Seorang Remaja 16 Tahun Direkrut Intel

Seorang remaja berusia 16 tahun yang pernah dinobatkan sebagai salah satu dari 10 anak terpintar di dunia, dikabarkan telah bergabung dengan raksasa semikonduktor, Intel. Ia adalah Joey Hudy, seorang remaja yang kini masih duduk di sekolah menengah atas di Amerika Serikat.
Joey direkrut langsung oleh CEO Intel Brian Krzanich pada Oktober lalu. Pertemuan keduanya terjadi, saat Joey menghadiri sebuah acara bernama “Rome Maker Faire”. Dari situ lah, kemudian bos Intel tersebut menawarkan Joey untuk magang di perusahaannya, suatu posisi yang biasanya ditujukan bagi mahasiswa prestasi yang akan atau baru lulus dari kampusnya.
“Kami berharap dapat membentuk hubungan yang abadi dengan Joey dan semua karyawan magang kami karena kami mendukung pengembangan profesional mereka,” kata Vaadra Martinez, seorang manajer program magang di Intel, seperti dilansir Intel Free Press.
Memasuki liburan musim panas nanti, Joey akan bekerja di bagian New Device Group, suatu unit pengembangan produk Intel. Setalah musim panas berakhir, Ia bisa kembali lagi fokus melanjutkan sekolahnya. “Kami menyampaikan tawaran minggu lalu dan senang untuk bisa menerima Joey,” ujar Thomas Aljuni, seorang perekrutan pegawai di Intel New Device Group.

Setetelah menjalani masa orientasi karyawan Intel di kampus Intel di Chandler, Arizona, Joey pun menulis sebuah postingan di blog pribadinya, “tempat yang mengagumkan. Tempat yang sangat menyenangkan. Saya tidak sabar untuk menciptakan berbagai hal yang keren,”.
Namanya mulai terkenal di Amerika Serikat setelah mendapatkan kesempatan bertemu dengan Presiden Barack Obama dalam sebuah acara “White House Science Fair” pada 2012 lalu. Di depan Obama, Ia kemudian menunjukan hasil ciptaannya, yakni meriam air yang terbuat dari pipa PVC. Joey menamainya dengan “Meriam Marshmallow”.
“Selain menciptakan Meriam Marshmallow, Joey juga telah melakukan berbagai hal yang lebih serius lagi seperti mengutak-atik papan mikrokontroler Arduino dan juga, menciptakan komputer bertenaga surya selama kompetisi sains,” ujar seorang editor di brilliant.org.














