[PR] Fortinet Kembangkan Produk Distributed Denial of Service (DDos) dengan Menambahkan Berbagai Perangkat baru untuk Perusahaan Berskala Sedang Hingga Besar serta MSP
![[PR] Fortinet Kembangkan Produk Distributed Denial of Service (DDos) dengan Menambahkan Berbagai Perangkat baru untuk Perusahaan Berskala Sedang Hingga Besar serta MSP 1 Logo-Fortinet-0309](https://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2013/05/Logo-Fortinet-0309-500x260.jpg)
Jakarta, 18 Maret 2014 – Fortinet® (NASDAQ: FTNT) sebuah perusahaan yang memimpin secara global di bidang keamanan jaringan dengan performa tinggi, baru saja mengembangkan produk Distributed Denial of Service (DDoS) yang sebelumnya dengan menambahkan empat perangkat baru bagi para manajer data center dan sistem arsitek pada perusahaan berskala sedang hingga besar dan juga Managed Service Provider (MSP). Perangkat baru seperti FortiDDoS-400B, FortiDDoS-800B, FortiDDoS-1000B dan FortiDDoS-2000B ini didesain untuk mendeteksi dan membantu melawan serangan DDoS yang paling canggih dan berbahaya. Produk-produk tersebut juga dilengkapi dengan sebuah inovasi berupa mesin mitigasi serangan DDoS yang 100 persen berbasis behavior. Dipasangkan dengan single-path custom ASIC yang mendeteksi sekaligus memitigasi serangan DDoS, membuat FortiDDoS mampu mendeteksi lebih banyak jenis serangan dan berkinerja 10 kali lebih cepat dari perangkat mitigasi DDoS lainnya.
Serangan yang Inovatif dan Mesin Mitigasi
Berkat mesin mitigasi serangan DDoS berbasis behavior ini, FortiDDoS dapat mengidentifikasi dan mengurangi serangan yang ada maupun yang akan datang berdasarkan pola dan tujuan serangan, bukan kontennya. Karena tidak membutuhkan signatures, maka perangkat ini mampu memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap serangan zero-day dengan mengamati berbagai tren yang ada tanpa menunggu update file signature. Periode pemblokiran yang amat singkat dengan penggunaan ASIC berperforma tinggi membuat perangkat tersebut dapat secara berkelanjutan melakukan evaluasi ulang terhadap serangan yang terjadi. Hal ini dapat mengurangi kasus false positive ketika pola traffic kembali normal. Produk-produk lain bekerja lebih lambat dalam mendeteksi serangan dan memerlukan periode pemblokiran yang jauh lebih lama sehingga memungkinkan angka false positive yang lebih tinggi.
“Kami telah melakukan peningkatan yang signifikan dalam mengidentifikasi jenis serangan DDoS sejak awal perangkat FortiDDoS dipasarkan pada tahun 2012. Monitor terhadap serangan berbasis behavior yang diperkenalkan kali ini dapat secara otomatis mengidentifikasikan segala macam tipe serangan DDoS, termasuk zero-day, dan segera melakukan proses mitigasi,” ungkap John Madison, vice president marketing Fortinet. “Performa ini merupakan pemimpin di kelasnya, dan kami menyediakan layanan tersebut dengan biaya kurang dari setengah biaya para kompetitor.”
Keunggulan FortiASIC
Fortinet adalah satu-satunya perusahaan yang menggunakan pendekatan custom ASIC 100 persen pada produk DDoS-nya, sehingga mampu menghapus biaya pengeluaran jika menggunakan sistem hibrida CPU atau CPU/ASIC. Generasi kedua, yaitu FortiASIC-TP2 traffic processor, mampu mendeteksi sekaligus memitigasi serangan DDoS dalam sebuah prosesor tunggal yang menangani jenis traffic layer 3, 4, dan 7. Para kompetitor menggunakan kombinasi prosesor yang berbeda di mana beberapa traffic ditangani oleh sebuah perangkat ASIC, sisanya ditangani oleh CPU, atau bahkan pada beberapa kasus lainnya, seluruh traffic harus ditangani oleh CPU sehingga terjadi bottleneck dan menyebabkan turunnya performa sistem secara keseluruhan.
“Meskipun ISP telah mengerahkan upaya terbaiknya mengatasi ancaman DDoS, sisa serangan itu sendiri serta serangan pada lapisan aplikasi masih mampu merusak layanan pada Internet data center,” ujar Hemant Jain, vice president engineering Fortinet. “Saat ini Fortinet memiliki kemampuan mitigasi serangan DDoS hingga 24Gbps full duplex throughput di data center untuk memastikan ketersediaan berbagai layanan yang penting.”
FortiDDoS menetapkan batas normal aktivitas aplikasi kemudian memonitor traffic yang melewati batas tersebut. Pada saat terjadi serangan, FortiDDoS akan mendeteksinya sebagai sebuah aktivitas yang mencurigakan dan segera melakukan upaya mitigasi. User terproteksi dari serangan yang teridentifikasi maupun serangan zero-day yang tidak teridentifikasi karena FortiDDoS tidak perlu menunggu update file signature.
FortiDDoS juga menangani mitigasi serangan dengan cara yang berbeda dari perangkat lainnya yang berfungsi sama. FortiDDoS menggunakan pendekatan dua arah dengan mengawasi traffic inbound dan outbound dalam taraf normal, lalu mengidentifikasi IP address yang “baik” dan IP address yang berpartisipasi dalam serangan. Traffic yang dinilai baik akan dibiarkan terus beroperasi, namun IP address yang dicurigai akan diblokir secara temporer. Apabila melalui evaluasi ulang IP address yang dicurigai tersebut dapat dipastikan sebagai ancaman, maka IP address tersebut akan diblokir dalam jangka waktu yang lebih lama.
Spesifikasi Produk
- FortiDDoS-400B memiliki 4 Gbps full-duplex throughput, 16 1 Gbps RJ-45 copper dan SFP ports untuk LAN dan WAN connectivity dengan mendukung hingga 1 juta koneksi secara simultan.
- The FortiDDoS-800B memiliki 8 Gbps full-duplex throughput, 16 1 Gbps RJ-45 copper dan SFP ports untuk LAN dan WAN connectivity yang mendukung hingga 2 juta koneksi secara simultan.
- The FortiDDoS-1000B memiliki 12 Gbps full-duplex throughput, 16 10 Gbps SPF+ slots untuk LAN dan WAN connectivity yang mendukung hingga 3 juta koneksi secara simultan.
- The FortiDDoS-2000B memiliki 24 Gbps full-duplex throughput, 16 10 Gbps SPF+ slots and 4 10 Gbps SFP+ bypass ports untuk LAN dan WAN connectivity yang mendukung hingga 6 juta koneksi secara simultan.
Ketersediaan
FortiDDoS-400B, FortiDDoS-800B, FortiDDoS-1000B dan FortiDDoS-2000B sudah tersedia sekarang.














