Hacker Iran Berhasil Menyusup ke Komputer US Navy?

Author
Ozal
Reading time:
October 5, 2013
us navy 2

Angkatan Laut Amerika Serikat atau biasa dikenal dengan sebutan US Navy melaporkan bahwa jaringan komputernya telah disusupi hacker. Mereka menuduh dalang serangan ini berasal dari hacker Iran. Padahal seperti diketahui, lembaga militer yang ada di AS terkenal dengan tingkat keamananan digitalnya yang tinggi.

Serangan cyber sekaligus tuduhan ini datang setelah Presiden Barrack Obama melakukan percakapan mengenai program nuklir Iran dengan Presiden Hassan Rouhani. Hubungan keduanya memang tengah memanas akhir-akhir ini karena program nuklir Iran, dikhawatirkan AS dan sekutunya akan dipergunakan untuk keperluan perang. Meskipun pemerintah Iran berulang kali menegaskan, nuklir yang mereka kembangkan untuk tujuan damai, seperti untuk sumber pembangkit tenaga listrik.

Pejabat pemerintah AS mengatakan, dilansir Wall street Journal, serangan tersebut ada dua kemungkinan, yakni dilakukan oleh hacker yang memang bekerja dengan pemerintah Iran atau suatu kelompok hacker eksternal yang mendapat persetujuan dari presiden Iran. Insiden terjadi mulai Minggu 15 September lalu dan sekarang sudah berhasil diatasi. Pejabat Iran pun menolak berkomentar mengenai tuduhan ini.

Beruntung, tidak ada satu data penting nan rahasia yang berhasil dicuri. Dalam kasus ini, para penyusup hanya berhasil menembus jaringan komputer Navy yang digunakan untuk layanan email dan internet internal. Kendati demikian, insiden ini telah memicu kekhawatiran Pentagon. Sebab, ini menunjukkan kemampuan hacker Iran ternyata lebih kuat dari apa yang diremehkan selama ini. Mereka juga menduga, Iran memiliki kemampuan mengakses data militer.

Pejabat juga meminta Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel dan Kepala Staf Gabungan Militer AS, Jenderal Martin Dempsey agar segera memperbarui jaringan komputer internal mereka. Ada kekhawatiran di masa depan, Iran bukan hanya berhasil masuk namun juga mencuri data yang ada jaringan komputer militer AS.

Sementara itu James Lewis, mantan pejabat Depertemen Luar Negeri AS yang sekarang menjadi spesialis keamanan cyber di Center for Strategic and International Studies (CSIS) menduga, pemerintah Rusia diam-diam telah memberikan bantuan teknologi peretasannya kepada Iran. Namun pernyataan Lewis tersebut langsung dibantah juru bicara Kedubes Rusia di Washington, Yevgeniy Khorishko. “Pernyataan tersebut sama sekali tidak benar,” ujarnya.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

January 22, 2026 - 0

Mengenal Seri Laptop HP OmniBook: Apa itu OmniBook? Kemana Spectre, Envy dan Pavilion?

Laptop-laptop yang akan kami bahas kali ini adalah laptop thin…
December 31, 2025 - 0

Saran Belanja Laptop Gaming ASUS Keluaran 2025: Ada ROG, TUF dan ASUS Gaming!

Kali ini Kita akan bahas bareng-bareng tentang lini produk Laptop…

Gaming

January 30, 2026 - 0

Divisi Meta VR Alami Kerugian Miliaran Dolar di 2025

Kerugian yang luar biasa besar kembali dialami oleh divisi Meta…
January 30, 2026 - 0

Xbox Kembali Alami Kerugian di Awal 2026

Memasuki tahun 2026, Xbox dilaporkan kembali alami penurunan keuntungan baik…
January 30, 2026 - 0

Wakil Presiden Amazon Games Tinggalkan Perusahaan Setelah 8 Tahun Berkarya

Kondisi Amazon Games tampak semakin memburuk, dengan perginya wakil presiden…
January 30, 2026 - 0

Dispatch Versi Nintendo Switch 2 Akan Disensor

Demi menjaga integritas console, Nintendo dan AdHoc Studio sepakat untuk…