[PR] Jokowi, Prabowo, dan Big Data

Reading time:
July 25, 2014

Jokowi, Prabowo, dan Big Data

Peran dan Manfaat Big Data dalam Pemilu di Indonesia

 

Apa itu Big Data?

Secara umum Big Data didefinisikan sebagai kumpulan set data yang terlalu untuk dikelola dan diproses dengan tools dan aplikasi yang umum digunakan.

Pertumbuhan Data dalam Pemilu 2014

Lalu-Lintas Media Sosial

Di ajang Pemilihan Umum 2014, baik pemilu legislatif dan presiden, politikus, partai politik, dan calon presiden mulai memanfaatkan media sosial sebagai platform untuk berkampanye dan berinteraksi dengan para calon pemilih. Hal ini mendorong peningkatan lalu-lintas di berbagai platform media sosial yang populer di Indonesia, antara lain Facebook dan Twitter. Per tanggal 7 Juli 2014, halaman Facebook Prabowo Subianto (salah satu dari dua kandidat presiden) disini memiliki jumlah penggemar sebesar 7.839.525 pengguna dengan 2,7 juta pengguna yang aktif membicarakannya di Facebook. Untuk halaman Facebook kandidat presiden lainnya, Joko Widodo, disini memiliki 3.533.648 penggemar dengan 2,1 juta interaksi. Di ranah media sosial Twitter, akun resmi Joko Widodo ini berhasil menjaring 1.712.127 follower, dan 984.486 follower untuk akun resmi Prabowo Subianto ini.

facebook1

Lalu-Lintas Data Selular

Di ajang pemilu tahun ini, para penyedia layanan komunikasi melaporkan peningkatan lalu-lintas yang signifikan di jaringan mereka selama masa kampanye. Telkomsel, XL, dan Indosat merupakan sebagian penyedia layanan komunikasi terbesar di Indonesia, yang melaporkan peningkatan layanan data yang signifikan akibat pemilu.

Di hari diberlangsungkannya pemilu legislatif pada tanggal 9 April 2014 lalu, Indosat melaporkan peningkatan lalu-lintas layanan data sebesar 18,37%, meningkat sebesar 210 Terabyte. Telkomsel memperkirakan peningkatan lalu-lintas layanan data sebesar 15-25% pada hari pemilihan umum presiden, pada tanggal 9 Juli 2014. Di hari diberlangsungkannya pemilu presiden pada tanggal 9 Juli 2014, Telkomsel melaporkan peningkatan lalu-lintas layanan data sebesar 27,59%, mencapai 665 Terabyte, sedangkan XL melaporkan peningkatan lalu-lintas ,layanan data sebesar 27,7% dari hari sebelumnya, mencapai 425 Terabyte.

Aplikasi dan Games Mobile

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah merilis daftar pemilih tetap Pemilu Presiden 2014 yang berjumlah 190.307.134 orang, dimana sekitar 20% sampai 30% merupakan pemilih pemula berusia 17 tahun ke atas. Untuk melibatkan para pemilih pemula ini, para politikus, partai, dan kandidat presiden memanfaatkan banyak platform dan kegiatan untuk menjangkau mereka, tidak hanya terbatas pada platform media sosial, salah satu contoh lainnya adalah melalui aplikasi permainan di perangkat mobile.

Kedua tim kandidat pemilu presiden Indonesia ini telah merilis aplikasi permainan mobile, baik untuk platform Android maupun iOS. Sebagian dari aplikasi game tersebut adalah Jokowi GO! yang menampilkan kandidat presiden Joko Widodo, dan Prabowo The Asian Tiger yang menampilkan kandidat presiden Prabowo Subianto. Kedua aplikasi permainan ini dilaporkan telah diunduh lebih dari 100.000 kali di platform Android sendiri.

Belanja Iklan

Pada bulan Mei 2014, Nielsen melaporkan belanja iklan partai politik dan pemerintahan untuk politik di tahun 2014 meningkat 89% dibandingkan dengan kuartal pertama pada tahun Pemilu 2009.

Pertumbuhan-pertumbuhan data diatas merupakan sebagian gambaran atas banyaknya data mentah yang dihasilkan terkait pemilu di tahun 2014. Data mentah yang acak ini dapat dikelola menjadi informasi yang bermanfaat, seperti demografi pemilih, kebiasaan online para calon pemilih, kecenderungan politis para calon pemilih, dan lainnya. Informasi-informasi ini dapat membantu para praktisi politik dan pemerintahan dalam berbagai hal.

Bagaimana Data Dapat Dimanfaatkan untuk Pemilu

Di ajang pemilu di Indonesia tahun ini, kita melihat sudah mulai banyak lembaga dan institusi yang memanfaatkan data-data yang masif dari berbagai sumber, termasuk berbagai platform media sosial, untuk memberikan perhitungan dan perkiraan tingkat elektabilitas dari tiap-tiap calon.

Big Data Analytics juga dapat dimanfaatkan untuk perhitunngan proses quick count. Di hari pemilihan presiden pada tanggal 9 Juli 2014, terdapat lebih dari 10 lembaga atau institusi yang melakukan proses quick count, dan menghadirkan hasil yang bervariasi dan kontroversial. Teknologi Big Data Analytics dapat dimanfaatkan untuk mengelola data-data jumlah suara yang diterima untuk memberikan hasil perhitungan dan analisa yang lebih akurat, efisien, dan cepat.

Big Data Analytics dapat dimanfaatkan untuk lebih dari poling, survey, dan quick count. Pada masa pemilihan presiden di Amerika Serikat pada tahun 2012, Big Data Analytics mulai dimanfaatkan, dan tidak hanya untuk sekedar survey dan polling. Tim kampanye presiden Barrack Obama membentuk tim analis data yang terdiri dari 100 staff analis. Dengan memanfaatkan berbagai aplikasi dan teknologi untuk big data analytics, tim kampanye Obama ini memanfaatkan Big Data untuk mendefinisikan target pemilih untuk Obama, hobi, ketertarikan, dan kebiasaan mereka, tanggapan mereka terhadap isu-isu kampanye, dan demografi iklan yang akurat dan sesuai target.

Era Big Data di ranah politik India juga telah terlihat di pemilu India tahun ini. Partai Hindu nasionalis BPJ membentuk tim analis data yang terdiri dari 100 orang ahli teknis dan konsultan yang memanfaatkan analisa data untuk memenangkan Narendra Modi. Melalui analisa data, mereka berhasil mengumpulkan dana, memperbaiki dan memaksimalkan strategi iklan, dan menciptakan model penjangkauan calon pemilih yang lebih akurat dan terarah, termasuk yang menyasar ke kelompok minoritas dan berdasarkan jenis kelamin.

Steven Law, Country Manager of NetApp Indonesia, mengatakan, “Bisnis dan organisasi di Indonesia sudah waktunya untuk mulai menyiapkan strategi pemanfaatan analisis Big Data untuk mendukung strategi dan pengambilan keputusan yang tepat. Tidak hanya dalam dunia bisnis, pemanfaatan analisis Big Data yang tepat dapat memberikan dampak positif pada banyak aspek kehidupan kita, salah satunya adalah politik dan pemilu.”

Share

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 29, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5i Gen 10: Laptop Gaming Premium dengan RAM 32 GB Paling Worth It?

Ini adalah laptop High Performance kelas atas yang super worth…
October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Ini adalah laptop kelas premium dari HP yang beneran mewah!…
October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…

Gaming

October 29, 2026 - 0

Valve Tambahkan Dukungan CD Drive ke Steam Frame dalam Hitungan Menit

Valve tambahkan dukungan CD drive ke kernel Steam Frame setelah…
October 29, 2026 - 0

Sony Hadiahkan US$50 Ribu Untuk Hacker Penemu Komponen Jailbreak

Sony membayar hadiah US$50.000 untuk hacker yang melaporkan celah keamanan…
October 29, 2026 - 0

Epic Games Akan Latih AI Untuk Dukung Unreal Engine

Epic Games akan mengubah EULA Unreal Engine agar game yang…
October 29, 2026 - 0

Nintendo Switch 2 Lite Dikabarkan Pakai Chip Samsung yang Hemat Daya

Nintendo Switch 2 Lite dirumorkan memakai platform Samsung 8LPU+ yang…