Mampukah Vendor Baru Kuasai Pasar Smartwatch?

Author
Ozal
Reading time:
January 10, 2014
smartwatch 2

Satu tahun lalu, ketika ajang Consumer Electronics Show (CES) digelar, vendor kecil menjadi pembaharu di industri arloji dengan menghadirkan jam tangan yang dapat terhubung ke smartphone. Namun CES kali ini, berbagai nama besar seperti Samsung, Qualcomm, Sony Intel sudah mulai bermain di gadget tersebut.

Inilah yang kemudian, membuat vendor baru yang kurang tenar di industri teknologi, seperti Pebble, Archos, PH Technical Labs, Kreyor, hingga Nike mulai kesulitan mendapat perhatian publik karena terhalang oleh nama raksasa tersebut. Meski demikian, mereka pun turut ambil bagian memamerkan perangkat wearable-nya dalam ajang internasional tersebut.

“Bakal ada banyak pemain di dalam pasar ini. Smartwatch merupakan produk yang keren dan menyenangkan. Orang punya banyak ide tentang bagaimana memanfaatkan teknologi tersebut,” kata Patricia Roche, wakil presiden pemasaran dan penjualan di Kreyos. Perusahaannya mulai menjual jam tangan pintar bernama Meteor dengan harga sekitar US$ 170 pada Januari ini.

smartwatch

Lalu contoh lainnya, dilansir dari Wall Street Journal, ialah Pebble, startup asal California yang dianggap sebagai pelopor jam tangan pintar. Pihaknya mulai mendesain ulang jam tangan pintar versi pertama mereka agar bisa bersanding dengan Samsung Galaxy Gear yang telah hadir di pasaran. Pebble juga mengumumkan, akan memproduksi bodi jam tangan pintarnya menjadi baja antikarat seharga US$ 249.

Sebenarnya, tidak sedikit perusahaan yang kesulitan juga membuat jam tangan pintar dari desain awal arloji digital konvensional. Itu terkait, mengubah layar monokrom menjadi layar berwarna yang mampu menampilkan notifikasi dari smartphone dan dilengkapi sejumlah sensor.

Namun hal tersebut tidak menghalangi sebagian dari mereka. Pada kenyataannya, perusahaan seperti Nike bisa memikat pasar dengan menampilkan wearable sederhana dengan funngsi yang dikhususkan untuk olahraga dan kesehatan. Jam tangan pintar buatan Nike tersebut hanya memiliki layar kecil untuk menampilkan informasi dasar dan dilengkapi sensor aktivitas penggunanya. Bentuknya pun lebih mirip seperti gelang. Nike pun tak sendiri. Ada Fitbit dan Jawbone yang juga memberikan konsep jam tangan pintar serupa. Bahkan, Up buatan Jawbone tak dibekali layar sedikitpun.

Pada dasarnya, jam tangan pintar dianggap sebagai gadget pelengkap untuk smartwacth. Pengguna pun tak perlu lagi merogoh kantongnya untuk mengambil smarphone mereka, hanya sekedar mengecek notifikasi pesan, email, dan jejaring sosial. Mereka tinggal melihat jam tangannya, maka notifikasi secara akurat dari smartphone-nya dapat langsung ketahuan.

Kendati demikian, analis berpendapat, smartwatch generasi awal saat ini masih terlalu besar dipakai di pergelangan tangan pengguna. Daya tahan baterainya pun tidak cukup lama dipakai berminggu-minggu tanpa daya baterainya diisi. Sehingga memunculkan spekulasi, gadget tersebut hanya mampu memikat para “early adopter” atau pengguna yang terlalu antusias dengan adanya teknologi baru.

“Bagi saya, tantangan nomor satu adalalah perangkat lunak. Perusahaan bertujuan dapat membangun aplikasi sendiri, bukan mengandalkan pengembang luar. Ini memastikan agar mampu menawarkan pengalaman yang konsisten dan memikat pelanggan,” ungkap Loic Poirier, CEO Archos yang juga menambahkan, akan menjual jam tangan pintarnya di kisaran US$ 70 hingga US$ 130.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Ini dia Laptop pertama Polytron dengan prosesor AMD Ryzen. Harganya?…
May 25, 2026 - 0

Review Acer TravelMate X4 14 AI: Laptop Bisnis AI Cepat, Ringan & Produktif

Kata siapa bisnis UMKM ga butuh Laptop canggih?! Apalagi sekarang…
May 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook DUO 2026 (UX8407AA): Desain Baru, Makin Kokoh, Makin Kenceng!

Kerja serius pakai laptop thin and light biasa? Kurang mantap…

Gaming

June 15, 2026 - 0

Nintendo Hanya Bisa Gugat Palworld Versi Lama

Perkembangan terbaru kasus Nintendo vs Palworld menunjukkan ruang lingkup gugatan…
June 15, 2026 - 0

SNK Siapkan Dua Game Metal Slug Baru Untuk Rayakan Ulang Tahun ke-30

Bersamaan dengan perayaan 30 tahun Metal Slug, SNK mengumumkan Metal…
June 15, 2026 - 0

ARC Raiders Dikabarkan Uji Coba Mode PVE di Versi China

ARC Raiders versi China dikabarkan mulai menguji fitur PVE bernama…
June 15, 2026 - 0

Producer Final Fantasy VII Remake Siap Garap JRPG Baru Setelah Revelation

Naoki Hamaguchi mengaku ingin tetap mengerjakan JRPG setelah Final Fantasy…