Perlukah Anda Melakukan Rooting?

Reading time:
November 22, 2012

5. Tethering untuk Android lama

Root Tether

Bagi mereka yang tidak mendapatkan upgrade ke sistem operasi Android Froyo (2.2), tentu saja tidak akan mendapatkan fasilitas tethering. Tethering akan membagi koneksi internet yang berjalan pada perangkat Android dengan jalur USB, WiFi, maupun Bluetooth ke perangkat lain yang dapat menerima, seperti PC, notebook, ataupun perangkat smartphone dan tablet lainnya. Dengan melakukan rooting, Anda dapat menginstalasikan aplikasi tethering yang telah banyak tersedia di Google Play. Tentu saja, hal ini mengharuskan pengguna untuk melakukan rooting pada perangkat Android mereka.

6. Menginstalasikan Aplikasi yang Mengharuskan Anda untuk Melakukan Root

Root Application

Tidak sedikit aplikasi yang ada pada Google Play ditujukan khusus untuk perangkat Android yang telah di-root. Selain untuk poin nomor 5 dan nomor 2 di atas, masih ada banyak lagi aplikasi yang mengharuskan Anda untuk melakukan rooting. Anda dapat memilih aplikasi gratis seperti Ad-Free, Avast Anti Theft, Barnacle Tethering, SetCPU, No-Frills CPU Control, Busybox, ReScan Media Root, Link2SD, Undelete, GL to SD, Start-up Manager, Boot Animation, dan segudang aplikasi lainnya di Google Play.

7. Meningkatkan Kinerja dengan Melakukan Setting RAM

Supercharger Script

Meningkatkan kinerja sebuah Android tidak melulu harus melakukan overclocking. Ada sebuah script yang dibuat oleh seorang developer yang bernama zeppelinrox untuk membuat supaya manajemen memori perangkat Android menjadi lebih baik. Script yang bernama Supercharger V6 ini tentu membutuhkan akses root. Percaya tidak percaya, karena penulis sendiri selalu menggunakan script ini, membuat sebuah perangkat Android menjadi lebih responsif dan seringkali meningkatkan kinerja sistem.

8. Menginstalasikan Custom ROM

ROM Installation

Apakah custom ROM berbahaya? Bisa iya bisa tidak. Akan berbahaya jika Anda tidak membaca terlebih dahulu panduan instalasi serta komentar dari orang-orang yang telah memakainya. Lalu apakah custom ROM mengandung malware? Sampai saat ini, kami tidak melihat keuntungan para developer untuk memasukkan malware ke dalam custom ROM mereka. Dari sekian banyak Custom ROM yang pernah kami tes, tidak satu pun memiliki malware. Tentunya, jika sebuah custom ROM memiliki sebuah malware, sang developer sudah pasti dicerca oleh para pemakainya dan tidak lagi dipercaya.

Custom ROM sendiri pada dasarnya disediakan langsung oleh Google lewat proyek AOSP (Android Open Source Project) setelah mengeluarkan ROM standar mereka untuk jajaran Google Nexus. Custom ROM seringkali diinstalasikan dengan menggunakan CWM. Akan tetapi, dengan aplikasi ROM Manager, Anda dapat langsung melakukan instalasi saat ROM standar Anda berjalan. Dengan aplikasi yang sama pula, Anda dapat melakukan instalasi CWM.

9. Meningkatkan Kinerja Locking GPS

GPS Locking

Pada sebuah sistem Android, ada sebuah file yang bernama GPS.Conf. Sayangnya, file tersebut ada pada partisi /system/etc. Oleh karena itu, untuk melakukan editing terhadap file tersebut, rooting mutlak diperlukan. Pada file ini, Anda dapat mengganti berbagai macam setting agar sang GPS mudah mendapatkan bantuan dari sinyal seluler Anda. Pada sebuah pengujian yang kami lakukan, dengan setting yang tepat, sebuah perangkat Android yang tadinya mendapatkan locking satelit lebih dari 60 detik setelah dilakukan editing akan meningkat waktunya menjadi sekitar 20 detik. Bahkan pada beberapa kasus bisa mendapatkan locking satelit di bawah 10 detik!

10. Gaya

rooted

Tentunya ada sebuah perasaan seperti “selangkah lebih maju” dibandingkan dengan pengguna Android lainnya saat Anda telah melakukan rooting. Cobalah bertanya kepada mereka yang memiliki Android. Jika mereka belum atau masih takut dalam melakukan rooting, jelaskan kepada mereka pengalaman perangkat Anda yang telah di-root. Atau beritahukan saja artikel ini kepada mereka. Bisa jadi, Anda dicap sebagai orang yang lebih mengerti mengenai perangkat Android dibandingkan mereka.

Jadi, jika kami ditanyakan apakah perlu melakukan rooting, berdasarkan 10 alasan (dan mungkin lebih dari) di atas, kami akan menjawab YA. Walaupun begitu, keputusan kembali lagi kepada Anda para pengguna Android, karena hal tersebut berimbas pada hilangnya garansi perangkat yang dilindungi selama setahun tersebut serta kemungkinan mati totalnya perangkat Anda. Oleh karena itu, sekali lagi semua tergantung keputusan Anda. Tanpa rooting pun, Android dapat berjalan dengan normal, walaupun menurut kami tidak optimal.

Kami pun mengerti bahwa masih banyak alasan lain mengapa rooting dibutuhkan. Oleh karena itu, silahkan Anda meninggalkan komentar di bawah ini. Dan ingat bahwa walaupun kami menganjurkan untuk mengoptimalkan perangkat Android Anda, Jagatreview sama sekali tidak bertanggung jawab terhadap apapun yang terjadi kepada Anda ataupun perangkat Anda.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 8, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook Ultra (2026): Ultra Tipis, Ultra Kencang, Ultra Irit

Bodi ASUS ExpertBook Ultra (2026) Form Factor Clamshell Material Bodi…
April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Bodi Form Factor Clamshell atau Laptop Klasik Material Metal untuk…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Bodi Acer Predator Helios 16 AI Nah untuk desain, ini…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Bodi ASUS ROG Strix G16 (G615) Form Factor Clamshell atau…

Gaming

May 12, 2026 - 0

Sega Resmi Batalkan Proyek Ambisius “Super Game”

Sega resmi membatalkan proyek ambisius Super Game yang telah berjalan…
May 12, 2026 - 0

Arena Breakout: Infinite Siapkan Mode PVE Permanen Mulai Juli 2026

Arena Breakout: Infinite akhirnya putuskan untuk hadirkan mode PVE permanen…
May 12, 2026 - 0

Pocketpair Daftarkan Merek Dagang Baru Bernama Palworld Online

Pocketpair mendaftarkan merek dagang baru bernama Palworld Online, sehingga memicu…
May 12, 2026 - 0

Star Wars: Fate of the Old Republic Dibiayai Oleh Mantan Eksekutif NetEase

Fakta baru mengenai pihak yang mendanai Star Wars: Fate of…