari tradisional Indonesia kepada anak-anak, serta Alvin Leonardo siswa SMA yang menciptakan antivirus ampuh dan dipakai di seluruh dunia. Dan masih banyak warga negara berprestasi lainnya yang telah mendapat penghargaan IBA sejak tahun 2007.

















