Review VGA AMD Radeon R9 290X Dual CrossfireX: Tenaga Besar Untuk Gaming di Eyefinity

Reading time:
November 17, 2013

Sejak debut perdananya, Radeon R9 290X telah menjadi perbincangan hangat di dunia hardware PC desktop. Walaupun didera temperatur kerja tinggi, performa tinggi chip GPU Hawaii XT ternyata tidak menghalangi Radeon R9 290X untuk menebarkan pesonanya dan membuat sejumlah kalangan pengguna meliriknya. Di jual pada kisaran harga $549, Radeon R9 290X juga mampu membuat calon pembeli graphics card high-end untuk berpikir berulang kali apakah memilih graphics card dengan chip GPU AMD atau NVIDIA.

amd r9 290x crossfirex eyefinity on system

Sejauh ini, kami telah menghadirkan pengujian Radeon R9 290X di resolusi gambar 1920 x 1080 piksel yang telah menjadi standar bagi gamer saat ini dan juga resolusi gambar 5760 x 1080 piksel dengan menggunakan 3 monitor. Pada resolusi gambar Full HD, satu Radeon R9 290X tidak mengalami masalah sama sekali dalam melibas sejumlah game terbaru meskipun harus dihadapkan pada setting kualitas grafik “rata kanan”. Walaupun begitu, satu Radeon R9 290X ternyata tidak menjamin semua game dapat menggunakan setting kualitas grafik maksimal saat menggunakan konfigurasi Eyefinity atau jika menggunakan monitor Ultra HD/4K.

Melanjutkan artikel Radeon R9 290X sebelumnya, di artikel kali ini kami akan memperlihatkan kepada Anda bagaimanakah performa 2 buah Radeon R9 290X pada standar pengujian gaphics card kami. Mengingat performa satu Radeon R9 290X sudah sangat mencukupi di resolusi gambar Full HD, kami pun memutuskan untuk menguji performa Radeon R9 290X Crossfire di resolusi gambar lebih tinggi yaitu 5760 x 1080 piksel dengan menggunakan feature Eyefinity. Mampukah dua chip GPU Hawaii XT menghadirkan kenyamanan bermain game lebih baik di resolusi tinggi? Kita lihat jawabannya di artikel berikut ini.

Platform Pengujian AMD Radeon R9 290X CrossfireX Eyefinity

  • Prosesor: Intel Core i7 3960X @4.5 GHz
  • Motherboard: LGA2011 X79
  • Graphics Card:  2x MSI Radeon R9 290X
  • Memory: 4x 2GB Kingston HyperX blu. (@1600 MHz; 1.65 V)
kingston hyperx blu dc kit2
  • Storage: Kingston HyperX SSD 120GB
kingston hyperx ssd
  • Power Supply: Corsair AX1200
corsair
  • CPU Heatsink: Corsair H100 (Fan Speed Minimum)
corsair h1002
  • Casing: Corsair 500R (All Fan On)
corsair carbide 500r2 asus vn247h
  • Input: Generic Keyboard and Mouse
  • OS: Windows 7 Ultimate 64-bit SP1
  • Driver : Catalyst 13.11 Beta v9.2

(*) Seluruh graphics card diuji pada setting default yang disediakan driver tersebut, pada versi tersebut.

Radeon R9 290 Series CrossfireX

amd-r9-290x-crossfirex

Ucapkan selamat tinggal kepada Crossfire Bridge. Yap! Radeon R9 290X dan Radeon R9 290 tidak lagi memerlukan Crossfire Bridge untuk dapat menjalankan konfigurasi multi-GPU. Komunikasi pada Crossfire Bridge kini dialihkan melalui jalur PCI Express. Absennya Crossfire Bridge membuat sejumlah masalah menghilang seperti konfigurasi Crossfire tidak bekerja karena tidak terpasang/rusaknya Crossfire Bridge, menghilangkan kerumitan pemasangan Crossfire Bridge saat menggunakan 3/4 buah graphics card, memudahkan pemasangan pada motherboard yang menyediakan PCIe dengan jarak berjauhan, dan lainnya.

Radeon R9/R7 200 Series Eyefinity

amd eyefinity 02

Berbeda dengan Radeon HD 7000 Series dan generasi sebelumnya, AMD telah melengkapi Radeon R9/R7 200 Series dengan metode multi-monitor/Eyefinity terbaru. Konfigurasi multi-monitor/Eyefinity terbaru mengijinkan pengguna menggunakan konektor Display Port atau HDMI untuk monitor ketiga. Pada generasi sebelumnya, saat pengguna menggunakan konfigurasi multi-monitor/Eyefinity dengan 3 monitor, maka monitor ketiga harus disambungkan pada konektor Display Port. Konektor Display Port kini hanya dibutuhkan jika menggunakan konfigurasi multi-monitor/Eyefinity lebih dari 3 monitor. Seperti kita ketahui, monitor dengan konektivitas DVI dan HDMI lebih mudah ditemukan di pasar Indonesia dan memiliki harga lebih terjangkau.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

July 14, 2026 - 0

Review Lenovo IdeaPad Pro 5a (14AGP11): Desain Makin Mewah, Bodi Kokoh, Performa Mantap!

Kalau denger laptop dengan nama “Pro”, apa yang ada di…
July 8, 2026 - 0

Review ASUS Vivobook S14 OLED (S5406SAL): Baterai Awet, Bodi Ringkas, Multitasking Lancar

Nyari laptop yang baterainya tahan seharian? Kalian harus tonton pembahasan…
July 7, 2026 - 0

2 Tahun Laptop Snapdragon: Makin Kencang atau Makin Mengecewakan?

Eh, kalian sadar tidak? Laptop Snapdragon X Series itu udah…
July 6, 2026 - 0

Review Acer Swift Go 14 AI Pro Edition: Ringan, Ringkas, Baterai Awet dan Bisa Gaming?

Laptop se-tipis, se-ringan dan se-cantik ini bisa main game Triple-A?…

Gaming

July 14, 2026 - 0

NVIDIA Pamerkan RTX 5080 Bertema Game Gacha di Bilibili World 2026

NVIDIA memamerkan sejumlah GeForce RTX 5080 bertema game gacha di…
July 14, 2026 - 0

Lenovo Hentikan Handheld G02 yang Tersandung Isu ROM Ilegal

Lenovo resmi menghentikan handheld retro G02 setelah kontroversi gunakan ROM…
July 14, 2026 - 0

Valve Jelaskan “Red Line of Death” di Steam Machine

Valve luruskan kesalahpahaman akan "Red Line of Death" di Steam…
July 14, 2026 - 0

Nintendo Diduga Masih Usahakan VRR di Mode Docked Switch 2

Lowongan kerja terbaru di Nintendo memunculkan dugaan bahwa dukungan VRR…