Google: Pemerintah Meminta Kami Hapus Konten Politik

Author
Ozal
Reading time:
December 24, 2013

Dunia maya seolah menjadi gudang informasi bagi para pengguna internet. Ketika ada isu hangat terkait politik dan hukum, tidak sedikit dari mereka berbondong-bondong mengakses mesin pencari Google untuk menelusuri informasi tersebut. Hal inilah dikhawatirkan oleh lembaga pemerintah agar informasi sensitif yang menyangkut diri mereka tersebar di internet. Salah satu langkah efektifya ialah meminta Google untuk menutup hasil pencarian terkait isu pencemaran nama baik mereka.

Google 2

Raksasa internet tersebut secara rutin menerima permintaan dari lembaga pemerintah dan pengadilan di seluruh dunia untuk menghapus konten tertentu dari layanannya. Ketika permintaan masuk, pihaknya pun menentukan, apakah konten tersebut layak dihapus atau tidak atas pertimbangan kebijakan komunitas publik. Baru-baru ini, Google merilis laporan transparansi terbaru semester pertama 2013, terkait pemintaan penghapusan konten tersebut.

Hasilnya, terjadi peningkatan sebanyak 68 persen sejak semester kedua tahun lalu. Selama Januari hingga Juni tahun ini, pihaknya telah menerima 3.846 permintaan dari lembaga pemerintah di seluruh dunia. Dari angka permintaan tersebut, sebanyak 24,737 konten telah dihapus dari layanannya. Dalam hal ini, Turki menjadi negara yang paling sering melakukan permintaan terhadap Google, yakni sebanyak 1.673 permintaan dan 1.345 konten telah dihapus.

“Selama empat tahun terakhir ini, salah satu tren yang mengkhawatirkan tetaplah konsisten, yakni pemerintah terus meminta kami untuk menghapus konten politik. Para pejabat sering mengutip masalah fitnah, privasi,dan hukum hak cipta, bahkan meminta menghapus pidato politiknya dari layanan kami,” ujar Susan Infantino, Google Legal Director dalam sebuah postingannya di blog terkait temuan laporan tersebut.

Pemerintah meminta Google untuk menghapus atau meninjau konten karena berbagai alasan. Misalnya, beberapa penghapusan konten karena dugaan pencemaran nama baik, konten pornografi dan kekerasan, hingga konten yang melanggar hukum setempat.

“Hakim juga telah meminta kami untuk menghapus informasi yang mengkritik mereka, lalu departemen kepolisian ingin kami menghapus video (di Youtube) yang mencemarkan nama baik mereka, dan berbagai lembaga lokal, seperti dewan kota juga tak ingin orang-orang dapat dapat menemukan informasi dirinya saat menjalani proses pengadilan,” imbuhnya.

Sumber: Google Blog

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

January 22, 2026 - 0

Mengenal Seri Laptop HP OmniBook: Apa itu OmniBook? Kemana Spectre, Envy dan Pavilion?

Laptop-laptop yang akan kami bahas kali ini adalah laptop thin…
December 31, 2025 - 0

Saran Belanja Laptop Gaming ASUS Keluaran 2025: Ada ROG, TUF dan ASUS Gaming!

Kali ini Kita akan bahas bareng-bareng tentang lini produk Laptop…

Gaming

January 30, 2026 - 0

Divisi Meta VR Alami Kerugian Miliaran Dolar di 2025

Kerugian yang luar biasa besar kembali dialami oleh divisi Meta…
January 30, 2026 - 0

Xbox Kembali Alami Kerugian di Awal 2026

Memasuki tahun 2026, Xbox dilaporkan kembali alami penurunan keuntungan baik…
January 30, 2026 - 0

Wakil Presiden Amazon Games Tinggalkan Perusahaan Setelah 8 Tahun Berkarya

Kondisi Amazon Games tampak semakin memburuk, dengan perginya wakil presiden…
January 30, 2026 - 0

Dispatch Versi Nintendo Switch 2 Akan Disensor

Demi menjaga integritas console, Nintendo dan AdHoc Studio sepakat untuk…