Eropa Gandeng Korsel Hadirkan 5G

Author
Ozal
Reading time:
June 19, 2014

Sejak era 1990-an, Eropa telah jadi pemimpin dalam inovasi standar teknologi seluler GSM. Namun kini, kawasan tersebut berada di belakang Amerika Serikat yang lebih dahulu meluncurkan standar teknologi 4G. Sejumlah negara yang tergabung dalam Uni Eropa pun berusaha mengembalikan era tersebut. Salah satunya adalah mengembangkan teknologi jaringan berikutnya, 5G agar bisa dijadikan standar global.

5g 4

Eropa pun tidak bisa sendiri mengupayakan hal itu dapat terjadi. Uni Eropa dilaporkan baru saja menjalin kerja sama dengan Korea Selatan guna merealisasikan proyek ambisius koneksi internet super cepat itu.

Uni Eropa berharap, keahlian negara Asia bisa membantu mengejar ketertinggalan dalam bidang teknologi ini. Mereka yakin, 5G bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan membuka banyak lapangan pekerjaan. “5G akan menjadi semangat baru dari ekonomi digital dan masyarakat digital setelah hal tersebut didirikan,” kata Neelie Kroes, Komisaris Uni Eropa untuk unit telekomunikasi, seperti dilansir Reuters.

Sejumlah pemain di industri telekomunikasi Eropa pun ikut bergabung, di antaranya Alcatel-Lucent, Deutsche Telecom, Telefonica, dan Orange. Mereka juga akan bekerja sama dengan aliansi perusahaan dari Korea, seperti Samsung, LG, dan tiga operator seluler lokal, yaitu KT, SK Telecom, dan LG Uplus. Aliansi dari Korea ini disponsori oleh Pemerintah Korea Selatan ini tergabung dalam Forum 5G Korea Selatan.

Standar teknologi 5G tersebut nantinya mampu menawarkan kecepatan seribu kali lipat lebih tinggi dibandingkan 4G LTE yang masih sebatas 75Mbps ataupun 4G LTE-A sebesar 150Mbps saja. Uni Eropa menyontohkan, satu film berkualitas Full HD bisa diunduh hanya dalam waktu enam detik saja atau lebih cepat dari enam menit bila menggunakan 4G.

5g

Yang cukup mengejutkan ialah mengenai deadline peluncuran 5G. Pihak Korsel dan Uni Eropa sepakat menetapkan, jadwal peluncuran 5G pada akhir 2015. Ini jauh lebih cepat dari peluncuran 5G yang ditargetkan pemerintah China pada 2018 mendatang.

Pihaknya memastikan, frekuensi radio yang diperlukan nantinya bisa mendukung jaringan baru sebelum akhir 2015. Pada Desember lalu, Uni Eropa mengatakan, telah menghabiskan dana sekitar 700 juta euro untuk penelitian 5G. Sementara beberapa perusahaan telekomunikasi di Eropa akan menyumbang lebih dari 3 miliar euro.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

January 22, 2026 - 0

Mengenal Seri Laptop HP OmniBook: Apa itu OmniBook? Kemana Spectre, Envy dan Pavilion?

Laptop-laptop yang akan kami bahas kali ini adalah laptop thin…
December 31, 2025 - 0

Saran Belanja Laptop Gaming ASUS Keluaran 2025: Ada ROG, TUF dan ASUS Gaming!

Kali ini Kita akan bahas bareng-bareng tentang lini produk Laptop…

Gaming

January 30, 2026 - 0

Divisi Meta VR Alami Kerugian Miliaran Dolar di 2025

Kerugian yang luar biasa besar kembali dialami oleh divisi Meta…
January 30, 2026 - 0

Xbox Kembali Alami Kerugian di Awal 2026

Memasuki tahun 2026, Xbox dilaporkan kembali alami penurunan keuntungan baik…
January 30, 2026 - 0

Wakil Presiden Amazon Games Tinggalkan Perusahaan Setelah 8 Tahun Berkarya

Kondisi Amazon Games tampak semakin memburuk, dengan perginya wakil presiden…
January 30, 2026 - 0

Dispatch Versi Nintendo Switch 2 Akan Disensor

Demi menjaga integritas console, Nintendo dan AdHoc Studio sepakat untuk…