Preview ASUS Zenfone 5 Lollipop: Material Design ZenUi di Intel CloveTrail+


Kami mendapatkan adanya beberapa pembaca yang mengatakan bukti screenshot yang kami dapatkan palsu. Hal tersebut karena memang mengganti versi Android sangatlah mudah dengan melakukan editing pada file Build.prop jika telah di-Root. Akan tetapi, kami tidak dapat mengganti versi kernel dan baseband serta Build number-nya.


Tampilan antar muka dari ZenUI itu sendiri juga tidak mengalami perubahan yang berarti. Akan tetapi, feature What’s Next juga mengalami perubahan tampilan. Selain itu, saat menekan tombol volume pun, tampilan setting audio ala Lollipop pun muncul. Hal tersebut membuat pengguna dapat mengatur berapa lama suara notifikasi dapat dimatikan, termasuk dering telepon.


Notification window pun menjadi sebuah standar pada ZenUI ini. Berbeda dengan sebelumnya di mana kita harus menekan tombol di sebelah kanan atas, pada Lollipop kita hanya harus melakukan slide ke bawah sekail lagi untuk melihat layar quick setting. Quick setting-nya sendiri sudah diubah tampilannya sesuai dengan standar ZenUI.


Saat melihat pada setting keamanan, ada satu hal yang tidak dimiliki oleh versi Kitkat dan di bawahnya: Screen Pinning! Pada Zenfone nantinya, kita juga dapat melakukan screen pinning. Untuk mengetahui apa fungsinya, Anda dapat langsung melihat pada tips kami yang bisa langsung diakses pada link ini. Selain itu, tampilan overview atau recent apps yang khas Lollipop juga telah hadir di Zenfone ini.


Kami menemukan sebuah feature baru yang menarik pada Android Lollipop untuk Zenfone 5 ini. Tanpa harus melakukan rooting, pengguna dapat memilih aplikasi mana saja yang boleh di load pada saat Zenfone dinyalakan. Uniknya, aplikasi yang telah diinstal secara default pun juga dapat dimatikan akses auto start-nya. Hal ini tentu saja akan mengurangi penggunaan memori serta dapat mengirit baterai.


Terakhir, pada setting baterai kami juga menemukan sebuah feature yang menarik. Nantinya pada smartphone Zenfone, pengguna dapat melakukan deteksi untuk aplikasi mana saja yang memakan daya baterai paling besar. Pengguna juga akan tahu saat melakukan charge baterai melalui slot USB sebuah komputer.
Cukup menarik bukan? Harapan kami (dan tentunya juga dengan jutaan pengguna Zenfone lainnya) adalah ASUS sesegera mungkin menghilangkan bug serta merilis update sistem operasi Lollipop ini. Dan juga semoga update sistem operasi Lollipop 5.1 juga segera dituntaskan agar Zenfone tetap mendapatkan sistem operasi yang paling baru. Dan hal ini membuktikan pula bahwa smartphone dengan harga di bawah tiga jutaan bisa mendapatkan upgrade sistem operasi Android ke yang paling baru dengan cukup cepat.













