Eropa Minta Google Persulit Pengguna “Kepo”

Author
Ozal
Reading time:
May 18, 2014

Search Engine atau mesin pencari telah menjadi media semua pengguna internet untuk mendapatkan informasi, tak terkecuali identitas umum seseorang. Sebagian besar dari Anda, pasti pernah melakukan hal yang disebutkan terakhir itu. Begitulah “knowing every particular object” atau populer dengan nama ‘kepo’ itu disebut. Namun, perilaku kepo di mesin pencari ini telah menjadi sorotan lembaga pengadilan tinggi Uni Eropa.

google

Mahkamah Eropa di bawah lembaga hukum Uni Eropa baru-baru ini memutuskan, setiap negara yang tergabung dalam Uni Eropa bisa meminta Google agar menghapus link yang menuju langsung ke identitas seseorang di hasil pencarian web Google Search.

Keputusan dari Uni Eropa ini tidak secara langsung ditujukan ke Google dan negara anggotanya, diwajibkan untuk mematuhi keputusan. Namun, keputusan tersebut bisa menjadi konsep dasar hukum guna diterapkan di sejumlah negara anggotanya. Negara maupun individu bisa meminta Google, menghapus seluruh hasil pencarian yang menyangkut namanya di Google Search, termasuk artikel berita, keputusan pengadilan, dan dokumen sensitif lainnya.

Konsep hukum yang dimotori Mahkamah Eropa ini dinamakan “hak untuk dilupakan”. Kemungkinan, hanya atau baru berlaku di Eropa saja. Tidak semua individu maupun kelompok ingin namanya diingat di internet, terutama informasi sensitif dan membuat dirinya makin tercemar di internet. Masalah ini menjadi bagian dari perlindungan privasi seseorang, seperti dikutip dari Wall Street Journal.

Namun sayangnya, keputusan tersebut menimbulkan sejumlah pro-kontra dan kebingungan publik. Keputusan ini memang punya tujuan mulia, melindungi privasi seseorang di internet. Namun di satu sisi, hal tersebut juga berimbas pada pengekangan hak seseorang mendapatkan informasi di dunia maya.

Sejumlah raksasa mesin pencari pun mengaku kecewa atas putusan Mahkamah Eropa tersebut. Google menjelaskan, butuh waktu dan biaya yang begitu banyak, menganalisis dan menghapus setiap hasil pencarian informasi pribadi seseorang. Sementara pihak Yahoo yang juga memiliki bisnis mesin pencari mengatakan, “internet yang terbuka dan bebas adalah bukan internet yang dibayang-bayangi sensor.”

Masalah ini sebenarnya pernah masuk dalam salah satu agenda pengadilan tahun lalu tentang perlindungan privasi yang dijalankan Google. Kala itu, Google dianggap telah berhasil menang di pengadilan. Ini lantaran, salah seorang penasihat hukum senior memberikan opsi, Google tak semestinya bertanggung jawab atas informasi seseorang yang muncul ketika pengguna internet lain mencari informasinya di mesin mencari Google. Sehingga, tangggung jawab soal ini lebih pantas ditujukan ke pengguna internet yang memanfaatkan mesin pencari.

 

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…
April 10, 2026 - 0

Review ADVAN Workplus AI: Makin “Plus” Buat Kerja Berat dan Main Game

Laptop tipis dan ringan ini punya tipe GPU yang mirip…
March 26, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook S16 OLED (UM5606GA): Tipis dan Ringan tapi Kencang dan Kekinian!

Ini adalah ASUS Zenbook S 16 OLED keluaran 2026. Desainnya…

Gaming

April 25, 2026 - 0

Update Besar Slay the Spire 2 Picu Gelombang Review Negatif

Kehadiran update besar untuk Slay the Spire 2 justru memicu…
April 25, 2026 - 0

Xbox Fokus Perkuat Game Pass Dengan Tekankan Harga dan Fleksibilitas

Xbox tetapkan Game Pass sebagai prioritas layanan utama, dengan fokus…
April 24, 2026 - 0

Avalanche Studios Buka Rekrutmen untuk Proyek Game AAA Baru

Kreator dari seri Just Cause, Avalanche Studios, membuka rekrutmen untuk…
April 24, 2026 - 0

Xbox Tinggalkan Branding Microsoft Gaming & Siap Evaluasi Eksklusivitas

Xbox resmi kembali ke branding lama mereka, sambil siapkan untuk…