Titanic 3D: Film Berformat 3D dengan Sensasi 2D

Reading time:
April 10, 2012
Titanic 3D

Tidak ada yang meragukan kemampuan James Cameron semenjak salah satu masterpiece-nya sukses besar dari segi pendapatan dan prestasi di ajang-ajang penghargaan. Saya berbicara mengenai Titanic, film drama romantic epik yang mengadaptasi dari kisah nyata tenggelamnya kapal Titanic di tahun 1912. Film ini mengisahkan jalinan asmara dua sejoli, Jack dan Rose, yang bertemu di kapal dan menjalin asmara. Satu hal yang menarik dari kisah Jack dan Rose adalah kesetiaan yang mereka punya untuk satu sama lain sampai mereka terpisahkan oleh kematian, membuat kisah Jack dan Rose menjadi kisah cinta tragis yang legendaris, sejajar dengan kepopuleran kisah Romeo dan Juliet. Salah satu film romantis yang harus ditonton!

11474

Dilihat dari segi lainnya, film ini memiliki banyak kelebihan, mulai dari cinematografi, kostum, kualitas akting para pemainnya, dan yang paling penting adalah teknologi yang digunakan untuk menggarap film ini. James Cameron memang tidak main-main saat membuat film ini. Ia “menguras” dana hingga 200 juta dollar untuk membangun set menyerupai lautan Atlantik dan juga membuat replika Titanic. Hasilnya, sebelas piala Oscar berhasil diraih dan nyaris dua milyar juta dollar berhasil dikumpulkan dari perilisan di seluruh dunia.

Kembalinya Titanic dalam Format 3D

Film legendaris ini masih bertahan di benak setiap orang sehingga kemunculannya kembali memberikan sentilan sentimentil tersendiri bagi yang menyaksikannya. Apalagi, banyak orang yang tergoda untuk menyaksikannya kembali karena dirilis dalam format 3D. Adakah perbedaan signifikan dari versi awalnya?

11478

Ketika mencoba mengingat-ingat tiap adegan di film ini yang terakhir kali saya saksikan 15 tahun  lalu, saya sedikit berharap akan mendapatkan sensasi 3D yang menakjubkan di adegan-adegan tertentu—khususnya adegan di bawah laut, saat penemuan bangkai kapal tersebut dan saat detik-detik terakhir sebelum kapal tersebut tenggelam. Sayangnya, yang saya lihat adalah film dengan kualitas yang nyaris sama dengan yang saya saksikan 15 tahun lalu. Satu-satunya perbedaan yang terlihat adalah kualitas gambarnya yang lebih tajam. Tidak ada sensasi real yang sering saya rasakan ketika menyaksikan film-film berformat 3D. Proses konversi ke format 3D yang dilakukan Fox justru terlihat seperti proses pemburaman film lalu penonton diminta untuk menggunakan kacamata khusus agar dapat menyaksikan film itu untuk mendapatkan kualitas gambar yang prima. So meaningless

Bagi saya, perilisan kembali Titanic dalam format 3D hanya sebagai pendompleng kesuksesan yang pernah diraih 15 tahun lalu. Penonton diming-imingi sensasi 3D dengan harapan akan dapat merasakan hal yang berbeda dari sebelumnya—di samping sensasi mellow ketika menyaksikan kisah cinta tragis Jack dan Rose.

11456 11483

Sayangnya, bagi saya, rencana tersebut tidak tereksekusi dengan baik. Sepanjang tiga jam, saya menantikan saat itu tiba—saat saya bisa berseru, “Wow! 3D!”, tetapi saya tidak mendapatkan sensasi apa pun—kecuali rasa haru yang kembali terasa ketika melihat perjuangan Jack dan Rose.

Menyaksikan ulang film lawas di bioskop dengan menguras kantong lebih dalam untuk tiket 3D—tanpa sensasi berarti? Bagi saya itu sama sekali tidak worth it.

 

Tanggal rilis:
4 April 2012

Genre:
drama

Durasi:
194 menit

Sutradara:
James Cameron

Pemain :
Leonardo Dicaprio, Kate Winslet, Billy Zane, Frances Fisher, Gloria Stuart, Bill Paxton

Studio:
20th Century Fox

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

July 14, 2026 - 0

Review Lenovo IdeaPad Pro 5a (14AGP11): Desain Makin Mewah, Bodi Kokoh, Performa Mantap!

Kalau denger laptop dengan nama “Pro”, apa yang ada di…
July 8, 2026 - 0

Review ASUS Vivobook S14 OLED (S5406SAL): Baterai Awet, Bodi Ringkas, Multitasking Lancar

Nyari laptop yang baterainya tahan seharian? Kalian harus tonton pembahasan…
July 7, 2026 - 0

2 Tahun Laptop Snapdragon: Makin Kencang atau Makin Mengecewakan?

Eh, kalian sadar tidak? Laptop Snapdragon X Series itu udah…
July 6, 2026 - 0

Review Acer Swift Go 14 AI Pro Edition: Ringan, Ringkas, Baterai Awet dan Bisa Gaming?

Laptop se-tipis, se-ringan dan se-cantik ini bisa main game Triple-A?…

Gaming

July 15, 2026 - 0

Steam Controller Bisa Dipakai di PS5, Xbox, dan Switch via Mod Open Source

Berkat bantuan mod open source, Steam Controller kini bisa digunakan…
July 14, 2026 - 0

NVIDIA Pamerkan RTX 5080 Bertema Game Gacha di Bilibili World 2026

NVIDIA memamerkan sejumlah GeForce RTX 5080 bertema game gacha di…
July 14, 2026 - 0

Lenovo Hentikan Handheld G02 yang Tersandung Isu ROM Ilegal

Lenovo resmi menghentikan handheld retro G02 setelah kontroversi gunakan ROM…
July 14, 2026 - 0

Valve Jelaskan “Red Line of Death” di Steam Machine

Valve luruskan kesalahpahaman akan "Red Line of Death" di Steam…