Performance Test: GTA V dengan PC Lawas Berumur 7 Tahun

Skenario Pengujian

GTAV_SS_1

Kami menggunakan misi pertama: ‘Franklin & Lamar‘, dan merekam gameplay selama kurang lebih 2 menit menggunakan tool FRAPS. Kami mendapati bahwa skenario ini cukup membebani sistem, terutama bagian prosesor.

 

CPU & RAM Load

Kami menjalankan Task Manager untuk melihat seberapa besar beban GTA V pada sistem, selengkapnya bisa dilihat pada screenshot di bawah ini:

*klik untuk memperbesar*
*klik untuk memperbesar*

Anda bisa melihat jelas bahwa load CPU sudah sangat tinggi, ada di angka 93%. Ini menandakan ke-4 core yang ada di prosesor ini dimanfaatkan semuanya oleh engine game. Jika CPU Quad Core sudah memiliki beban setinggi ini, anda yang menggunakan prosesor dual-core dua thread (2C/2T) akan sulit untuk menjalankan GTA V, dan kalaupun bisa berjalan, anda berpotensi dihantui stuttering yang luar biasa, membuat game tidak playable. Di sini, sudah jelas terlihat alasan Rockstar memberikan notifikasi kebutuhan sistem minimum pada prosesor Quad-Core (atau setidaknya dual-core 4 thread).

Pada bagian memori, dari 4GB yang tersedia, 3.1GB terpakai oleh sistem. OS yang kami gunakan baru saja diinstall pada SSD, sehingga tidak ada program lain yang berjalan selain GTA V dan FRAPS, dan tidak ada beban lain pada taskbar. Ini berarti jumlah RAM 4GB sangat minimum sekali, dan Anda yang banyak memiliki aplikasi pada background bisa saja kehabisan memori pada jumlah 4GB.

 

Analisa Performa: CPU dan GPU Keadaan Default

Berikut frame graph yang kami dapatkan dari FRAPS, dan hasil analisa dari FRAFS Bench Viewer:

*klik untuk memperbesar*

GTAV_performance_Q6600

Dengan setting terendah, GTA V berjalan pada 23 FPS rata-rata, dan 1% worst FPS-nya dari semua frame yang ada adalah 15 FPS. Anda bisa melihat dari Graph framerate di atas, bahwa sistem kami jarang menyentuh 30 FPS, dan lebih sering berada pada 20 FPS-an. Pada keadaan ini, kami mendapati game masih barely playable (setidaknya tidak ada stutter yang membuat FPS turun ke angka 9-10 FPS), walaupun kadang ada sedikit respon input yang berpotensi mengganggu manuver saat driving. Namun, untuk sebuah sistem PC berumur kurang lebih 7 tahun, kami sudah cukup kagum melihat game ini masih bisa berjalan, dan masih bisa dimainkan meski dengan sedikit limitasi.

Kami mencoba untuk menurunkan resolusi ke 800×600, dan tetap mendapat framerate yang sama, sehingga kami menarik kesimpulan: pada skenario minimum detail 720p, game GTA V lebih ‘menyiksa’ CPU kami ketimbang GPU-nya! Solusinya mudah: Overclock CPU-nya!

 

Analisa Performa: Q6600 Overclocked @ 3.2Ghz

Dengan setting FSB sebesar 400Mhz dan CPU multiplier diset ke x8, kami mendapatkan clock 3.2Ghz. Clock dicapai dengan mudah menggunakan VCore 1.375V. Kecepatan dan latency memori dijaga pada keadaan default, demikian juga dengan VGA-nya. Berikut setting lengkap sistem kami setelah di-overclock:

*klik untuk memperbesar*
*klik untuk memperbesar*

Kami menjalankan GTA V dengan skenario sama pada keadaan CPU di-overclock, dan ini hasilnya:

*klik untuk memperbesar*

GTAV_performance_Q6600_OCed

Cukup mengejutkan, dengan kecepatan prosesor ada di 3.2Ghz, FPS rata-rata dari game yang kami mainkan langsung melompat 26%, ke angka 29 FPS, dan 1% worst FPS-nya menjadi 19 FPS. Perkiraan kami akan CPU bottleneck yang terjadi pada konfigurasi ini benar adanya, dengan sedikit overclocking pada prosesor, game langsung menjadi jauh lebih playable, dengan kontrol yang lebih responsif.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Bodi Form Factor Clamshell atau Laptop Klasik Material Metal untuk…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Bodi Acer Predator Helios 16 AI Nah untuk desain, ini…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Bodi ASUS ROG Strix G16 (G615) Form Factor Clamshell atau…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Bodi Axioo Hype AI 5 Form Factor Clamshell atau Laptop…

Gaming

April 30, 2026 - 0

Film Nintendo Berikutnya Garapan Illumination Dikabarkan Rilis April 2028

Sebuah film Nintendo baru garapan Illumination dilaporkan muncul di jadwal…
April 30, 2026 - 0

Nama WUCHANG: Fallen Feathers Dibeli Digital Bros

Digital Bros resmi membeli IP WUCHANG: Fallen Feathers dari Chengdu…
April 30, 2026 - 0

Windrose Janjikan Daerah Baru Bernama Ashlands via Roadmap

Windrose bagikan roadmap terbarunya dengan janji akan bawakan daerah baru…
April 29, 2026 - 0

EA Sebut 85 Persen Proses QA Mereka Kini Sudah Gunakan AI

EA mengungkap sekitar 85 persen proses quality assurance mereka kini…