Pesawat Elektrik Pertama Siap Diuji Coba Tahun ini

Reading time:
May 4, 2012

Jika selama ini sudah banyak perusahaan menciptakan motor dan mobil elektrik, mengapa tidak dibuat pesawat elektrik? Risiko untuk menciptakan pesawat elektrik memang jauh lebih besar karena ukurannya yang cukup besar dan daya tempuhnya yang relatif jauh.

Selama bertahun-tahun, para peneliti menghadapi dua hambatan besar dalam pembuatan pesawat eletrik, yaitu bobot baterai yang terlalu berat dan tidak memenuhi kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan untuk menerbangkan pesawat terbang. Ini menjadi permasalahan utama karena perancangan sebuah kendaraan selalu berkaitan dengan keselamatan penumpang. Namun, beberapa tahun belakangan, rak baterai kendaraan elektrik telah berubah menjadi lebih ringan dan efisien yang memungkinkan penggunaannya untuk pesawat.

Musim semi ini, Volta Volare akan menguji coba pesawat elektrik berpenumpang empat, GT4. Pesawat ini didesain dengan standar pesawat pada umumnya yang ditenagai oleh mesin hibrd bertenaga kuda yang mirip dengan yang dimiliki Chevrolet Volt, lengkap dengan mesin cadangan berbahan bakar bensin. GT4 memiliki sayap pendek tambahan yang diletakkan di dekat hidung pesawat dan sebuah baling-baling yang dipasang di bagian belakang pesawat untuk “mendorong” pesawat saat terbang di udara. Desainnya yang memiliki tiga sayap membuat para teknisi memiliki banyak pilihan untuk meletakkan baterai.

GT4

Baling-baling pesawat ini dibuat dari campuran karbon yang membuatnya lebih ringan dibandingkan baling-baling yang terbuat dari metal atau kayu. Walau begitu, baling-baling tersebut diklaim cukup kuat untuk menahan torsi berat yang diproduksi oleh motor elektrik.

Mesin elektrik GT4 terbuat dari gabungan dua motor yang “dikemas” dalam lapisan aluminium. Mesin tersebut dapat mencapai 600 tenaga kuda. Menariknya, mesin elektrik ini tidak memerlukan perawatan berkala yang cukup merepotkan layaknya mesin konvensional. Pengecekan mesin elektrik dapat dilakukan hanya dengan menghubungkannya dengan laptop melalui kabel USB.

GT4 dapat menempuh jarak hingga 300 mil dengan daya baterai saja. Namun, ketika indikator daya baterai mencapai 25%, secara otomatis mesin berbahan bakar minyak akan aktif. Mesin tersebut menghasilkan listrik sehingga di saat bersamaan mengisi ulang baterai pesawat. Berbicara mengenai baterai, GT4 ditenagai baterai  lithium polymer berbobot 900 pon yang menjadi sumber energi yang akan menjalankan motor elektrik. Sebagai cadangan, mesin berbahan bakar bensin juga disertakan yang memiliki tangki yang bisa menampung 23 galon bahan bakar yang dapat digunakan untuk terbang sejauh 1.000 mil.

Pesawat elektrik diklaim menghabiskan biaya yang lebih sedikit dibandingkan pesawat konvensional. Sebuah pesawat terbang elektrik yang menempuh jarak 200 mil memerlukan US$20, itu setara dengan US$80 untuk pesawat berbahan bakar bensin.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…

Gaming

May 6, 2026 - 0

Xbox Hentikan Integrasi Asisten AI Copilot di Console Mereka

Pimpinan Xbox secara resmi menghentikan pengembangan asisten berbasis AI Copilot…
May 6, 2026 - 0

Unity Resmi Luncurkan Unity AI Beta Untuk Buat Game via Prompt

Unity resmi memperkenalkan Unity AI Beta, tools berbasis AI yang…
May 6, 2026 - 0

Battlefield 6 Season 3 Bawa Kembali Map Ikonik Golmud Railway

Battlefield 6 resmi rilis trailer baru untuk Season 3 dengan…
May 6, 2026 - 0

ARC Raiders Mulai Terapkan Regional Pricing

Embark Studios resmi menerapkan regional pricing untuk ARC Raiders mulai…