Dolar AS Menguat, Belanja IT di Seluruh Dunia Melemah
Menguatnya nilai tukar mata uang dolar Amerika Serikat bukan hanya menjadi masalah pelik di Tanah Air saja. Di luar negeri pun juga demikian. Karena masalah ini, menurut data terbaru dari periset pasar teknologi terkemuka Gartner, belanja produk IT di seluruh dunia pada tahun ini diperkirakan bakal turun.

Gartner mengungkapkan, belanja IT di seluruh dunia pada 2015 bakal turun sebesar 1,3 persen menjadi US$ 3,66 triliun. Angka tersebut telah direvisi dari prediksi yang Gartner rilis sebelumnya pada Januari lalu. Kala itu, pihaknya masih optimis, belanja IT global bakal melonjak 2,4 persen menjadi US$ 3,8 triliun.
Menurut Gartner, menguatnya nilai dolar AS telah melemahkan sejumlah mata uang populer, terutama negara-negara di Eropa yang menggunakan Euro. Hal ini tentu bakal berdampak pada permintaan produk IT di Eropa yang merupakan pasar strategis bagi raksasa perusahaan IT.
“Hal ini menempatkan perubahan yang sangat kecil dan berefek pada pasar AS, namun cukup berdampak banyak di tempat lain di seluruh dunia, misalnya biaya produk dan jasa menjadi naik,” kata Wakil Presiden Gartner John-David Lovelock, dikutip dari Computer World.
Lovelock mengatakan, biaya atau harga produk IT di pasar luar Amerika Serikat cenderung melonjak sekitar 25 persen. Sebagai contoh, hardware komputer yang konsumen Eropa beli seharga 1.000 euro pada tahun lalu, kini tidak akan bisa didapatkan dengan harga sama pada tahun ini. Di Kanada pun yang menggunakan mata uang Dolar Kanada (CAD), harga iPhone telah naik sekitar 20 persen pada tahun ini.
Bila hal ini sudah terjadi, menurut Lovelock, vendor biasanya akan menawarkan sejumlah insentif lain guna menggairahkan permintaan pasar, seperti dukungan dan perbaikan (service) yang lebih baik. “Anda tidak akan berhemat, namun Anda akan mendapatkan lebih banyak,” imbuhnya.














