Xiaomi Melanggar Paten Ericsson

Author
Ozal
Reading time:
December 12, 2014

Pengadilan Tinggi Delhi telah memerintahkan Xiaomi untuk segera menghentikan penjualan dan mengimpor smartphone mereka di India. Xiaomi ditetapkan bersalah setelah melanggar sejumlah paten milik Ericsson, produsen penyedia peralatan jaringan telekomunikasi.

xiaomi

Keputusan pengadilan ini berlaku mulai 5 Februari 2015 mendatang. Xiaomi dan mitra toko online resminya, Flipkart tidak lagi dibolehkan menjual, mengiklankan, mengimpor, ataupun memproduksi smartphone Xiaomi di pasar smartphone terbesar ketiga di dunia itu.

Keputusan ini bisa saja berubah asal Xiaomi mau membayar biaya lisensi paten milik Ericsson. Juru bicara Ericsson Gaurav Sharma mengungkapkan, negosiasi lisensi paten ini sudah didiskusikan dengan Xiaomi sejak tiga tahun lalu, namun Xiaomi menolaknya. Paten ini mencakup standar jaringan GSM, EDGE, dan UMTS/WCDMA yang dikembangkan Ericsson.

“Ini tidak adil bagi Xiaomi mendapat keuntungan dari investasi penelitian dan pengembangan kami yang besar tanpa membayar biaya lisensi yang wajar untuk teknologi kami. Kami berharap dapat bekerja sama dengan Xiaomi untuk mencapai kesepakatan yang adil dan wajar, sama seperti yang kami lakukan dengan semua pemegang lisensi kami.” ujar Sharma, dikutip dari Bloomberg.

Sementara itu, juru bicara Xiaomi Tony Wei mengatakan, pihaknya belum menerima rincian keputusan pengadilan tersebut, sehingga belum bisa dianalisis. Pihaknya juga belum mendapat informasi, apakah keputusan pengadilan juga berlaku untuk semua perangkat Xiaomi yang dijual di India.

India menjadi salah satu kawasan pasar smartphone terbesar Xiaomi. Vendor asal China itu juga berniat mendirikan pabrik perakitan ponselnya di India guna mengamankan pasar mereka. Dengan melihat posisi India begitu strategis bagi Xiaomi, Ericsson memanfaatkan hal itu untuk mengejar keuntungan dengan cara yang lain. Cara seperti ini sudah menjadi hal yang lumrah bagi pemilik paten mengejar keuntungan ke sejumlah vendor raksasa.

“Tim hukum kami sedang mengevaluasi situasi ini berdasarkan email yang kami miliki. India merupakan pasar yang sangat penting bagi Xiaomi dan kami akan segera merespon keputusan hukum India,” ungkap Wei.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Ini dia Laptop pertama Polytron dengan prosesor AMD Ryzen. Harganya?…
May 25, 2026 - 0

Review Acer TravelMate X4 14 AI: Laptop Bisnis AI Cepat, Ringan & Produktif

Kata siapa bisnis UMKM ga butuh Laptop canggih?! Apalagi sekarang…
May 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook DUO 2026 (UX8407AA): Desain Baru, Makin Kokoh, Makin Kenceng!

Kerja serius pakai laptop thin and light biasa? Kurang mantap…

Gaming

June 5, 2026 - 0

Helldivers 2 Akhirnya Ungkap Mode Roguelite “Planet Warfronts”

Arrowhead akhirnya bagikan detail mengenai Planet Warfronts, mode roguelite yang…
June 5, 2026 - 0

Control Resonant Picu Kontroversi Terkait Early Access Eksklusif PS5

Remedy benarkan pemain PS5 dapat memainkan Control Resonant dua hari…
June 5, 2026 - 0

Bug Parah Escape from Tarkov Sempat Hapus Progress Pemain PVE

Bug serius sempat membuat progress pemain PVE Escape from Tarkov…
June 5, 2026 - 0

Crimson Desert Resmi Memulai Pengembangan DLC Pertama

Dunia Crimson Desert tampaknya akan terus berkembang. Pearl Abyss resmi…