[PR] Menjaga Kelangsungan Bisnis Dengan Memastikan Aksesibilitas BYOD, Bagaimana caranya?

Reading time:
February 16, 2015
byod2-660x330

– Inilah cara agar perusahaan mampu memastikan akses ke aplikasi perusahaan selalu tersedia, dapat diakses dengan cepat dan aman dari manapun –

Bencana banjir yang melumpuhkan Jakarta beberapa waktu lalu mengingatkan kita akan pentingnya menjaga keberlangsungan aktivitas bisnis di perusahaan, setidaknya melakukan berbagai upaya untuk meminimalkan dampak bencana terhadap bisnis. Banyak kasus terjadi di mana perusahaan kehilangan potensi bisnis ataupun kerugian karena karyawan tidak bisa mengakses informasi maupun aplikasi yang terdapat di dalam sistem perusahaan. Memang tren BYOD (Bring Your Own Device) menjadi solusi yang memungkinkan para karyawan memilik akses ke dalam sistem perusahaan. Apakah masalah terselesaikan? Belum tentu.

Permasalahan selanjutnya yang timbul adalah aksesibilitas – aplikasi berjalan lambat atau bahkan tidak bisa diakses sama sekali. Hal ini terjadi karena lonjakan traffic dari user yang mengakses sistem perusahaan dari luar jaringan perusahaan dan sistem perusahaan tidak mampu mengelola incoming dan outgoing traffic dengan baik. Sebagai contoh, bayangkan kerugian yang ditimbulkan ketika masalah ini menimpa institusi perbankan dan mengakibatkan banyak proses pembayaran yang terhambat; karena user yang memiliki otorisasi untuk menjalankan transaksi tidak bisa mengakses aplikasi / sistem perusahaan. Aksesibilitas menjadi hal yang sangat penting untuk dijaga. Dalam kondisi apapun, jika akses terhambat maka laju bisnis perusahaan juga terhambat.

Demi menjaga keberlangsungan bisnis, perusahaan haruslah mampu memastikan bahwa akses ke aplikasi perusahaan memiliki tingkat ketersediaan yang tinggi, mampu berjalan dengan cepat, bisa diandalkan, dan tentu saja dapat diakses dengan aman – terlepas dari mana dan kapan user mengakses, serta di mana aplikasi perusahaan tersebut disimpan (cloud ataupun on-premise). Perusahaan harus bisa mengatasi tantangan aksesibilitas ini seiring dengan meningkatnya kompleksitas sistem yang diakibatkan karena BYOD – aplikasi dan pengguna sama sama berpindah-pindah tempat.

Solusi Application Delivery Controller (ADC) yang standar tidak lagi bisa membantu perusahaan mengatasi tantangan tersebut secara optimal. Saat ini diperlukan solusi ADC yang bisa menyesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Maksudnya, ADC model baru haruslah bisa memastikan bahwa akses ke aplikasi perusahaan memiliki tingkat ketersediaan dan keamanan tinggi, serta kinerja yang cepat terlepas dari di mana lokasi pengguna dan aplikasi perusahaan (cloud ataupun on-premise).

Model ADC terbaru ini lebih dari sekedar hybrid karena tidak hanya menjangkau sistem perusahaan yang terdapat di cloud maupun on-premise, namun juga dapat menyediakan layanan ke aplikasi, dan pengguna serta perangkatnya; baik perangkat komputer yang terdapat di dalam jaringan perusahaan maupun perangkat yang digunakan untuk BYOD. ADC juga harus memiliki fungsi layaknya Content Delivery Network (CDN) yang sanggup mempercepat akses ke dalam aplikasi terlepas dari manapun (lokasi dan jenis perangkat yang digunakan) user mengaksesnya dan di manapun aplikasi tersebut berada. Salah satu platform yang mampu menyediakan hal ini adalah F5 Synthesis.

Hal lainnya yang patut di jaga adalah memastikan bahwa akses tersebut aman. Menurut sebuah hasil penelitian dari yang berjudul Data Breach Investigations Report (DBIR) 2014 dari Verizon[1], di hampir seluruh negara di dunia (termasuk Indonesia), rata-rata damage per second (DPS) dari sebuah serangan DDoS telah meningkat dua kali lipat selama lima tahun terakhir. Besaran bandwith dari sebuah sebuah serangan DDoS di tahun 2011 mencapai 4.7 Gbps, di tahun 2012 mencapai 7.0 Gbps , dan di tahun 2013 mencapai 10 Gbps. Selain itu, hasil penelitian dari Akamai yang berjudul “State of the Internet 2014 study”, juga mengungkap bahwa serangan DDoS setiap tahunnya mengalami peningkatan sebesar 50%[2].

Kondisi ini tentunya memaksa perusahaan untuk memiliki sistem keamanan yang juga turut berkembang dari waktu ke waktu, yang pada akhirnya memberikan beban finansial lebih kepada perusahaan. Jika kondisi keuangan memungkinkan tentu saja hal ini bukan masalah bagi perusahaan. Lalu bagaimana dengan yang lain? Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan layanan perlindungan berbasis cloud, seperti yang layanan perlindungan terhadap DDoS yang ditawarkan oleh F5 melalui platform F5 Silverline™. Dengan memanfaatkan platform ini, perusahaan akan memiliki sistem keamanan yang skalabel, fleksibel, dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, dan tentu saja efektif secara biaya.

Dengan memastikan bahwa sistem dan aplikasi perusahaan memiliki aksesibilitas tinggi dengan berbagai solusi yang ada saat ini, perusahaan senantiasa mampu memastikan keberlangsungan bisnis meskipun dalam kondisi bencana sekalipun; seperti banjir yang melanda Jakarta beberapa waktu lalu; karena karyawan akan dapat beraktivitas seperti biasa secara lancar dan aman meskipun tidak berada di kantor dan menggunakan perangkat milik pribadi.

 

Tentang Penulis

Untitled

Fetra Syahbana adalah Country Manager F5 di Indonesia. Dia bertanggung jawab untuk mengelola serta mengembangkan pasar di Indonesia secara keseluruhan, dan memegang peranan penting untuk menjadikan F5 sebagai mitra strategis bagi seluruh pelanggannya.

[1] http://www.verizonenterprise.com/DBIR/2014/

[2] http://www.informationsecuritybuzz.com/escalating-threat-ddos-attacks/

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 14, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406AA): Baterai Awet, Performa Makin Kenceng, Desain Tetap Mewah

Ini adalah laptop terbaru dari ASUS yang cantik banget! Bodinya…
May 8, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook Ultra (2026): Ultra Tipis, Ultra Kencang, Ultra Irit

ASUS ExpertBook Ultra ini bisa dikatakan sebagai Laptop Bisnis pertama…
April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…

Gaming

May 14, 2026 - 0

Film Live Action The Legend of Zelda Dipercepat Rilisnya

Nintendo bagikan berita baik, dengan memajukan rilis film live action…
May 14, 2026 - 0

Capcom Jelaskan Posisi Generative AI Dalam Pengembangan Game Mereka

Capcom gunakan generative AI untuk meningkatkan efisiensi pengembangan game dan…
May 14, 2026 - 0

Frekuensi Update ARC Raiders Akan Dikurangi Demi Jaga Kualitas Konten

Embark Studios mengubah strategi frekuensi update ARC Raiders menjadi dua…
May 14, 2026 - 0

Fortnite Resmi Umumkan Kolaborasi dengan Overwatch

Setelah cukup lama hanya jadi rumor, Fortnite akhirnya berkolaborasi dengan…