[PR] CA Technologies Membantu Penerbit Kartu Kredit Memerangi Penipuan dan Meningkatkan Pendapatan dengan Solusi Otentikasi Generasi Terbaru
![[PR] CA Technologies Membantu Penerbit Kartu Kredit Memerangi Penipuan dan Meningkatkan Pendapatan dengan Solusi Otentikasi Generasi Terbaru 1 logo CA Technologies](https://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2014/07/logo-CA-Technologies-500x174.jpg)
CA Risk Analytics Menambahkan Model Otentikasi Jaringan Behavioral Neural baru, untuk Deteksi Penipuan dengan Lebih Akurat dan Meningkatkan Pengalaman Belanja Online
Jakarta, 15 Oktober 2014 – CA Technologies (NASDAQ: CA) hari ini memperkenalkan rilis terbaru dari CA Risk Analytics yang mencakup teknologi otentikasi yang cerdas dan kemampuan belajar secara mandiri untuk membantu mengurangi hambatan bagi konsumen selama proses checkout dalam transaksi online dan memungkinkan penerbit kartu kredit untuk mengurangi insiden penipuan, meningkatkan pendapatan, fleksibilitas yang belum pernah didapatkan sebelumnya, dan kontrol dalam sistem deteksi penipuan mereka.
Versi terbaru dari CA Risk Analytics ini menggabungkan, model mutakhir dari otentikasi jaringan behavioral neural yang telah didaftarkan sebagai hak paten, untuk menilai risiko transaksi online tanpa kehadiran pemegang kartu “card-not-present (CNP)”. Model jaringan neural didukung oleh teknik pembelajaran mesin yang menangkap data tentang kegiatan setiap pemegang kartu kredit dan memungkinkan CA Risk Analytics untuk lebih memahami dan membedakan antara perilaku yang legal dan perilaku ilegal. Dioptimalkan untuk protokol 3-D Secure, CA Risk Analytics dapat mencegah penipuan CNP pada transaksi 3-D Secure dengan secara transparan menilai risiko dari sebuah transaksi secara real-time.
“Sejarah menunjukkan bahwa peluncuran standar EMV secara global dan bertambahnya jumlah kartu kredit dengan Chip dan PIN akan meningkatkan upaya-upaya penipuan dalam transaksi CNP. Hal ini menuntut strategi deteksi penipuan transaksi CNP yang lebih dari sekedar membandingkan transaksi berjalan untuk mendapatkan indikator penipuan,” kata Vic Mankotia, Vice President, Solution Strategy, Asia Pacific & Japan, CA Technologies.” CA Risk Analytics dan model jaringan behavioral neural akan menciptakan otentikasi “zero touch” yang akan menciptakan tingkat kepercayaan yang tinggi dan menyederhanakan proses checkout dalam transaksi online.”
CA Risk Analytics mempertimbangkan pola penipuan maupun perilaku transaksi legal dan melacak pihak-pihak yang berperan penting dalam sebuah transaksi: kartu kredit atau perangkatnya, misalnya. CA Risk Analytics memperkirakan risiko penipuan menggunakan teknik-teknik pembelajaran oleh mesin yang canggih untuk memahami perilaku normal pihak-pihak terkait dan risiko penipuan dikaitkan dengan penyimpangan dari perilaku masa lalu. Hasilnya adalah penilaian yang lebih akurat dari transaksi sampai otentikasi dan membantu menghentikan penipuan dalam transaksi CNP.
CA Risk Analytics menambahkan fitur-fitur utama dan kemampuan berikut:
- Meningkatkan fleksibilitas dan kontrol bagi penerbit kartu kredit. Penerbit kartu kredit dapat langsung mengubah nilai ambang batas dan kebijakan secara lebih rahasia. Hal ini memberikan lebih banyak kontrol atas bisnis sehingga dapat lebih beradaptasi dengan kondisi pasar, menangani kebutuhan tenaga kerja yang berfluktuasi dengan lebih baik, atau situasi saat ini yang menuntut volume pemeriksaan, volume transaksi yang lebih tinggi atau lebih rendah, namun tetap mendahulukan transaksi-transaksi yeng mempunyai risiko lebih tinggi. Penerbit kartu kredit tidak lagi hanya bergantung pada kontrol eksklusif oleh vendor dalam pengaturan sistem mereka.
- Mengurangi penipuan dengan perbaikan pendapatan dan biaya yang lebih rendah. Model otentikasi jaringan neural dalam CA Risk Analytics membantu meningkatkan akurasi pendeteksian transaksi yang legal dan ilegal. Hal ini membantu untuk mengurangi penipuan dan meningkatkan pendapatan. Akurasi yang lebih baik dalam mendeteksi juga membantu mengurangi biaya analisis transaksi.
- Pengalaman pelanggan yang lebih baik. Karena model di CA Risk Analytics dapat mendeteksi perilaku nasabah yang legal secara lebih baik, maka tidak perlu menambahkan hambatan pada proses checkout dan meminta konsumen melakukan otentikasi tambahan untuk membuktikan identitas mereka.














