[PR] Piala Dunia 2014 – Ternyata Yang Paling Mahal Dalam Sejarah

Reading time:
July 11, 2014

PIALA DUNIA 2014 – TERNYATA YANG PALING MAHAL DALAM SEJARAH!

• Jumlah dana yang dibutuhkan hampir sama dengan penghasilan dari 10 bulan produksi minyak sawit di seluruh pulau Sumatera
• Kurang lebih setara dengan 5.6 kali lipat nilai investasi seluruh pengembang properti di Indonesia pada tahun lalu
• Jumlahnya tidak main-main, sekitar 63 persen dari jumlah hutang pemerintah Indonesia
• Uang yang dihabiskan setara dengan total produksi ekonomi Indonesa (PDB) pada tahun 2013 sepanjang 5.8 hari non-stop

Jakarta, 11 Juli 2014. Beberapa waktu belakangan ini, tentu topik yang paling sering dibicarakan oleh masyarakat di Indonesia adalah pemilu, dan sepak bola. Betapa tidak, ajang World Cup memang selalu bisa menyedot perhatian masyarakat, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di negara lain. Seperti halnya mengadakan acara pesta atau konferensi, menyelenggarakan World Cup juga pasti butuh ongkos, tidak gratis. Penasaran berapa besar uang yang dihabiskan Brasil tahun ini untuk mengadakan kompetisi sepak bola dunia bergengsi itu?

Banyak pihak mengatakan dan juga membandingkan, bahwa biaya penyelenggaraan World Cup 2014 adalah yang termahal dalam sejarah Piala Dunia. Menurut beberapa sumber, biayanya mencapai US$ 14 miliar atau setara dengan Rp 168 triliun Rupiah!

Jelas saja, muncul berbagai demonstrasi dan protes, baik dari dalam dan luar negeri Brasil, atas tersedotnya uang rakyat demi kepentingan perhelatan ini. Tidak hanya karena biaya hidup yang tiba-tiba naik, tapi juga karena pajak ikut-ikutan naik dan membebani masyarakat kecil di 12 kota penyelenggara pertandingan. Hal ini juga diperparah dengan kondisi kesenjangan ekonomi di Brasil yang cukup tinggi.

Perbedaan kekayaan yang dimiliki antara penduduk miskin dan penduduk kaya biasanya diukur menggunakan ‘skala ketidaksetaraan’ yang membandingkan antara 10 persen orang yang paling kaya dengan 10 persen orang yang paling miskin di suatu negara. Menurut Bank Dunia, skala ketidaksetaraan di Brasil mencapai 40.6! Ini artinya kesenjangan ekonomi di Brasil lebih tinggi daripada di Indonesia yang mendapat angka 34 dan Denmark yang mendapat angka 24. Belum lagi laporan dari PBB menyebutkan bahwa indeks pembangunan sumber daya manusia di negara penghasil kopi tersebut masih sangat rendah, yaitu di posisi 85.

Nah, kembali ke ongkos penyelenggaraan Piala Dunia, Rp. 168 triliun adalah angka yang fantastis bagi perekonomian kita. Berdasarkan riset yang dilakukan Lamudi—situs properti terkemuka di Indonesia, angka tersebut hampir sama dengan penghasilan dari 10 bulan produksi minyak sawit di seluruh pulau Sumatera. Padahal, menurut biro statistik Indexmundi, Indonesia merupakan produsen minyak sawit terbesar di dunia, dan berkontribusi sebesar 50 persen dari total produksi internasional. Luar biasa, bukan?

Besar biaya tersebut juga setara dengan biaya produksi batubara per tahunnya di Indonesia. Tepatnya, sekitar 40 persen dari total produksi batubara pada tahun 2013, yang mencapai 421 juta metrik ton. Ini bukan angka yang kecil, mengingat Indonesia menduduki peringkat kelima sebagai negara penghasil batubara di tingkat dunia.

Mari kita berandai-andai: Jika saja biaya World Cup 2014 digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan perangkat sosial di Indonesia, ada beberapa skenario menarik yang mungkin bisa dilakukan. Skenario pertama, Indonesia bisa membangun tujuh puluh (70) jalan tol/bebas hambatan sekelas tol Cipularang. Dua, bisa juga untuk membangun 8 sistem MRT (Mass Rapid Transit) di kota Jakarta untuk mengurai kemacetan. Sedangkan biaya yang dihabiskan oleh Brasil untuk membangun 13 stadion tempat diselenggarakannya pertandingan World Cup, dapat digunakan untuk membangun 205 stadion yang serupa dengan Gelora Bung Karno!

Share

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 29, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5i Gen 10: Laptop Gaming Premium dengan RAM 32 GB Paling Worth It?

Ini adalah laptop High Performance kelas atas yang super worth…
October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Ini adalah laptop kelas premium dari HP yang beneran mewah!…
October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…

Gaming

October 29, 2026 - 0

Valve Tambahkan Dukungan CD Drive ke Steam Frame dalam Hitungan Menit

Valve tambahkan dukungan CD drive ke kernel Steam Frame setelah…
October 29, 2026 - 0

Sony Hadiahkan US$50 Ribu Untuk Hacker Penemu Komponen Jailbreak

Sony membayar hadiah US$50.000 untuk hacker yang melaporkan celah keamanan…
October 29, 2026 - 0

Epic Games Akan Latih AI Untuk Dukung Unreal Engine

Epic Games akan mengubah EULA Unreal Engine agar game yang…
October 29, 2026 - 0

Nintendo Switch 2 Lite Dikabarkan Pakai Chip Samsung yang Hemat Daya

Nintendo Switch 2 Lite dirumorkan memakai platform Samsung 8LPU+ yang…