[PR] Fedora 19 Andalkan Perangkat Pengembangan dan Pengelolaan untuk Pengguna

Reading time:
July 16, 2013
Red Hat logo - Low Res

Kolaborasi Komunitas Meningkatkan Kelincahan dalam Pendistribusian Open Source Gratis

JAKARTA, Indonesia. – 15 Juli 2013 – The Fedora Project, kolaborasi open source yang disponsori oleh Red Hat, Inc dan didukung oleh komunitas, hari ini mengumumkan kehadiran sistem operasi Linux gratis, Fedora 19, dengan kode nama “Schrödinger’s Cat” untuk pengguna umum. Dikembangkan oleh komunitas di seluruh dunia, the Fedora Project senantiasa memberi kesempatan kepada pengguna untuk merasakan teknologi open source terbaru dan gratis, yang diintegrasikan ke dalam distribusi Linux dan siap untuk diunduh, digunakan, dimodifikasi dan distribusikan kembali secara gratis.

“Dalam rilis ini, komunitas the Fedora Project telah benar-benar menunjukkan bahwa kelincahan (agility) sangat penting,” kata Robyn Bergeron, the Fedora Project Leader. “Dari  fitur-fitur tingkat tinggi untuk mendukung infrastruktur cloud dan virtualisasi, hingga ke tingkat proses dan tingkat portabilitas mesin virtual, dikombinasikan dengan toolchains developer terbaru, Fedora 19 memiliki teknologi-teknologi mutakhir yang mendukung skalabilitas, ketahanan, dan fleksibilitas yang sangat penting dalam dunia teknologi yang semakin fokus pada penyediaian solusi, pelayanan, dan informasi secara cepat.”

Membuat dan Mengembangkan

Dengan berbagai jenis perangkat developer, mulai dari bahasa pemrograman yang populer dan perangkat pengemasan untuk pengujian dan pengukuran fitur, Fedora 19 memungkinkan developer dari semua tingkat keahlian untuk membuat dan mengembangkan kode di banyak lingkungan. Fitur baru yang menarik dalam Fedora 19 mencakup:

  • Developer’s Assistant, sebuah alat yang cocok untuk pemula atau developer berpengalaman untuk memulai proyek kode dengan template, contoh-contoh dan toolchains bahasa tertentu;
  • Kemampuan mencetak 3D, mulai dari software untuk membuat model 3D, hingga alat untuk membuat dan mengirimkan kode ke printer 3D;
  • Node.js runtime dan npm package manager, untuk mengembangkan aplikasi jaringan sckalabel atau aplikasi real-time di seluruh perangkat yang didistribusikan; dan
  • OpenShift Origin, infrastruktur Platform-as-a-Service, termasuk beragam cartridge untuk pengembangan dan penerapan aplikasi.
  • Selain itu, Fedora berusaha untuk memasukkan language stacks terbaru dalam setiap rilis, dan Fedora 19 meneruskan tradisi ini dengan update PHP (5.5), Ruby 2.0.0 yang baru saja dirilis, dan preview teknologi dari OpenJDK8 yang akan segera hadir.

Menerapkan, Memonitor dan Mengelola

Fedora 19 juga menyediakan berbagai perbaikan pada pengelolaan sistem operasi, termasuk proses booting, pemulihan dari kegagalan, migrasi sistem, dan banyak lagi. Fedora 19 mencakup alat untuk diagnosis, memonitor, dan logging , sehingga pengguna dapat lebih proaktif, bukan reaktif, dan memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan hal-hal yang mereka sukai. Peningkatan-peningkatan yang penting untuk diperhatikan mencakup:

  • migrasi penyimpanan mesin virtual, memungkinkan migrasi mesin virtual dan penyimpanan terkait yang sedang digunakan tanpa membutuhkan penyimpanan bersama diantara host;
  • kontrol sumber daya sistem, untuk memodifikasi pengaturan layanan tanpa melakukan reboot;
  • checkpoint dan kemampuan pemulihan untuk proses, untuk pemulihan dari kegagalan atau proses migrasi diantara mesin-mesin;
  • OpenLMI, infrastruktur umum untuk pengelolaan sistem dan penyimpanan secara jarak jauh;
  • dan rilis terbaru dari OpenStack, yang dikenal sebagai “Grizzly,” yang mencakup proyek Heat dan Ceilometer yang dilindungi.

Produktivitas Sehari-hari

Disamping banyaknya perbaikan “tidak terlihat”dari Fedora 19, banyak peningkatan lain yang dapat dilihat secara langsung oleh pengguna desktop.  Fitur baru untuk penggunaan sehari-hari mencakup peningkatan pada CUPS, yang kini menggunakan PDF sebagai format standar pencetakan, yang memungkinkan post-proses yang lebih mudah, dan mencetak lebih cepat; dan Federated Voice-over-IP (VoIP), yang memungkinkan pengguna Fedora membuat panggilan dengan memanfaatkan alamat user@domain dengan kenyamanan yang sama seperti email. Fedora 19 juga menarik karena adanya beberapa pilihan desktop, termasuk GNOME 3.8, dengan peningkatan pengaturan privasi dan berbagi, dan pilihan untuk mengaktifkan “GNOME Classic,” yang memberikan pengalamanserupa dengan GNOME 2; KDE Plasma Workspaces 4.10, dengan cetakan baru, screenlock, dan fitur aksesibilitas; dan MATE 1.6 desktop environment, yang mencakup berbagai peningkatan pada lingkungan desktop ini.

Di samping fitur-fitur tersebut, Fedora 19 menawarkan lebih dari 50 fitur yang dapat dinikmati developer. Daftar lengkapnya dapat dilihat di pengumuman rilis komunitas Fedora Project disini.

The Fedora Project bermaksud untuk merilis versi baru dari sistem operasi gratisnya lebih kurang setiap enam bulan, karena kecepatan siklus pengembangan mendorong tersedianya kolaborasi dan penambahan fitur open source terbaru dan terdepan. Fedora dibangun oleh anggota komunitas dari seluruh dunia, dan proses kolaborasi transparan dan terbuka Fedora Project telah menarik ribuan kontibutor yang telah terdaftar, yang secara kolektif mengirimkan rilis Fedora ke seluruh pengguna yang terus meningkat di seluruh dunia. Total IP unik di Fedora sejak pelacakan dimulai pada Fedora 7 adalah saat ini mendekati 48 juta sambungan.

The Fedora Project juga beberapa kali menggelar Fedora User and Developer Conferences (FUDCon) diseluruh dunia dalam setahun terakhir, termasuk di Paris; Valencia, Venezuela; dan Lawrence, Kansas. FUDCon selanjutnya akan diadakan pada tanggal 26-29 September 2013, di Cusco, Peru. 2013 juga menjadi debut Flock, konferensi khusus kontributor pertama the Fedora Project, yang menarik kontributor-kontributor dari seluruh dunia. Flock akan berlangsung pada tanggal 9-12 Agustus 2013 di Charleston, South Carolina.

Sumber-sumber tambahan

•      Pelajari lebih lanjut tentang komunitas Fedora Project.

•      Baca lebih lanjut tentang sorotan dalam rilis Fedora 19.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

June 18, 2026 - 0

Review ASUS ROG Zephyrus Duo (2026): Kencang “Pol” Buat Multitasking & Gaming AAA

Laptop Gaming kekinian tuh harusnya kayak gini. Ini adalah “ASUS…
May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Ini dia Laptop pertama Polytron dengan prosesor AMD Ryzen. Harganya?…
May 25, 2026 - 0

Review Acer TravelMate X4 14 AI: Laptop Bisnis AI Cepat, Ringan & Produktif

Kata siapa bisnis UMKM ga butuh Laptop canggih?! Apalagi sekarang…
May 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook DUO 2026 (UX8407AA): Desain Baru, Makin Kokoh, Makin Kenceng!

Kerja serius pakai laptop thin and light biasa? Kurang mantap…

Gaming

June 19, 2026 - 0

Kreator Palworld Tegaskan Tak Akan Gunakan Generative AI

Pocketpair menegaskan tidak akan menggunakan Generative AI dalam pengembangan Palworld,…
June 19, 2026 - 0

Unreal Engine 6 Akan Integrasikan AI Dalam Workflow

Epic Games mengungkap Unreal Engine 6 akan mengintegrasikan AI seperti…
June 19, 2026 - 0

Genshin Impact Version Luna VIII Bawa Pemain ke Bulan & Kebangkitan Sandrone

Genshin Impact Version Luna VIII siapkan beberapa kejutan untuk pemainnya,…
June 19, 2026 - 0

Rumor: Xbox Dikabarkan Mulai Gelar PHK di Zenimax

Proses PHK dikabarkan mulai terjadi di ZeniMax Studios, dengan Xbox…