Apple Didesak Agar Segera Memasuki Pasar TV

Author
Ozal
Reading time:
February 1, 2014

Senin pekan ini, Apple telah melaporkan penjualan iPhone telah jatuh di bawah perkiraan Wall Street, yakni hanya menjual 51 juta unit saja. Investor Wall Street mendesak Apple agar segera mendatangkan berbagai produk terbarunya dalam waktu dekat ini. Itu mencakup empat kategori sekaligus, yakni wearable, TV, pembayaran mobile, dan home automation. Di antara keempatnya itu, investor maupun analis lebih berharap agar Apple sesegera mungkin memasuki pasar TV.

apple 2

Travis McCourt, analis dari Raymond James mengatakan, Apple tidak akan mungkin bergerak turun ke pasar smartphone murah. Sebab, jalur ini telah diambil oleh Samsung dan beberapa vendor smartphone asal Cina. “Mereka telah mengambil pangsa iPhone karena sebagian besar pelanggan high-end membeli perangkat ini. Jadi tugas Apple untuk segera beralih ke produk baru dan kategori berikutnya,” imbuhnya, dilansir dari USA Today.

Maka dari itu, analis menyarankan agar Apple menghadirkan empat kategori produk terbaru tersebut, ketimbang terlalu fokus bergelut ke perangkat konvensional, seperti iPad, iPhone, dan Mac. “Ini adalah tahun Apple akan kembali mengubah jajaran produk mereka,” kata Jason Jones dari HighStep Capital yang memiliki saham di Apple.

Dengan memasuki pasar TV, analis berekspektasi, Apple akan menghasilkan pendapatan tahunan menjadi US$ 200 miliar. Hal senada juga diungkapkan Carl Icahn, seorang investor kawakan yang memegang saham individu di Apple. Dalam prediksinya, Apple bisa menjual lebih dari 25 juta unit TV ultra-high-definition (UHD) baru seharga US$ 1.600 per unit. Ini mengingat, penjualan TV pada 2012 silam telah mencapai 238 juta unit.

Margin laba kotor Apple sebesar 37,7 persen baru-baru ini dengan Apple TV dapat menambahkan pendapatan US$ 40 miliar dan pendapatan operasional US$ 15 miliar,” kata Icahn dalam perkiraannya.

Apple sendiri beberapa waktu lalu sudah mulai mendekatkan diri ke pasar TV. Pihaknya meluncurkan sebuah produk set-top Box Apple TV. Perangkat tersebut memungkinkan penggunanya melakukan streaming video melalui TV yang sudah ada. Namun yang diharapkan analis dan investor bukan lah perangkat pendukung TV, melainkan perangkat TV itu sendiri yang mesti dimasuki Apple.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

July 4, 2026 - 0

Laptop Windows RAM Cuma 8 GB? Bisa Buat Apa? feat. Infinix XBOOK 15

Harga RAM naik tinggi banget dan sepertinya susah turun dalam…
June 28, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios Neo 16S AI: Prosesor Baru, Lebih Efisien, Bodi Tipis, Tetap Powerful!

Ini adalah laptop gaming dengan prosesor Panther Lake pertama yang…
June 24, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition: Laptop Gaming Kolaborasi Spesial Piala Dunia!

Ini adalah laptop gaming limited edition dari Lenovo, yang kolaborasi…

Gaming

July 3, 2026 - 0

Inisiatif Stop Killing Games Digagalkan Parlemen Amerika

RUU Protect Our Games Act yang dimulai oleh inisiatif Stop…
July 3, 2026 - 0

GTA 6 Diprediksi Tak Bisa Berjalan 60 FPS di PS5 Pro & Xbox Series X

GTA 6 diprediksi hanya dapat berjalan di 30 FPS pada…
July 3, 2026 - 0

Nintendo Dikabarkan Siapkan Switch 2 dengan Layar LCD Baru

Nintendo dikabarkan tengah menyiapkan Switch 2 dengan panel LCD baru…
July 3, 2026 - 0

Xbox Tegaskan Tak Kurangi Investasi Game Meski Lakukan PHK Massal

Xbox menegaskan investasi untuk pengembangan game tidak berkurang meski perusahaan…