Mantan Petinggi Google Ditunjuk Yahoo Sebagai CEO Baru

Author
Deliusno
Reading time:
July 17, 2012

Akhirnya, Yahoo mendapatkan pemimpin tetap! Marissa Mayer, salah satu (mantan) petinggi Google, telah setuju untuk menduduki jabatan pemimpin di Yahoo, Chief Executive Officer (CEO) dan President.

marissa mayer 600

Beberapa waktu belakangan ini, Yahoo memang belum berhasil menemukan pemimpin yang tepat. Dua CEO Yahoo sebelumnya, Carol Bartz dan Scott Thompson, hanya bekerja dalam waktu yang sangat singkat di Google. Bartz harus angkat kaki dari Yahoo setelah tidak mampu menghasilkan pendapatan yang cukup bagi Yahoo. Sedangkan Thompson terkena kasus pemalsuan ijazah gelar sarjana, sehingga ia pun harus meninggalkan Yahoo.

Mayer, lewat press rilis resmi, berkata, “Saya merasa terhormat dan gembira untuk memimpin Yahoo, satu dari tujuan premier internet dengan lebih dari 700 juta pengguna. Saya ingin segera bekerja dengan karyawan perusahaan untuk menghadirkan produk inovatif, konten, dan mempersonalisasikan pengalaman kepada pengguna dan pengiklan dari seluruh penjuru dunia”.

Siapakah sebenarnya Marissa Mayer? Mayer adalah salah satu orang penting di Google. Ia telah bergabung selama 13 tahun di Google. Bahkan, Mayer merupakan salah satu karyawan pertama Google. Ia merupakan karyawan nomor 20 di perusahaan tersebut.

Di Google, Mayer memiliki peran yang besar. Sebelum memutuskan untuk keluar, Mayer menduduki jabatan Vice President of Local, Maps, and Lovation Services. Ia bertugas untuk melakukan manajemen produk, engineering, desain, dan strategi untuk produk-produk geographical Google, termasuk Google Maps, Google Earth, Zagat, Street View, dan pencarian lokal, untuk desktop dan mobile.

Selama 13 tahun berkarir di Google, Mayer telah meluncurkan 100 produk dan feature baru Google.

Mayer merupakan satu dari beberapa wanita yang menjadi pemimpin di perusahaan industri teknologi. Beberapa pemimpin wanita lainnya adalah Meg Whitman, CEO dari HP, dan Virginia M. Rometty, pemimpin IBM.

Banyak pengamat yang menilai tepat putusan Yahoo dalam merekrut Mayer. Apakah inovasi dari Mayer mampu menyelamatkan Yahoo dari keterpurukan? Kita tunggu saja kiprahnya!

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…

Gaming

April 30, 2026 - 0

Film Nintendo Berikutnya Garapan Illumination Dikabarkan Rilis April 2028

Sebuah film Nintendo baru garapan Illumination dilaporkan muncul di jadwal…
April 30, 2026 - 0

Nama WUCHANG: Fallen Feathers Dibeli Digital Bros

Digital Bros resmi membeli IP WUCHANG: Fallen Feathers dari Chengdu…
April 30, 2026 - 0

Windrose Janjikan Daerah Baru Bernama Ashlands via Roadmap

Windrose bagikan roadmap terbarunya dengan janji akan bawakan daerah baru…
April 29, 2026 - 0

EA Sebut 85 Persen Proses QA Mereka Kini Sudah Gunakan AI

EA mengungkap sekitar 85 persen proses quality assurance mereka kini…