[PR] Red Hat Memperkenalkan Komunitas OpenShift Commons untuk Mendorong Inovasi Platform- as-a-Service Open Source

Reading time:
March 16, 2015
redhat_cmyk_logo

Peluncuran inisiatif kolaborasi OpenShift dengan partisipasi lebih dari 30 pemimpin industri teknologi

JAKARTA, Indonesia13 Maret 2015 – Red Hat, Inc (NYSE: RHT), penyedia solusi open source terkemuka di dunia, hari ini mengumumkan OpenShift Commons, inisiatif  komunitas open source baru yang akan bekerja sama dan memperdalam keterlibatan dengan OpenShift, penawaran Platform-as-a-service (PaaS) open source RedHat dan teknologi-teknologi open source yang  diatasnya dibangun OpenShift. OpenShift Commons melebihi lingkup perusahaan dengan penggelaran OpenShift aktif dan merangkul komunitas teknologi open source lainnya, organisasi dan mitra ekosistem dari berbagai disiplin ilmu yang bersinggungan dengan PaaS. Semua memiliki komitmen terhadap model open source dan inovasi PaaS.

Red Hat meluncurkan OpenShift Commons dengan partisipasi aktif dari pengguna, kontributor, operator, pelanggan, mitra, dan penyedia layanan dari lebih dari 30 organisasi global, termasuk Amadeus, AppDirect, Cisco, Dell, Docker, Getup Cloud dan Shippable.

OpenShift dari Red Hat ini menggabungkan beberapa teknologi open source terbaik di kelasnya termasuk OpenShift Origin, Docker, Kubernetes, Project Atomic, dan banyak lagi. OpenShift Commons secara unik mampu menyatukan berbagai komunitas dan dirancang untuk memfasilitasi kegiatan berbagi pengetahuan, umpan balik dan informasi di seluruh ekosistem OpenShift dan memungkinkan kolaborasi dependensi yang bisa meningkatkan PaaS open source.

OpenShift Commons beroperasi di bawah satu tujuan bersama untuk memajukan diskusi dengan lingkup yang lebih luas daripada sekedar berbagi hasil program (code) dan mengeksplorasi praktik-praktik terbaik, saling belajar dari kasus, dan pola yang berhasil dilaksanakan dalam penyediaan berkelanjutan dan lingkungan software yang cerdas. Untuk perusahaan yang belum menggelar OpenShift, OpenShift Commons dapat membantu menghubungkan mereka kepada para pakar penyediaan dalam konteks proyek open source lainnya, termasuk Docker, Kubernetes, dan Project Atomic. Untuk dapat bergabung, tidak ada Contributor License Agreement/ perjanjian lisensi, persyaratan kontribusi, ataupun biaya keanggotaan, yang dibutuhkan hanya komitmen untuk berkolaborasi dalam membangun PaaS.

OpenShift Commons menawarkan beberapa cara bagi peserta untuk berkolaborasi, termasuk:

  • Kelompok dengan Minat Khusus terhadap berbagai bidang inovasi PaaS, seperti kontainer, OpenShift 3, dan operasional PaaS.
  • Commons Briefing dipimpin oleh organisasi peserta dan anggota tim OpenShift yang membahas berbagai jenis topik, termasuk praktik –praktik terbaik DevOps, containerization, operasional PaaS, jaringan dan penyimpanan kontainer, OpenShift pada OpenStack, dan big data.
  • Commons mailing lists tentang beberapa topik, mendorong peserta untuk bergabung dalam diskusi.

Kutipan Pendukung
Ashesh Badani, vice president and general manager, OpenShift, Red Hat

“Para pengguna dan ekosistem mitra OpenShift sangat dinamis, sama halnya dengan komunitas teknologi open source yang merupakan pondasi OpenShift, dan seluruh lini produk Red Hat. Aspirasi dari para pelanggan, mitra, dan komunitas ini adalah keinginan untuk membentuk komunitas yang benar-benar terbuka, dimana semua kelompok ini dapat saling berinteraksi dan membantu mendorong masa depan inovasi PaaS. Karenanya, Red Hat sangat bangga dapat memfasilitasi pengembangan komunitas yang akan mendorong kolaborasi industri yang luas ini. ”

Larry Carvalho, PaaS research manager, IDC

“OpenShift telah menyediakan pilihan yang tepat bagi para pengembang untuk mendalami PaaS perusahaan dan komunitas. OpenShift Commons adalah cara yang khas untuk membangun jaringan yang kuat dan terbuka yang terdiri dari pengguna, mitra dan anggota komunitas open source yang akan membantu Red Hat menambah kematangan OpenShift dan mendorong inovasi PaaS di masa depan, serta mendorong perkembangan jumlah pelanggan. ”

Dietmar Fauser, vice president, Architecture, Quality & Governance, Amadeus

“Sebagai bagian dari proyek Amadeus Cloud Services, kami bekerja sama dengan Red Hat dalam membangun solusi untuk mengelola sumber daya data center sebagai satu unit komputasi, dengan OpenShift sebagai komponen pentingnya. Dengan berpartisipasi dalam OpenShift Commons, kami dapat dengan mudah dan secara proaktif berkomunikasi dengan komunitas, untuk bersama-sama membangun solusi kuat yang dapat menguntungkan semua pengguna. Dengan keterbukaan pertemuan virtual dan kode GitHub, kami dapat mengikat sumber daya kepada bidang keahlian kami, serta menjadi penghubung dengan peserta lain untuk memprioritaskan tujuan bersama – solusi yang stabil, aman dan sepenuhnya open-source.”

Daniel Saks, co-CEO, AppDirect

” Platform perdagangan jasa cloud kami memungkinkan distribusi layanan cloud melalui pasar OpenShift dan kami telah melihat sendiri adanya permintaan akan PaaS. Kolaborasi kami dengan Red Hat telah memberikan kesempatan untuk merespon kebutuhan pasar dan mendukung visi Red Hat untuk memberikan value yang tinggi untuk mitra OpenShift, komunitas pengembang dan teknologi open source. Inisiatif OpenShift Commons Red Hat merupakan pembuktian dari visi ini dan kami sangat antusias untuk menyediakan teknologi dan keahlian API kami untuk membantu mendorong adopsi, keterlibatan, integrasi dan distribusi open source. ”

Ken Owens, chief technical officer, Cisco Cloud Services

“Para CIO perusahaan secara konsisten menempatkan penggunaan DevOps sebagai salah satu prioritas utama mereka. Dengan OpenShift Commons, Red Hat tetap setia kepada dasar open sourcenya dan membuktikan bahwa OpenShift memungkinkan manajemen siklus hidup aplikasi open source dalam platform kuat DevOps mandiri. OpenShift sejalan dengan visi Cisco Intercloud dalam pemberdayaan yang dipusatkan pada aplikasi dan portabilitas di awan publik dan privat. Kami gembira bisa berkontribusi ke OpenShift Commons karena ini memungkinkan Cisco untuk berkolaborasi secara langsung dengan seluruh ekosistem Openshift.

Matt Baker, executive director of Enterprise Strategy, Dell

“Sebagai kontributor dan peserta senior untuk open source, kami di Dell sangat menyadari saling ketergantungan inisiatif cloud open source yang kompleks saat ini. Proyek kerjasama kami dengan Red Hat pada proyek-proyek seperti OpenShift, Docker, Project Atomic, Kubernetes, dan OpenStack berasal dari kesadaran akan pentingnya kolaborasi terbuka untuk memastikan pelanggan kami berhasil dengan teknologi canggih cloud terbuka. OpenShift Commons membuka era baru kolaborasi lintas-ekosistem terbuka, dan Dell terus mendukung jaringan peer-to-peer, yang menghubungkan beragam proyek dengan pelanggan, ISV, penyedia layanan dan host cloud. ”

Diego Goebel, CEO, Getup Cloud

“OpenShift sangat penting untuk bisnis kami dan OpenShift Commons telah memberikan kami kesempatan besar untuk berhubungan langsung dengan peserta ekosistem OpenShift lainnya. Getup telah terlibat dengan OpenShift selama lebih dari dua tahun.  Membangun sebuah perusahaan dengan proyek open source dan memiliki kesempatan untuk berkolaborasi dan bekerja dengan mereka telah menjadi pengalaman yang hebat. Kami percaya OpenShift Commons merupakan kesempatan besar untuk bekerja dengan anggota OpenShift lainnya, dan menjadi saluran untuk mendapatkan umpan balik dan berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang perkembangan pasar dan rilis-rilis baru. ”

Avi Cavale, CEO and co-founder, Shippable

“Saat penawaran PaaS pertama untuk merangkul Docker, kami berharap rilis OpenShift 3 platform-as-a-Service Red Hat mendatang dapat menarik minat perusahaan di tahun 2015 ini, karena tiga alasan. Tidak hanya karena OpenShift merupakan cara termudah bagi perusahaan untuk mengambil keuntungan dari teknologi kontainer dalam pusat data mereka, tetapi dengan inisiatif OpenShift Commons, mereka menyediakan seluruh ekosistem seputar OpenShift dengan jaringan peer-to-peer yang terbuka untuk berdiskusi dan berkolaborasi dengan semua aspek perkembangan terbaru. Kami senang dapat menjadi peserta aktif dalam OpenShift Commons dan menyarankan pihak lain untuk bergabung. ”

Sumber Tambahan

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

June 24, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition: Laptop Gaming Kolaborasi Spesial Piala Dunia!

Ini adalah laptop gaming limited edition dari Lenovo, yang kolaborasi…
June 23, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook A14 (UX3407) 2026: Laptop Snapdragon X2 Elite Paling Ringan, Irit, & Kencang

Laptop 18-Core ini bodinya tipis dan beratnya enteng banget cuman…
June 18, 2026 - 0

Review ASUS ROG Zephyrus Duo (2026): Kencang “Pol” Buat Multitasking & Gaming AAA

Laptop Gaming kekinian tuh harusnya kayak gini. Ini adalah “ASUS…

Gaming

June 26, 2026 - 0

GTA 6 Diklaim Miliki Performa Terbaik di PS5 Pro

Informasi baru mengungkap GTA 6 di PS5 Pro akan mendapat…
June 26, 2026 - 0

Xbox Kembali Naikkan Harga Console Hingga $150

Microsoft kembali menaikkan harga Xbox Series X dan Series S…
June 25, 2026 - 0

Valve Dorong SteamOS Untuk Ubah PC Gaming Jadi Console

Valve memperluas SteamOS ke PC gaming dengan rangkul NVIDIA demi…
June 25, 2026 - 0

Valve Ungkap Alasan Tingginya Harga Steam Machine

Valve menjelaskan alasan Steam Machine dibanderol di atas $1000, menyoroti…