Waspadai Gejala “Silicon Valley Syndrome”

Anda mengalami pegal-pegal, sakit pinggang, susah tidur, dan kepala pusing? Berarti Anda memiliki gejala dari “Silicon Valley Syndrome”, kebiasaan seseorang yang terlalu lama bekerja sambil duduk di depan komputer. Itulah nama sindrom yang diambil dari sebuah julukan kawasan di San Francisco yang menjadi markas para rakasasa teknologi AS, seperti Intel, Google, Adobe, dan Facebook berdiri. Mungkin, sindrom ini juga lah yang menimpa Mita Diran, seorang penulis naskah iklan (copywriter) yang meninggal dunia akibat bekerja tanpa henti di depan komputer selama 30 jam.

Berdasarkan laporan terbaru yang dikeluarkan LumoBack, startup pengembang aplikasi kesehatan, sebanyak 60 persen dari respondennya yang berasal dari AS telah menderita Silicon Valley Syndrome. Umumnya, mereka mengalami gejala kesehatan fisik dan mental karena terlalu banyak duduk di depan layar komputer. Gejala ini juga yang seringkali menimpa sebagian karyawan Google, Intel, Facebook, dan Adobe di kawasan Silicon Valley tersebut.
CEO LumoBack, dilansir dari VentureBeat, Monisha Perkash mengatakan, komputer dan perangkat teknologi dapat membantu orang merasa lebih produktif dalam melakukan pekerjaan dan menikmati konten hiburan. Namun hasil studinya menemukan, banyak orang yang terlalu memforsir pengunaannya, seringkali mengabaikan kondisi kesehatannya itu sendiri.
Dari 2.019 responden orang dewasa AS yang disuveinya, sepertiga dari mereka paling sering mengalami efek mata lelah, leher pegal, dan sakit punggung. Terutama untuk gejala sakit punggung, ini menjadi penyebab utama orang kehilangan hari kerjanya dan cenderung selalu ingin berbaring di tempat tidur. “Menggunakan teknologi adalah cara membantu kita, bukannya menghancurkan tubuh kita,” ungkap Perkash.
LumoBack juga menemukan, rata-rata dari mereka, menghabiskan lebih dari tiga perempat waktu bekerja mereka dengan duduk, seperti bekerja di depan komputer. Menurut perhitungannya, orang yang biasa bekerja dengan komputer akan menghabiskan waktu 48.360 jam waktu duduknya selama 30 tahun mereka berkarir.
Gejala fatal akibat orang cenderung melakukan pekerjaannya tersebut, menurut LumoBack dapat meningkatkan risiko terkena diabetes, penyakit yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah, hingga berujung pada kematian. Ini semua gejala terburuk akibat orang tak mampu mengontrol waktu antara bekerja dengan jadwal istirahatnya.
“Langlah-langkah paling umum untuk memerangi gejala Silicon Valley Syndrome adalah dengan mengawasi keadaan tubuh Anda, melakukan stretching (peregangan tubuh), pengobatan, beristirahat, berolahraga, dan berkonsultasi dengan dokter,” imbuhnya.











