Preview Gigabyte NVIDIA GeForce GTX TITAN Black

Reading time:
February 20, 2014
TITAN_BLACK

NVIDIA GeForce GTX TITAN Black adalah kartu grafis terbaru dari NVIDIA yang baru saja diluncurkan tanggal 19 Februari 2014 lalu. Mengusung spesifikasi kelas atas, TITAN Black diklaim NVIDIA sebagai GPU terbaik mereka. Hari ini, pihak Gigabyte Indonesia berbaik hati untuk memperbolehkan salah satu VGA ‘monster’ tersebut untuk  singgah di lab JagatReview. Tanpa menunggu lama, mari langsung simak preview Gigabyte NVIDIA GeForce GTX TITAN Black!

Penampilan

DSCF2707s DSCF2668s DSCF2680_2s

 

Penampilan GTX TITAN Black tidak jauh berbeda dengan versi reference dari Geforce GTX 780 Ti. Perbedaan yang menonjol dari segi fisik adalah adanya 12(dua belas) IC memori tambahan pada bagian belakang PCB karena GTX TITAN Black memiliki jumlah memori 6 GB. Model pendingin yang diberikan pun tidak jauh berbeda dengan GTX 780 Ti, dan penggunaan konektor daya-nya juga masih sama, yakni 1x 8-pin dan 1x 6-pin.

 

Spesifikasi

GTXTITANBLACKSpecsTable

GeForce GTX TITAN Black memiliki spesifikasi serupa dengan GTX 780 Ti, hanya saja clockspeed GPU-nya sedikit ditingkatkan. Selain itu, ukuran memori GTX TITAN Black dinaikkan ke 6 GB, untuk memenuhi kebutuhan pengguna enthusiast. Berikut tampilan GPU-z dari Gigabyte GTX TITAN Black :

GTXTITANBLACK_GPUzs
*klik untuk memperbesar*

Terlihat pada tab ‘Sensors’ di GPU-Z diatas, NVIDIA GTX TITAN memiliki clockspeed 889Mhz( Base) dan 980 Mhz(Boost), namun kecepatan Boost maksimum yang bisa dicapai sebelum menyentuh power/thermal limit adalah 1058 Mhz.

Dibawah ini bisa terlihat bahwa kecepatan clock GPU GTX TITAN Black akan menyesuaikan dengan konsumsi daya dan suhu:

GTX_TITAN_BLACK_PowerNormals
*klik untuk memperbesar*

 

Performa Tinggi pada Double-precision math

Apakah perbedaan Geforce GTX TITAN Black dengan Geforce GTX 780 Ti hanya sebatas clockspeed, dan jumlah memori? Ternyata tidak! Geforce GTX TITAN Black mendukung double-precision compute yang umumnya hanya didukung oleh VGA kelas professional seperti NVIDIA Tesla K20/K20X atau K40. Dukungan double-precision ini biasanya digunakan bagi para pengguna yang bergelut pada bidang computational science, yang banyak melakukan simulasi-simulasi berat(misal: Molecular dynamics, High-energy Nuclear Physics, Earth Sciences, dsb). Mari kita intip fitur ini lebih dekat:

Pada GTX TITAN Black(dan juga GTX TITAN yang lama), anda akan menemukan menu ‘double precision’ seperti pada di bawah ini *klik untuk memperbesar*:

CUDA_DoublePrecision_2s

 

Saat anda mengaktifkan Fitur double-precision ini, kecepatan GPU GTX TITAN Black akan sedikit dikurangi menjadi 966Mhz pada Max. Boost Clock:

GTXTITANBLACK_GPUz_DPONs

 

 

Berikut benchmark sintetik AIDA64 GPGPU Benchmark yang kami lakukan untuk melihat perbedaan kecepatan komputasi setelah fitur double-precision(DP) dihidupkan:

CUDA_GPGPUBenchmarks
*klik untuk memperbesar*

Setelah fitur double-precision dihidupkan, benchmark AIDA64 GPGPU bagian Double-Precision FLOPS(Floating-point operation per second) meningkat sekitar 7(tujuh) kali lipat dari 251 GFLOPS menjadi 1778 GFLOPS (atau 1.7 TFLOPS). Tentunya performa komputasi yang tinggi ini dapat membuat berbagai simulasi yang membutuhkan double-precision math untuk lebih cepat selesai. Perlu dicatat, aplikasi-aplikasi yang tidak memanfaatkan double-precision compute(seperti gaming) tidak akan terpengaruh oleh fitur double-precision ini.

 

Nah, mari sekarang kita lakukan pengujian singkat akan performa GPU Gigabyte Geforce GTX TITAN Black, dengan salah satu benchmark favorit kami: 3DMark Fire Strike!

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

June 18, 2026 - 0

Review ASUS ROG Zephyrus Duo (2026): Kencang “Pol” Buat Multitasking & Gaming AAA

Laptop Gaming kekinian tuh harusnya kayak gini. Ini adalah “ASUS…
May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Ini dia Laptop pertama Polytron dengan prosesor AMD Ryzen. Harganya?…
May 25, 2026 - 0

Review Acer TravelMate X4 14 AI: Laptop Bisnis AI Cepat, Ringan & Produktif

Kata siapa bisnis UMKM ga butuh Laptop canggih?! Apalagi sekarang…
May 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook DUO 2026 (UX8407AA): Desain Baru, Makin Kokoh, Makin Kenceng!

Kerja serius pakai laptop thin and light biasa? Kurang mantap…

Gaming

June 20, 2026 - 0

Epic Games Akan Rombak Store Launcher Supaya Lebih Cepat

Epic Games siapkan perombakan besar untuk Epic Games Store, dan…
June 20, 2026 - 0

Sony Mulai Andalkan AI untuk Masa Depan PlayStation

Sony mengungkap rencana penggunaan AI untuk pengembangan game, PS Store,…
June 19, 2026 - 0

Tanggal Rilis GTA 6 Hilang dari Situs Rockstar, Picu Kekhawatiran Akan Delay

Akibat hilangnya tanggal rilis GTA 6 dari situs Rockstar Games…
June 19, 2026 - 0

Pasar Game Global Cetak Rekor Pendapatan di Tengah Gelombang PHK

Pendapatan pasar game global tembus $201,6 miliar pada 2025, di…