Bagaimana Kabar Gelang Power Balance Saat Ini?

Reading time:
March 20, 2012
power balance

Teknologi memang diciptakan dengan satu tujuan utama, untuk membuat semua aspek kehidupan manusia bergerak lebih efektif dan efisien, atau dengan kata lain: lebih mudah. Namun nyatanya, ketergantungan manusia pada teknologi justru menimbulkan potensi lain yang berbahaya, salah satunya adalah tindak penipuan. Untuk urusan yang satu ini, selama dua tahun terakhir ini, dunia memang harus diakui telah terperdaya dengan “teknologi” tipuan yang pantas dikategorikan sebagai kebohongan terbesar dekade ini. Benar sekali, kita sedang membicarakan gelang “luar biasa”: Power Balance yang sempat menjadi tren.

Hampir sebagian besar dari kita tentu mengenal gelang yang satu ini. Dengan hologram berkilau yang ada pada dirinya, produk ini diklaim mampu membuat penggunanya lebih gesit, fleksibel, dan seimbang. Dengan menggunakan banyak tokoh publik ternama di bidang olahraga, Power Balance perlahan namun pasti mulai “menakhlukkan” dunia, termasuk di Indonesia. Namun apa yang terjadi? Penelitian yang ada membuktikan bahwa gelang yang satu ini hanyalah sebuah produk penipuan yang sama sekali tidak memberikan khasiat apapun. Sederhananya? Sebuah gelang karet biasa yang dijual dengan harga sekitar USD 30 atau Rp 300.000,- di kala itu. Dunia pun berang dan Power Balance kian mundur.

Dengan ditariknya sebagian besar produk yang berada di pasaran, nama Power Balance seperti tenggelam begitu saja. Jadi, apa kabar gelang yang satu ini? Setelah sempat mengumpulkan keuntungan hingga USD 50 juta di akhir tahun 2010, Power Balance mengalami pukulan telak selama penjualan di tahun 2011 silam. Data terakhir menunjukkan bahwa mereka hanya mampu mengumpulkan keuntungan USD 20 juta di Oktober 2011. Dengan penurunan yang begitu drastis ini, perusahaan ini akhirnyan menyatakan diri bangkrut dan terbuka untuk penawaran. Percaya atau tidak, sebuah perusahaan besar dari China – Contec Corp memutuskan untuk mengakuisisinya dengan harga hanya USD 8 juta.

power balance wear

Walaupun informasi tentang gelang yang satu ini telah menyebar luas di seluruh dunia, namun masyarakat yang tinggal di negara dengan sensor yang  ketat kemungkinan besar bahkan tidak pernah mendengar tentang Power Balance sama sekali, termasuk China. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika perusahaan China berniat untuk memboyong produk yang satu ini ke daratan mereka. Dengan informasi yang minim dan kepercayaan yang kental akan pengobatan alternatif, masyarakat China tumbuh menjadi “pasar potensial” bagi kelahiran kembali produk yang satu ini.

Secara legal, keputusan akuisisi ini sendiri sudah disahkan olen Badan Kebangkrutan di Santa Ana, namun publik ternyata terus melawan. Salah satu pengacara yang bergerak di bidang perlindungan konsumen – Fillippo Marchino menyatakan bahwa keputusan ini tidak ubahnya melegalkan Power Balance untuk berpindah dan menipu penduduk China dalam jumlah besar. Minimnya pengawasan konsumen di negara tirai bambu tersebut juga akan membuat langkah ini semakin “berbahaya”. Pihak Power Balance sendiri membela diri dengan mengatakan bahwa produk mereka akan masuk secara legal ke negara tersebut dan mematuhi semua hukum dan ketentuan yang berlaku di sana.

Bagaimana dengan Anda sendiri? Apakah Anda masih sempat melihat gelang-gelang dengan merk yang satu ini terikat jelas di tangan orang-orang yang Anda kenal?

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

July 14, 2026 - 0

Review Lenovo IdeaPad Pro 5a (14AGP11): Desain Makin Mewah, Bodi Kokoh, Performa Mantap!

Kalau denger laptop dengan nama “Pro”, apa yang ada di…
July 8, 2026 - 0

Review ASUS Vivobook S14 OLED (S5406SAL): Baterai Awet, Bodi Ringkas, Multitasking Lancar

Nyari laptop yang baterainya tahan seharian? Kalian harus tonton pembahasan…
July 7, 2026 - 0

2 Tahun Laptop Snapdragon: Makin Kencang atau Makin Mengecewakan?

Eh, kalian sadar tidak? Laptop Snapdragon X Series itu udah…
July 6, 2026 - 0

Review Acer Swift Go 14 AI Pro Edition: Ringan, Ringkas, Baterai Awet dan Bisa Gaming?

Laptop se-tipis, se-ringan dan se-cantik ini bisa main game Triple-A?…

Gaming

July 15, 2026 - 0

Asosiasi Retail Inggris Kecam Keputusan PlayStation Tinggalkan Game Fisik

Asosiasi retail game di Inggris mengecam keputusan PlayStation menghentikan game…
July 15, 2026 - 0

Palworld 1.0 Kembali Sukses Besar di Steam

Peluncuran Palworld 1.0 kembali menjadi kisah sukses, dengan berhasil menarik…
July 15, 2026 - 0

GameSir Bangkitkan Nostalgia Xbox Lewat Controller T7 Pro Retro Green

Produsen controller kawakan GameSir merilis T7 Pro Retro Green dengan…
July 15, 2026 - 0

Samsung Perkenalkan OBLYX, Layar OLED Khusus Gaming Laptop

Samsung Display memperkenalkan OBLYX, brand OLED khusus gaming laptop dengan…