Kurangnya Bukti Buat Tuntutan Dua Pengguna Android ke Google Bisa Ditolak
Upaya dua orang, Gary Feitelson dan Daniel McKee, untuk menuntut Google terkait penggunaan aplikasi standar dari raksasa Internet tersebut di sistem operasi Android bisa saja dimentahkan oleh pengadilan. Setelah mendengarkan penjabaran dari pihak penuntut, pihak juri di pengadilan San Jose, Amerika Serikat, menyatakan bahwa mereka mungkin tidak akan memproses apa yang diminta oleh kedua orang tersebut. Tuntutan dari keduanya dinilai terlalu lemah karena kurangnya bukti.

Menurut perwakilan dari pihak pengadilan, tuntutan yang memiliki imbas besar seperti yang diajukan tersebut harus dilandasi oleh bukti-bukti yang kuat, sesuai dengan hukum yang berlaku di Amerika Serikat. Tuntutan dari Gary Feitelson dan Daniel McKee terhadap Google dinilai masih belum dilandasi bukti yang memadai, terlebih lagi pihak Google tampaknya sudah siap menjawab berbagai hal terkait tuntutan tersebut. Walaupun begitu, sebelum memutuskan kelanjutan kasus ini, pihak pengadilan masih memberikan waktu kepada kedua penuntut untuk menambahkan bukti baru bila memang ada.
Terkait tuntutan tersebut, kedua penuntut menganggap Google menciptakan persaingan tidak sehat dengan memaksa pengguna perangkat bersistem operasi Android untuk menggunakan beberapa aplikasi besutan mereka sendiri. Pihak Google dari jauh-jauh hari telah mengelak dengan menyatakan bahwa mereka menyediakan opsi untuk pengguna memilih aplikasi mana yang ingin mereka gunakan, terlepas dari aplikasi tersebut berasal dari Google atau tidak. Namun, kedua penuntut merasa solusi yang diberikan oleh Google tidak terlalu dimengerti oleh pengguna.
Kasus seperti ini dikabarkan bukan sekali ini saja terjadi. Sebelumnya, tuntutan serupa pernah dilayangkan terhadap Google. Namun, tuntutan tersebut tampaknya juga tidak berimbas apapun terhadap Google. Mungkin, sebelum melayangkan tuntutan, pihak yang berniat menuntut harus melakukan introspeksi terlebih dahulu, apakah memang benar Google memaksa pengguna menggunakan aplikasi mereka atau ketidaktahuan pengguna yang menyebabkan hal tersebut.












