Pentagon Persulit Akusisi Server IBM oleh Lenovo

Author
Ozal
Reading time:
April 6, 2014

Dilematis tampaknya tengah menghantui Lenovo yang mencoba mengambil alih bisnis perusahaan asal Amerika Serikat. Lenovo kini tengah mencoba meyakinkan pejabat pemerintahan AS bahwa pembelian bisnis server low-end milik IBM tidak akan membuat pemerintah Cina bisa mendapatkan akses back-door ke sejumlah jaringan milik pemerintah AS.

lenovo

Pasalnya, Departemen Pertahanan AS, Biro Keamanan Federal AS (FBI), dan tiga perusahaan telekomunikasi terbesar AS (AT&T, Verizon, dan Sprint) banyak yang memakai server dari IBM. Risiko keamanan lah yang kemudian dikhawatirkan pihak AS lantaran Lenovo berasal dari Cina dan diduga memiliki kedekatan dengan pemerintahnya. Terlebih, kantor pusat Lenovo terletak di Beijing yang menjadi pusat pemerintahan Cina.

“Ini semacam badai yang begitu sempurna dari masalah ini. Setiap pengakuisisian asing dengan jenis pembelian aset, sangat mungkin menjadi sesuatu yang ingin diawasi oleh CFIUS (Komisi Investasi Asing Amerika Serikat),” kata Anne Salladin, mantan anggota CFIUS dan pejabat Departemen keuangan AS, seperti dikutip dari Bloomberg.

Penyelesaian transaksi antara Lenovo dan IBM pun masih menunggu keputusan CFIUS bersama Departemen Pertahanan AS yang merupakan salah satu bagian dari komite. Namun ada kemungkinan, Lenovo bisa berhasil menyelesaikan masalah tersebut. Sebab, Lenovo sudah tiga kali melakukan tiga akusisi sebelumnya ke perusahaan AS, termasuk Motorola pada awal 2014 dan bisnis PC IBM pada 2005 silam.

Kendati demikian, seandainya pun Lenovo mendapat izin dari CFIUS dan Pentagon, pihaknya mesti menyetujui sejumlah kesepakatan. Perjanjian itu mencakup, pegawai server IBM di AS mesti berasal dari warga negara AS, adanya audit independen, pedoman menangani sejumlah kontrak pemerintah, dan penghentian kegiatan usaha tertentu.

Sekedar informasi, IBM menjual bisnis server low-end kepada Lenovo senilai US$ 2,3 miliar Januari lalu. Kesepakatan transaksi, diharapkan akan ditutup pada tahun ini. Hasil kesepakatan pun, termasuk sejumlah pabrik server low-end IBM yang ada di Amerika Serikat dan Cina.

 

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Ini dia Laptop pertama Polytron dengan prosesor AMD Ryzen. Harganya?…
May 25, 2026 - 0

Review Acer TravelMate X4 14 AI: Laptop Bisnis AI Cepat, Ringan & Produktif

Kata siapa bisnis UMKM ga butuh Laptop canggih?! Apalagi sekarang…
May 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook DUO 2026 (UX8407AA): Desain Baru, Makin Kokoh, Makin Kenceng!

Kerja serius pakai laptop thin and light biasa? Kurang mantap…

Gaming

June 11, 2026 - 0

PS Plus Akan Hadirkan FFXVI Pada Katalog Pertengahan Juni 2026

Sony mengumumkan daftar game baru PS Plus Game Catalog untuk…
June 10, 2026 - 0

Xbox Siapkan Opsi Game Pass Baru yang Lebih Fleksibel

Xbox dikabarkan tengah menyiapkan opsi berlangganan Game Pass baru yang…
June 10, 2026 - 0

Rumor: Kingdom Hearts IV Diklaim Target Rilis Pada 2027

Bocoran yang berasal dari listing sejumlah retailer Australia mengindikasikan Kingdom…
June 10, 2026 - 0

Pemain Destiny 2 Penuhi Server Kala Update Terakhirnya Rilis

Update penutup Destiny 2 berhasil menarik gelombang pemain dalam jumlah…