Review Heatsink ARCTIC Freezer 13 CO

Reading time:
November 11, 2014

Spesifikasi Testbed + Software

ARCTIC Freezer 13 CO 53
Platform pengujian heatsink ARCTIC Freezer 13 CO

Berikut spesifikasi testbed yang kami gunakan untuk menguji heatsink ARCTIC Freezer 13 CO ini:

  • Processor: Core i5-4670K (default: 3,8Ghz, 1.09 V, overclocked: 4.2Ghz, 1.2 V)
  • Memory: Kingston HyperX DDR3 – 1600 Mhz 2x 4 GB (XMP)
  • Motherboard: Gigabyte Z87X-OC
  • Graphic Card: Nvidia GTX 465
  • Casing: Corsair Carbide 400R
  • Storage: Kingston HyperX 3K 120 GB
  • Power Supply: Corsair AX1200
  • Operating System: Windows 7 Ultimate 64-Bit SP 1

Program yang Digunakan

  • LinX 0.6.4 – Aplikasi yang kami gunakan untuk memberi beban kerja kepada prosesor. Dengan aplikasi ini, kami juga sekaligus membebani Memory Controller pada prosesor dengan mengatur agar LinX memenuhi penggunaan memory sebanyak 7000 MB.
  • Core Temp 1.0 RC3 – Aplikasi yang digunakan untuk memantau suhu maksimum dan minimum prosesor selama pengujian.
  • CPU-Z 1.71.0 – Aplikasi yang digunakan untuk memberikan informasi mengenai sistem yang sedang berjalan.

Skenario Pengujian

Skenario pengujian kami sebagai berikut:

  • Memberikan Full Load kepada CPU selama +/- 16~20 Menit dan Idle Time +/- 3 Menit.

Dengan skenario pengujian ini, mari kita lihat performa dari heatsink ARCTIC Freezer 13 CO. Kami menjaga suhu ruangan berkisar diantara 25oC – 26oC.

*NB: Keadaan Idle adalah keadaan sistem didiamkan setelah mendapatkan load setelah pengujian.

Hasil Pengujian

Suhu yang tercantum dalam grafik adalah suhu rata-rata dari seluruh core selama benchmark berlangsung dan idle time.

Default (3,8Ghz @1,09 V)

def data

Pada saat pengujian dengan testbed dalam kondisi default, heatsink Freezer 13 Co ini mampu menahan suhu prosesor Intel Core i5 4670K di kisaran suhu 60.5 oC atau lebih dingin 18 oC dibandingkan dengan heatsink bawaan Intel yang suhunya sudah berada di kisaran  78.5 opada saat diberi beban kerja penuh dengan software LinX. Sedangkan pada saat kondisi sistem idle, heatsink ARCTIC Freezer 13 Co ini mampu mendinginkan prosesor pada suhu 30.25 oatau lebih dingin 8 oC dibandingkan dengan heatsink bawaan Intel yang suhu prosesor-nya berada di 38.25 oC.

Pada pengujian kali ini, kami juga menyempatkan diri untuk menguji kemampuan pendinginan heatsink ini dengan menggunakan fan pendingin bawaan yang sudah diatur pada kecepatan maksimum melalui pengaturan PWM dari BIOS motherboard. Ternyata, setelah melalui pengujian yang kami lakukan, hampir tidak ada perbedaan suhu pada saat menggunakan konfigurasi kecepatan fan yang diatur secara AUTO dengan kecepatan maksimum untuk kodisi idle maupun full-Load, dimana perbedaan suhu hanya terpaut 1 osaja.

OC data

Pada saat melakukan pengujian dengan Core i5 4670K yang sudah dioverclock pada kecepatan 4,2 GHz dengan tegangan 1,2 Volt, heatsink ARCTIC  Freezer 13 Co ini mampu menahan suhu prosesor di kisaran suhu 71.25 oC atau lebih dingin 25.75oC dibandingkan dengan heatsink bawaan Intel  yang suhunya sudah berada di kisaran  97oC pada saat diberi beban kerja penuh dengan software linX.  Sebagai catatan, saat pengujian OC dengan heatsink bawaan Intel, kami terpaksa menurunkan tegangan Vcore sebanyak 25 mV karena sistem mengalami ketidakstabilan pada saat menggunakan Vcore 1,2 V.

Sedangkan untuk pada saat kondisi sistem idle, heatsink Freezer 13 Co ini mampu mendinginkan prosesor pada suhu 29.5 oC, atau lebih dingin 7.25 oC dibandingkan dengan heatsink bawaan Intel yang suhu prosesor-nya berada di 36.75 opada saat sistem dalam keadaan idle.

Sama seperti sebelumnya, pada pengujian konfigurasi overclocking ini, hampir tidak terdapat perbedaan suhu pada saat menggunakan konfigurasi kecepatan fan yang diatur secara AUTO dengan kecepatan maksimum untuk kodisi idle maupun full-Load.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Bodi Form Factor Clamshell atau Laptop Klasik. Material Polikarbonat dengan…
May 25, 2026 - 0

Review Acer TravelMate X4 14 AI: Laptop Bisnis AI Cepat, Ringan & Produktif

Bodi Acer TravelMate X4 14 AI Form Factor Clamshell atau…
May 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook DUO 2026 (UX8407AA): Desain Baru, Makin Kokoh, Makin Kenceng!

Bodi ASUS Zenbook DUO 2026 Form Factor Clamshell atau Laptop…

Gaming

June 5, 2026 - 0

Helldivers 2 Akhirnya Ungkap Mode Roguelite “Planet Warfronts”

Arrowhead akhirnya bagikan detail mengenai Planet Warfronts, mode roguelite yang…
June 5, 2026 - 0

Control Resonant Picu Kontroversi Terkait Early Access Eksklusif PS5

Remedy benarkan pemain PS5 dapat memainkan Control Resonant dua hari…
June 5, 2026 - 0

Bug Parah Escape from Tarkov Sempat Hapus Progress Pemain PVE

Bug serius sempat membuat progress pemain PVE Escape from Tarkov…
June 5, 2026 - 0

Crimson Desert Resmi Memulai Pengembangan DLC Pertama

Dunia Crimson Desert tampaknya akan terus berkembang. Pearl Abyss resmi…