India Atasi Kecanduan Anak Pada Internet

Author
Ozal
Reading time:
August 10, 2014

Smartphone telah menjadi sahabat bagi Preeti, remaja berusia 14 tahun dari India. Ia lebih suka menyendiri dengan ponselnya ketimbang berkumpul dengan teman-teman seusianya, termasuk keluarganya sendiri. Khawatir dengan kondisi psikologisnya, orang tua Preeti lalu membawanya ke sebuah pusat rehabilitasi khusus anak. Ini merupakan segelintir kisah dari sekian banyak anak di India yang mengalami kondisi serupa Preeti, juga di negara lain di dunia.

 

anak

Namun India punya cara tersendiri untuk mengatasi kecanduan anak dibawah umur terhadap internet dan perangkat teknologi. Negara.  Pertama kalinya  mereka mendirikan sebuah rehabilitasi anak bernama Pusat Anak bagi Masalah Internet dan Teknologi yang didirikan di New Delhi.

Pusat Anak bagi Masalah Internet dan Teknologi ini bertujuan mendorong anak-anak untuk beraktivitas dalam kegiatan indoor dan outdoor, seperti hopscotch, seven stones, membaca buku, berlatih yoga, mendengarkan cerita, dan sejumlah permainan tradisional lainnya di saat era  internet belum populer.

“Idenya adalah untuk membiarkan mereka menemukan kembali kenikmatan dalam permainan tradisional dan interaksi fisik,” ujar Rahul Verma, pendiri Yayasan Uday yang juga mengelola pusat rehabilitasi anak tersebut, seperti dikutip dari Hindustan Times. “Kami mencoba membantu mereka membuat hubungan emosional di dunia nyata.”

Berbagai nama besar teknologi dibuat menjadi semacam anekdot lalu dijadikan hiasan dinding di tempat rehabilitasi tersebut guna mempengaruhi pola pikir anak, misalnya: “Kehidupan lebih mudah saat Apple dan Blackberry hanya buah-buahan” demikian sebuah tulisan yang terpampang di dinding rehabilitasi anak tersebut.

india

Di sana, anak-anak juga diarahkan tentang efek bahaya bagi mereka yang terlalu sering online selama berjam-jam melalui ponsel atau komputer tabletnya. Kenyataan, internet seolah menjadi pedang bermata dua bagi anak, di saat mereka masih mengalami masa perkembangan emosionalnya.

“Kami memiliki kasus di mana seorang anak begitu kecanduan game online dan membuat dia kehilangan minat terhadap studi, lalu gagal, dan akhirnya putus sekolah. Kecanduan internet jika tidak terobati, konsekuensinya adalah bencana,” kata Majo Kumar Sharma, seorang profesor dari Universitas Nimhans.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

January 22, 2026 - 0

Mengenal Seri Laptop HP OmniBook: Apa itu OmniBook? Kemana Spectre, Envy dan Pavilion?

Laptop-laptop yang akan kami bahas kali ini adalah laptop thin…
December 31, 2025 - 0

Saran Belanja Laptop Gaming ASUS Keluaran 2025: Ada ROG, TUF dan ASUS Gaming!

Kali ini Kita akan bahas bareng-bareng tentang lini produk Laptop…

Gaming

January 30, 2026 - 0

Divisi Meta VR Alami Kerugian Miliaran Dolar di 2025

Kerugian yang luar biasa besar kembali dialami oleh divisi Meta…
January 30, 2026 - 0

Xbox Kembali Alami Kerugian di Awal 2026

Memasuki tahun 2026, Xbox dilaporkan kembali alami penurunan keuntungan baik…
January 30, 2026 - 0

Wakil Presiden Amazon Games Tinggalkan Perusahaan Setelah 8 Tahun Berkarya

Kondisi Amazon Games tampak semakin memburuk, dengan perginya wakil presiden…
January 30, 2026 - 0

Dispatch Versi Nintendo Switch 2 Akan Disensor

Demi menjaga integritas console, Nintendo dan AdHoc Studio sepakat untuk…