Direct Release: Huawei Gencar Melakukan Kerjasama Terbuka dalam Membangun Ekosistem yang Kuat untuk Konektivitas Dunia Lebih Baik

Reading time:
April 23, 2015

[Shenzhen, Tiongkok, 22 April 2015] Hari ini Huawei menyelenggarakan Global Analyst Summit ke-12 di Shenzhen, Tiongkok. Acara tersebut mempertemukan lebih dari 400 analis dan pemimpin bisnis dari industri telekomunikasi, internet serta finansial.

William Xu, Chief Strategy Marketing Officer Huawei
William Xu, Chief Strategy Marketing Officer Huawei

“Saat ini kita berada di era revolusi yang baru, dimana telah terjadi transisi dari masyarakat tradisional ke masyarakat melek informasi,” ucap William Xu, Chief Strategy Marketing Officer Huawei. “Pola hidup, bekerja dan belajar masyarakat telah berubah dengan cepat. Kini mereka bergantung pada internet. Seiring dengan perkembangan teknologi yang pesat, masyarakat kini membutuhkan internet yang lebih canggih seperti dirangkum dalam „ROADS‟ – Real-time, On-demand, All-online, DIY, and Social.” William Xu mengungkapkan ROADS akan mengubah arsitektur, model operasi, dan praktek bisnis. Huawei akan terus mengikuti tren tersebut untuk memimpin perkembangan industri dan mendorong transformasi pelanggan.

Pada pertemuan tersebut, Eric Xu, CEO Rotating and Acting Huawei, menjelaskan strategi layanan perusahaan. Eric Xu mengatakan, “Kami telah menyusun kembali strategi bisnis carrier. Selain memprioritaskan produk melalui layanan, kini kami juga mempertimbangkan kedua hal tersebut sebagai komponen yang sangat penting. Selain itu, Huawei akan berinvestasi lebih banyak pada layanan untuk memberikan solusi komersial yang fleksibel sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan carrier pada setiap tahap pengembangan yang berbeda-beda. Kami juga berkomitmen untuk menjadi mitra strategis yang memfasilitasi transformasi carrier terhadap pengoperasian internet; integrator utama yang mendukung transformasi infrastruktur carrier TIK; dan menjadi pemimpin dalam perencanaan jaringan, optimasi jaringan serta Customer Experience Management (CEM). Kedepannya, Huawei akan memimpin moderenisasi penanganan industri layanan, mengalihkan fokus industri jaringan menjadi layanan dan pengalaman, serta efisiensi OPEX menjadi penciptaan nilai.

Dengan adanya transformasi di seluruh sektor industri, kolaborasi lintas industri kini menjadi tren baru. Melalui inovasi yang dibangun bersama dengan mitra bisnis di seluruh rangkaian industri TIK, kedepannya Huawei akan memainkan peranan konstruktif dalam menggerakkan industri. Pada acara tersebut, Ryan Ding, Chief Products and Solutions Officer Huawei, mengatakan “Dalam dunia yang terkoneksi lebih baik akan ada puluhan juta industri aplikasi, untuk itu keterbukaan dan inovasi akan menjadi solusinya. Huawei akan fokus pada infrastruktur jaringan, teknologi informasi, dan digital serta bekerjasama dengan pelaku industri untuk mengembangkan solusi yang sangat kompetitif.” Huawei juga telah aktif terlibat dalam membangun ekosistem standar organisasi dan komunitas yang terbuka. Kerjasama menghasilkan industri TIK yang lebih terbuka, sehingga membantu para mitra dalam mengembangkan industri aplikasi secara efektif dan efisien pada platform terbuka Huawei. Melalui upaya ini, Huawei telah berkontribusi untuk kesejahteraan seluruh ekosistem.

Pada acara tersebut, Huawei juga merilis Global Connectivity Index (GCI) 2015. Dalam laporan itu tercatat, Huawei meningkatkan jumlah negara yang dievaluasi dari 25 menjadi 50 dan jumlah indikator dari 16 menjadi 38. Dengan lebih fokus pada koneksi TIK, Huawei berharap dapat memberikan referensi yang lebih objektif dan ilmiah untuk perencanaan TIK nasional. Dalam laporan tersebut, Amerika Serikat, Swedia dan Singapura tercatat berada pada peringkat teratas, sementara Tiongkok berada pada posisi kedua di antara 50 negara berkembang yang disurvei. Ada beberapa alasan yang yang disorot, seperti semakin berkembangnya ekonomi internet di Tiongkok, pertumbuhan pasar e-Commerce yang pesat dan investasi besar-besaran pada komputasi cloud serta data centers oleh industri vertikal. Selain itu, analisis GCI juga menunjukkan adanya peningkatan investasi di bidang TIK sebesar 20%, hal tersebut akan meningkatkan pendapatan negara sebesar 1%. Saat ini, kelangkaan sumber daya manusia menjadi hambatan utama pembangunan, untuk itu konektifitas harus dijadikan kekuatan dalam menghadapi persaingan nasional.

William Xu menambahkan, “Kini kita telah dihadapkan dengan era konektifitas yang besar, hal terebut tentunya mempengaruhi seluruh negara, industri, organisasi dan individu. Konektivitas yang semakin berkembang serta kolaborasi yang terbuka meningkatkan globalisasi ke level yang lebih tinggi. Huawei akan memanfaatkan teknologi yang inovatif, kekuatan sumber daya manusia di seluruh dunia dan kolaborasi yang terbuka dengan para mitra dan konsumen untuk membantu transformasi TIK pada sektor carriers dan enterprises. Melalui kerjasama terbuka ini, Huawei ingin membangun ekosistem yang kuat untuk konektivitas dunia lebih baik serta pembangunan industri TIK yang berkesinambungan.

Share

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 29, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5i Gen 10: Laptop Gaming Premium dengan RAM 32 GB Paling Worth It?

Ini adalah laptop High Performance kelas atas yang super worth…
October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Ini adalah laptop kelas premium dari HP yang beneran mewah!…
October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…

Gaming

October 29, 2026 - 0

Valve Tambahkan Dukungan CD Drive ke Steam Frame dalam Hitungan Menit

Valve tambahkan dukungan CD drive ke kernel Steam Frame setelah…
October 29, 2026 - 0

Sony Hadiahkan US$50 Ribu Untuk Hacker Penemu Komponen Jailbreak

Sony membayar hadiah US$50.000 untuk hacker yang melaporkan celah keamanan…
October 29, 2026 - 0

Epic Games Akan Latih AI Untuk Dukung Unreal Engine

Epic Games akan mengubah EULA Unreal Engine agar game yang…
October 29, 2026 - 0

Nintendo Switch 2 Lite Dikabarkan Pakai Chip Samsung yang Hemat Daya

Nintendo Switch 2 Lite dirumorkan memakai platform Samsung 8LPU+ yang…