Tingkat Cyberbullying pada Anak Kian Memprihatinkan

Author
Ozal
Reading time:
January 29, 2014

Salah satu yayasan pemerhati anak di Inggris, Childline dalam laporan terbarunya menemukan tingkat anak yang menjadi korban bully di dunia maya (Cyberbullying) kian meningkat pesat dan memprihatinkan. Dampaknya, anak akan menjadi tertekan ketika menghadapi kehidupannya di dunia nyata.

bully

Sepanjang 2012 hingga 2013, seperti dilansir dari BBC, kasus bully di internet telah mencapai 4.507 kasus di Inggris. Jumlah tersebut meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan pada periode 2011 hingga 2012 lalu yang hanya mencapai 2.410 kasus.

Childline berasumsi, anak yang menjadi korban bully bukan hanya mengalami depresi saja, melainkan memiliki kecenderungan melukai dirinya sendiri hingga berniat bunuh diri. Secara keseluruhan, terdapat 29.163 anak yang merasa ingin bunuh diri akibat hal itu. “Terlalu banyak anak-anak yang terlihat sedang berjuang untuk menghadapi kondisi ini dan akhirnya putus asa,” kata Esther Rantzen, pendiri Childline.

Dari sejumlah kasus yang ada, menurut laporan yang berjudul “Call I tell you something?” tersebut, kebanyakan jenis bully yang menimpa anak ialah rasial. Lebih dari 1.400 anak mengatakan mengalami hal tersebut. Jumlah meningkat hampir dua kali lipat dibanding tahun yang sebesar 861 kasus bully berkaitan dengan rasial.

Kata rasial yang cukup populer dilakukan oleh para pengganggu di dunia maya, seperti “Teroris”, “Pengebom”, bahkan tak sedikit dari mereka yang sampai mengatakan, “kembali lah ke tempat mereka berasal”. Perkataan tersebut sering ditemui ketika anak sedang mengakses sosial media.

Esther berharap, laporan yang dibuatnya sebagai alarm peringatan agar orang tua dapat lebih memperhatikan kondisi anaknya saat sedang atau setelah berinternet. “Terlalu banyak anak di negara ini yang tampaknya sedang berjuang dalam keputusasaan. Jadi sangat penting bagi kita agar mendukung anak-anak agar mau berbicara mengenai masalah ini. Tidak peduli betapa sibuknya kita. Kita mesti berkomitmen untuk memberikan waktu dan ruang yang kita miliki bagi anak-anak agar mau berbicara tentang kehidupannya,” imbuhnya.

 

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

January 22, 2026 - 0

Mengenal Seri Laptop HP OmniBook: Apa itu OmniBook? Kemana Spectre, Envy dan Pavilion?

Laptop-laptop yang akan kami bahas kali ini adalah laptop thin…
December 31, 2025 - 0

Saran Belanja Laptop Gaming ASUS Keluaran 2025: Ada ROG, TUF dan ASUS Gaming!

Kali ini Kita akan bahas bareng-bareng tentang lini produk Laptop…

Gaming

January 30, 2026 - 0

Divisi Meta VR Alami Kerugian Miliaran Dolar di 2025

Kerugian yang luar biasa besar kembali dialami oleh divisi Meta…
January 30, 2026 - 0

Xbox Kembali Alami Kerugian di Awal 2026

Memasuki tahun 2026, Xbox dilaporkan kembali alami penurunan keuntungan baik…
January 30, 2026 - 0

Wakil Presiden Amazon Games Tinggalkan Perusahaan Setelah 8 Tahun Berkarya

Kondisi Amazon Games tampak semakin memburuk, dengan perginya wakil presiden…
January 30, 2026 - 0

Dispatch Versi Nintendo Switch 2 Akan Disensor

Demi menjaga integritas console, Nintendo dan AdHoc Studio sepakat untuk…