Hands-On Review Viewsonic Pro8600: Proyektor 6000 Lumens Kaya Konektivitas
Untuk menampilkan proyesi yang dapat terlihat jelas di ruangan dengan cahaya terang, umumnya dibutuhkan proyektor dengan tingkat Lumens tinggi. Ptoyektor seperti itu umumnya memiliki lampu yang cukup kuat sehingga hasil proyeksinya di ruangan dengan cahaya terang pun masih dapat dilihat dengan baik. Viewsonic, salah satu perusahaan dengan berbagai produk di bidang display, mencoba memenuhi kebutuhan akan proyektor dengan tingkat Lumens tinggi itu melalui produk Pro8600, senbuah proyektor 6000 Lumens.

Beberapa waktu lalu, proyektor tersebut hadir di lab. pengujian kami. Tentu saja, kami langsung mencoba menggunakan proyektor tersebut untuk melihat kemampuan yang ditawarkannya. Mari kita simak bersama bagaimana kemampuan proyektor ini selama kami gunakan!
Paket Penjualan
Sebelum mencoba proyektor Viewsonic yang satu ini, tentu saja kami harus terlebih dahulu mengeluarkannya dari kemasan paket penjualannya yang berbentuk box dengan warna khas perusahaan tersebut, putih – merah keunguan. Berikut ini beberapa perlengkapan yang disertakan Viewsonic untuk menyertai proyektor tersebut:
- Kabel power

- Kabel VGA

- Remote

Remote yang disediakan bisa menampilkan backlight berwarna biru. - 2x baterai AAA untuk remote
- Soft Carrying Case

- Lens Cap
- Quick Start Guide
- DVD berisi manual dan aplikasi pendukung
Kabel power yang disertakan di dalam paket penjualan proyektor ini masih menggunakan konektor yang tidak sesuai dengan stop kontak di Indonesia.
Viewsonic Pro8600

Proyektor Pro8600 dari Viewsonic ini memiliki warna dasar hitam dengan ukuran yang cukup besar. Menurut informasi di situs resmi perusahaan tersebut, proyektor ini memiliki bobot 3.9 Kg. Ukuran besar dan bobot yang cukup berat tersebut tampaknya dibutuhkan untuk mengakomodasi kemampuan proyeksi hingga 6000 Lumens yang dimiliki oleh proyektor ini.


Salah satu keunggulan dari proyektor Pro8600 ini adalah banyaknya opsi konektivitas yang dimilikinya. Terbukti, di sisi belakang dari perangkat ini, Viewsonic menyertakan banyak sekali port konektivitas untuk menghubungkan perangkat lain ke proyektor ini. Konektor yang ada adalah:

- 2x D-Sub In
- RCA Composite
- S-Video 4-pin Mini DIN
- 3x RCA Component
- HDMI
- 2x 3.5 mm Audio In
- 2x RCA Audio In
- D-Sub Out
- 3.5 mm Audio Out
- Ethernet
- Type A USB (untuk memasang flash disk atau USB WiFi Dongle)
- Type B USB (untuk memasang mouse)
- Type B Mini USB (untuk menghubungkan proyektor ke sumber gambar)

Banyaknya opsi konektivitas tersebut membuat proyektor ini bisa dihubungkan ke berbagai sumber gambar. Proyektor ini mendukung PC-less display dengan memanfaatkan flash disk yang terpasang ke Type A USB port. Melalui flash disk tersebut, pengguna bisa menampilkan koleksi gambar dalam format JPEG yang tersimpan di dalamnya. Selain itu, Pro8600 juga memiliki kemampuan untuk terhubung ke sumber gambar melalui USB dan jaringan lokal dengan menggunakan aplikasi yang telah disediakan oleh Viewsonic.
Pro8600 memiliki rentang proyeksi dari diagonal 0.8 m hingga 7.6 m dengan jarak proyektor ke bidang proyeksi 0.9 m hingga 10 m. Untuk mendapatkan hasil proyeksi yang lebih besar, Viewsonic menyediakan optical zoom dengan kemampuan zoom hingga 1.5x. Sedangkan untuk resolusi yang didukung oleh proyektor ini, Pro8600 mendukung hingga 1600 x 1200 (4:3) dengan native resolution 1024 x 768. Penggunaan aspek rasio 4:3 tersebut mungkin kurang mendukung untuk kebutuhan multimedia saat ini yang lebih banyak menggunakan 16:9. Namun, karena proyektor ini lebih ditujukan untuk kebutuhan profesional, seperti menampilkan foto/gambar dan presentasi, hal tersebut bisa dikatakan cukup wajar.

ViewSonic juga menyediakan sistem audio 2x 10W speaker dalam proyektor ini. Ketika diatur dalam posisi maksimal, suara yang dihasilkan oleh speaker tersebut bisa terdengar dari seluruh penjuru ruangan pengujian kami yang berukuran sekitar 4 x 3 meter. Kualitas suara yang dihasilkan memang tidak terlalu baik. Tetapi hal itu cukup wajar karena speaker tersebut memang tidak ditujukan untuk kebutuhan multimedia yang menuntut suara dengan kualitas yang baik.











