[PR] Cisco Annual Security Report Perlihatkan Jenjang yang Melebar antara Persepsi dan Kenyataan dari Kesiapan Cybersecurity

Reading time:
February 2, 2015

cisco

60% dari Responden Cisco Security Capabilities Benchmark SurveyTidak Melakukan Patching dan Hanya 10% dari Pengguna Internet Explorer yang Menjalankan Versi Terbaru; Namun 90% dari Responden Merasa ‘Yakin’ atas Kemampuan Cybersecurity Mereka

JAKARTA, Indonesia, 30 Januari 2014 – Cisco 2015 Annual Security Report yang diumumkan belum lama ini menelaah tren ancaman keamanan dan cybersecurity dan memaparkan bahwa organisasi harus mulai mengadopsi pendekatan ‘all hands on deck’ untuk melindungi dari serangan cyber. Para penyerang semakin mahir dalam memanfaatkan celah keamanan untuk menghindari deteksi dan menyembunyikan aktifitas-aktifitas berbahaya. Para pelindung, diantaranya tim keamanan, harus memperbaiki pendekatan mereka terus-menerus untuk melindungi organisasi mereka dari serangan-serangan cyber yang semakin canggih. Permasalahan ini semakin diperumit dengan motivasi geopolitis dari para penyerang ini dan persyaratan hukum lokal yang bertentangan terkait data sovereignty, lokalisasi dan enkripsi data.

Penyerang Keamanan

Para pelaku kejahatan cyber semakin memperluas taktik dan menyesuaikan tehnik mereka dalam malayangkan serangan-serangan cyber, dalam cara yang menyulitkan untuk dideteksi dan dianalisa. Berikut adalah tiga tren teratas tahun lalu yang diidentifikasi oleh intelijen ancaman keamanan cyber dari Cisco:

·       Showsoe Spam: Muncul sebagai metode serangan favorit, para penyerang mengirimkan spam dalam volume rendah ke rangkaian alamat-alamat IP yang luas untuk menghindari deteksi, menciptakan kesempatan untuk memanfaatkan akun-akun yang terkompromi dalam banyak cara.

·       Eksploitasi Web Tersembunyi di Depan Mata: Exploit kit yang sudah sering digunakan telah dibongkar oleh banyak perusahaan keamanan. Alhasil, para pelaku kejahatan cyber menggunakan exploit kit yang jarang digunakan dalam melancarkan taktik mereka – ini merupakan model bisnis yang berkelanjutan bagi mereka, karena tidak menarik banyak perhatian.

·       Malicious Combinations: Melihat kebelakang, Flash dan Java Script memiliki celah keamanan yang rentan jika berdiri sendiri, namun dengan kemajuan dalam deteksi dan perlindungan keamanan, para penyerang juga turut beradaptasi dengan mengerahkan exploit kit yang menggabungkan masing-masing kelemahan Flash dan Java Script. Berbagi exploit kit untuk dua jenis file yang berbeda – Flash dan Java Script – dapat mempersulit perangkat keamanan untuk mengidentifikasi dan menampik exploitasi keamanan tersebut dan menganalisanya dengan tools-tools reverse engineering yang ada.

Pengguna

Para pengguna terjebak ditengah-tengah. Tidak hanya mereka sebagai target, paraend-user juga tanpa mereka sadari membantu dalam serangan-serangan cyber. Sepanjang 2014, penelitian intelijen ancaman keamanan Cisco mengungkapkan bahwa para penyerang keamanan semakin bergeser dari mencari celah untuk menyerang server dan operating system, dan lebih fokus untuk mencari cara mengeksploitasi pengguna dalam tingkatan browser dan email. Para pengguna yang mengunduh dari situs-situs berbahaya berkontribusi sebesar 228% terhadap peningkatan serangan keamanan atas Silverlight, seiring dengan 250% peningkatan jumlah eksploitasi spamdan malvertising.

Tim Keamanan

Hasil dari Cisco® Security Capabilities Benchmark Study, yang mensurvey para CISO (Chief Information Security Officer) dan eksekutif SecOps (Security Operations) di 1700 perusahaan yang berada di sembilan negara*, memperlihatkan celah yang semakin melebar atas persepsi para tim keamanan mengenai kemampuan keamanan mereka. Secara lebih spesifik, penelitian ini mengindikasikan bahwa 75% dari para CISO merasa tools-tools keamanan mereka sangat efektif. Meskipun demikian, kurang dari 50% dari para responden yang menggunakan tools keamanan standard seperti patching dan konfigurasi untuk membantu mencegah pelanggaran keamanan dan memastikan bahwa mereka menjalankan versi terbaru. Heartbleed merupakan celah keamanan yang menghebohkan pada tahun lalu, namun 56% dari seluruh versi OpenSSL yang terpasang berusia lebih dari empat tahun lamanya. Ini merupakan indikator yang kuat bahwa para tim keamanan banyak yang belum melakukan patching.

Selagi banyak praktisi keamanan percaya bahwa proses keamanan mereka sudah optimal – dan tools keamanan mereka sangat efektif – pada kenyataanya, kesiapan keamanan mereka masih perlu ditingkatkan.

Temuan dari laporan ini menyimpulkan bahwa sudah waktunya bagi jajaran direksi perusahaan untuk mengambil bagian dalam menetapkan prioritas dan ekspektasi keamanan. “Security Manifesto’, serangkaian prinsip keamanan formal sebagai fondasi keamanan dari Cisco, dapat membantu jajaran direksi, tim keamanan dan pengguna teknologi di dalam satu organisasi untuk memahami dan merespon lebih baik terhadap tantangan cybersecurity di dunia sekarang ini. Prinsip-prinsip ini juga dapat berfungsi sebagai standar pembanding atau baseline bagi organisasi dalam upaya mereka untuk menjadi lebih dinamis dalam pendekatan keamanan mereka dan menjadi lebih adaptif dan inovatif dalam menghadapi tantangan-tantangan keamanan.

Prinsip-prinsip tersebut adalah:

1.     Keamanan harus dapat mendukung bisnis.

2.     Keamanan harus dapat bekerja dengan arsitektur yang ada – dan fungsional.

3.     Keamanan harus transparan dan informatif.

4.     Keamanan harus memungkinkan visibilitas dan tindakan yang tepat.

5.     Kemanan harus dilihat sebagai ‘people problem.’

Untuk laporan selengkapnya dari Cisco Annual Security Research Report, silahkan kunjungi www.cisco.com/go/asr2015

Share

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 29, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5i Gen 10: Laptop Gaming Premium dengan RAM 32 GB Paling Worth It?

Ini adalah laptop High Performance kelas atas yang super worth…
October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Ini adalah laptop kelas premium dari HP yang beneran mewah!…
October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…

Gaming

October 29, 2026 - 0

Valve Tambahkan Dukungan CD Drive ke Steam Frame dalam Hitungan Menit

Valve tambahkan dukungan CD drive ke kernel Steam Frame setelah…
October 29, 2026 - 0

Sony Hadiahkan US$50 Ribu Untuk Hacker Penemu Komponen Jailbreak

Sony membayar hadiah US$50.000 untuk hacker yang melaporkan celah keamanan…
October 29, 2026 - 0

Epic Games Akan Latih AI Untuk Dukung Unreal Engine

Epic Games akan mengubah EULA Unreal Engine agar game yang…
October 29, 2026 - 0

Nintendo Switch 2 Lite Dikabarkan Pakai Chip Samsung yang Hemat Daya

Nintendo Switch 2 Lite dirumorkan memakai platform Samsung 8LPU+ yang…