[PR] Emerson Tugaskan Chris Mandahl untuk Perkuat Bisnis Layanan di Asia Pasifik
Jakarta, 16 Desember 2013 – Emerson Network Power, yang merupakan salah satu bisnis Emerson (NYSE: EMR) dan pemimpin global dalam melindungi dan mengoptimalkan infrastruktur penting hari ini mengumumkan pengangkatan Chris Mandahl sebagai Vice President, Service and Project Management, Emerson Network Power Asia.
![[PR] Emerson Tugaskan Chris Mandahl untuk Perkuat Bisnis Layanan di Asia Pasifik 1 Chris Mandahl, Vice President, Service and Project Management, Emerson Network Power Asia](https://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2013/12/Chris-Mandahl_photo.jpg)
Di posisi barunya ini, Mandahl bertanggung jawab mengembangkan bisnis layanan Emerson Network Power Asia yang juga mencakup Australia dan Selandia Baru, Asia Tenggara, Jepang, Korea Selatan, dan Pakistan. Mandahl bertanggung jawab langsung kepada Anand Sanghi, President Emerson Network Power, Asia.
“Klien kami memercayai kami untuk menjaga agar infrastruktur penting mereka tetap beroperasi 24 x 7 x 365. Setiap saat bisnis layanan kami bekerja tanpa lelah untuk menjaga kepercayaan itu,” ujar Sanghi. “Chris memiliki fokus yang sangat tajam dalam memberi penawaran layanan terbaik kepada klien kami yang mampu meminimalkan downtime, mengurangi konsumsi energi, dan mengoptimalkan infrastruktur mereka demi kinerja terbaik. Kepemimpinannya serta rekam jejak yang bagus akan membantu kami mengembangkan bisnis kami dengan solusi baru, klien baru, partner baru dan wilayah baru.”
Lingkungan dinamis saat ini cepat mengadopsi teknologi-teknologi baru dan mengakibatkan naiknya tuntutan terhadap infrastruktur IT. Kegagalan infrastruktur pasti akan mengakibatkan downtime dan rusaknya peralatan, dan akan berdampak besar bagi produktivitas dan profitabilitas bisnis.
Satu insiden downtime bisa menimbulkan kerugian finansial yang lebih besar dari seluruh investasi perusahaan dalam perlindungan jaringan. Menurut penelitian yang dilakukan Ponemon Institute, berdasarkan permintaan Emerson Network Power, 91 persen profesional data center yang menjadi responden di berbagai industri mengalami pemadaman listrik mendadak dalam 24 terakhir, dengan rata-rata waktu pemadaman mencapai 90 menit dan menyebabkan kerugian sebesar US$1 juta.
“Tantangannya adalah bagaimana memaksimalkan perlindungan dan kinerja sekaligus meminimalkan biaya, meski kami sadar banyak perusahaan yang kesulitan menyeimbangkan kedua hal ini,” ujar Mandahl. “Kesuksesan diraih dengan mengoptimalkan infrastruktur melalui kapabilitas layanan yang konsisten dan bisa diandalkan. Hal ini bisa dilakukan dengan merampingkan proses, meningkatkan efisiensi, dan memberikan layanan tepat waktu oleh teknisi ahli yang siap membantu klien mempertahankan uptime, 24 jam sehari, setahun penuh.”
Dengan latar belakang yang kuat di bagian layanan, Mahdahl akan memfokuskan pekerjaannya pada dua aspek utama yaitu keamanan dan pemberian layanan berkualitas. Para teknisi layanan harus menempatkan keamanan sebagai hal paling utama, dan menyadari bahwa lingkungan kerja tanpa insiden (incident-free) sangat penting dalam memenuhi layanan kepada klien. Yang kedua adalah memberikan layanan unggul melalui kesadaran operasional dan pemberian layanan, yang diberikan tidak sekadar untuk memenuhi harapan pelanggan tetapi untuk melampaui harapan tersebut.
Mandahl pertama kali bergabung dengan Emerson Network Power pada 1988 sebagai teknisi untuk Liebert di Australia. Sejak saat itu, ia berhasil menduduki berbagai posisi dengan tanggung jawab lebih, menimba pengalaman di berbagai divisi termasuk divisi layanan, manajemen produk, dan manajemen sales. Pada Januari 2012, Mandahl dipindahkan ke Manila dan menduduki jabatan sebagai Senior Director for Sales Productivity in Asia. Ia memiliki gelar Advanced Diploma di bidang Elektronik dari Petone Polytechnic dan Diploma Marketing & Management dari Australian Institute of Management.















