Report Abuse, Fitur Baru Twitter Untuk Mempermudah Laporan User Nakal

Jumlah pengguna Twitter dalam tahun terakhir ini, terus meningkat secara signifikan. Apalagi hal tersebut dipengaruhi juga dengan berkembangnya jumlah perangkat mobile seperti smartphone dan tablet yang ada di pasaran saat ini. Sayangnya, meningkatnya jumlah pengguna Twitter diiringi juga dengan berbagai laporan “kicauan” yang diterima oleh perusahaan berlogo “burung” tersebut yang bersifat menghina, menyerang, dan juga dalam bentuk ancaman.
Kini, pihak Twitter secara resmi menghadirkan sebuah fitur terbaru yang disebut dengan Report Abuse. Fitur ini nantinya dapat berfungsi untuk melaporkan para pengguna website micrblogging apabila menghadirkan berbagai kicauan di Twitter yang bersifat hinaan, caci-maki, dan juga ancaman. Twitter tampaknya sangat serius dalam menangani masalah ini. Bahkan saat ini, Twitter telah menambahkan jumlah staf karyawannya untuk menangani laporan yang muncul dari fitur Report Abuse ini.

Kehadiran fitur Report Abuse ini juga ditenggari akibat dari kekacauan yang terjadi di Inggris, dimana seorang jurnalis dan anggota parlemen yang bernama Caroline Criado Perez, mendapatkan berbagai ancaman bom dan perkosaan pada akun Twitter-nya yang terus berdatangan hingga 3 hari berturut-turut.

Menanggapi hal ini, salah satu dari para pengguna twitter yang mendukung Caroline akhirnya membuat sebuah petisi yang meminta pihak Twitter untuk mempermudah proses laporan atas twit-twit yang bersifat menyerang dan mengancam yang terjadi pada Caroline, atau kepada para pengguna Twitter lainnya. Petisi ini di submit pada sebuah website Change.org dan dalam waktu yang singkat, petisi inipun mendapat 139.000 lebih dukungan yang akhirnya membuat pihak Twitter merilis fitur Report Abuse ini yang tentunya akan mempermudah para pengguna akun Twitter untuk melaporkan twit-twit yang menghina, menyerang dan mengancam para pengguna twitter.
SUMBER: TECHSPOT














