[PR] Komunitas Google Membantu Membangun Ekonomi Digital
Google Business Group merayakan hari jadi pertama membantu UKM
Jakarta, 26 Desember 2012. – Pada tahun 2013 Indonesia akan terus membangun ekonomi berbasis digitalnya. Menurut sebuah laporan dari Delloite Access Economics, internet telah berkontribusi sebesar 1,6% dari produk domestik bruto (GDP) perekonomian Indonesia dan diperkirakan akan meningkat menjadi 2,5% dari GDP lima tahun mendatang. Dunia web telah memberikan kesempatan bagi perusahaan kecil bertindak seperti perusahaan besar dan memungkinkan mereka berkomunikasi secara langsung dengan pelanggan, suplier dan karyawan mereka, sehingga dapat mengurangi beban modal dalam menjalani bisnis.
Tetapi banyak pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia belum bergabung dalam jaringan global yang ada pada saat ini. Beberapa dari mereka belum memahami bagaimana hal ini dapat membantu, sehingga terintimidasi dengan teknologi baru yang ada dan belum mengetahui berapa besar biaya yang perlu dikeluarkan. Siapa yang bisa mereka andalkan untuk mendapatkan informasi yang netral tanpa resiko sebuah sales pitch yang tidak sesuai?
Bagaimana dengan komunitas pelaku bisnis yang penuh antusiasme?
Komunitas Google Business Group
Google Busniness Group (GBG) Indonesia baru-baru ini merayakan ulang tahunnya yang pertama sebagai komunitas bisnis professional yang berbagi (sharing) pengetahuan mereka mengenai berbagai teknologi Google untuk mencapai kesuksesan dalam bisnis. Yakin bahwa kolaborasi dan belajar dari orang lain dapat membantu lainnya untuk sukses, komunitas ini bekerja secara sukarela pada tahun pertama mereka untuk mengajar dan memberikan pelatihan tentang keuntungan menggunakan internet ke komunitas bisnis lokal mereka guna meningkatkan daya saing negara.
GBG sepenuhnya berdiri sendiri secara independen dari Google, tetapi sang perusahaan mendukung penuh komunitas ini untuk mendiskusikan teknologinya yang terkait.
Dengan lebih dari 1.200 anggota yang terdaftar, GBG Indonesia telah mengadakan 16 kali pertemuan (atau kopi darat – kopdar) serta 10 workshop pada tahun 2012. Komunitas ini memiliki lebih dari 120.000 orang yang terkoneksi (circles) di dalam Google+ dan jumlah ini terus bertambah. Sebagai divisi GBG pertama di kawasan Asia, Indonesia saat ini memiliki 8 cabang yang berada di Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Bali, Bandung, Medan dan Depok.
“GBG adalah tempat untuk berbagi ide dan jaringan dengan orang lain yang tertarik untuk menggunakan media online dan teknologi guna membangun dan mengembangkan bisnis. Setiap anggota dapat berinteraksi dan belajar dengan anggota lainnya selama kegiatan offline maupun online. Seluruh kegiatan ditujuan untuk publik umum dan bebas biaya,” kata Yansen Kamto, GBG Manager untuk daerah Jakarta.
Konsep GBG sendiri adalah untuk selalu mendukung kolaborasi dan berbagi pengetahuan sesama anggota. Semakin banyaknya sharing, maka semakin banyak anggota yang dapat belajar. Pada saat yang sama, para anggota bisa mendapatkan masukan dari anggota lainnya, sehingga meningkatkan kemampuan dan juga menguatkan jaringan bisnis mereka. Fokus GBG berada pada aplikasi online yang bebas biaya seperti Google Adwords, Google+ dan YouTube untuk memasarkan merk secara online, meningkatkan lalu lintas pelanggan dan penjualan.
Penggunaan internet untuk meningkatkan kesadaran
Salah satu kisah sukes dari GBG adalah ESTUBIZI Business Center, yang menyediakan berbagai keperluan bisnis seperti ruang pertemuan, pelayanan kantor, dan penjualan tiket untuk seminar dan konser musik. Setelah bergabung dengan Google Business Group Jakarta pada tahun 2011, ESTUBIZI belajar bagaimana menggunakan Google Adwords sebagai bagian dalam strategi pemasaran mereka untuk membangun kesadaran merk secara online. Mereka juga mengembangkan pengetahuan dan pengalaman berdasarkan pelatihan Google Adwords dengan menggunakan iklan display dan Iklan pada Video YouTube. ESTUBIZI juga aktif menggunakan Google+ untuk mempromosikan bisnis mereka.
Hasilnya, EZTUBIZI meraih peningkatan sebesar 76.60% pengunjung baru dan 538% Return on Investment (ROI) pada penjualan tiket Java Jazz Festival 2012, hanya dalam tempo 8 hari. Pencapaian yang luar biasa tersebut membuat EZTUBIZI semakin bersemangat untuk mengikuti pelatihan dan aktivitas lainnya yang diselenggarakan oleh Google dan GBG Indonesia.
“Setelah menggunakan Google Adwords, kami senantiasa mendapatkan client dan pelanggan yang prospektif, dan yang lebih penting adalah, kami mendapatkan kesempatan untuk membangun kerjasama bisnis di Jakarta dan kota lainnya di Indonesia,” kata Benyamin Ruslan Naba, Chief Entrepreneur Officer EZTUBIZI.
Beberapa kegitan yang dikelola GBG Indonesia termasuk pertemuan, pelatihan, hangout secara online dan aktivitas lainnya dimana para professional bisnis bertemu, belajar dan mendapatkan inspirasi bagaimana produk Google dan teknologi internet lainnya dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan memberikan dampak secara menyeluruh untuk sukses dalam bisnis mereka.
“Saya percaya ini adalah kesempatan yang luar biasa untuk bisnis guna membangun jaringan dan bertemu dengan orang, terutama para professional yang tertarik dengan penggunaan teknologi dalam mengembangkan bisnis mereka. Dengan banyaknya potensi dan bakat yang ada di Indonesia, kekuatan dari komunitas, berbagi dan kolaborasi sekarang memiliki peranan yang lebih signifikan untuk membentuk industri di masa mendatang,” tutup Yansen Kamto.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Google Business Group, kunjungi situs www.google.com/landing/gbg/ atau www.id-gbg.org untuk Google Business Group Indonesia atau ke halaman Google+ mereka di www.google.com/+GBGIndonesia















